10.12.2009

Bergaul dalam Pergaulan



"..We ask ourselves, Who am I to be brilliant, gorgeous, talented, fabulous? Actually, who are you not to be? We were born to make manifest the glory of God that is within us. And as we let our own light shine, we unconsciously give other people permission to do the same.." dikutip dari film Akeelah and the Bee

Assalamualaikum wr wb dan Dear all.. kalo lagi ada di suatu tempat keramaian, pasti orang2 yang ada disana juga macam2nya, mulai dari tampilannya, tongkrongannya, atau kalau kita bisa kenal dikit lebih jauh dengan komunitasnya bahkan kita bisa bedakan bahwa gaya bicara dan cara berpikirnya juga beda.
terus mau diapakan kalo beda sonn??mau dipilih2 mana yang bagus yaa???

hehehe..coba lihat kutipan pembuka diatas, kurang lebih arti lepasanya gini "..coba kita tanya pada diri kita, siapa kita yang merasa tampan, berbakat dan cerdas? tidaklah begitu sebetulnya, seharusnya kita terlahir untuk menunjukkan kuasa Tuhan yang dikaruniakan kepada kita lalu membiarkannya bersinar sehingga tanpa disadari kita telah memberikan kesempatan pada orang lain untuk berbuat hal yang sama.." itu kutipannya dari film, nontonnya itu 2008 lalu, dapat dari searching2 di mana yaa...lupa ahh.. pokoknya sampe ada edisi cerpennya juga... (boleh kalo mau minjem hehe)

terus apa hubungannya ama judul postingan diatas????

hubungannya yaaa... baik-baik saja hahaha... enggak...enggakk.. gak gitu maksud nya, kira2 gini, jika balik lagi ke kondisi yang dalam keramaian tadi itu, kan banyak macam orangnya, ada yang penampilan atau gayanya free spirit alias bebas sesuka dia, g terikat oleh kerapian dsb.. hahaha..sehingga kesannya 'ahh.. ngeri ah bekawan ma orang itu, nanti malah ikut2 seperti dia aku' atau ada juga yang alimmm kalem dan cool haha.. sehingga dalam hati mungkin gumam kita 'enak ni bekawan ma orang2 kek gini..mn tau bisa ikut2an jadi bener hehehe..'

ketika bertemu dengan orang yang gaya dan tampilannya tidak sesuai dengan kita, maka yang terjadi biasanya malah kita menjauh, dengan berbagai dalih pastinya,didukung jg oleh dugaan atau tuduhan yang dikeluarkan sebagai pembenaran atas tindakan untuk menjauhi mereka. lebih dari itu terkadang muncul sikap bahwa diri ini merasa lebih baik daripada orang2 tersebut, sehingggaaa.... jangankan mau berkenalan atau bergaul, malahan sudah duluan orang2 itu yang bakal ngeliat diri kita yang udah tidak ramah atau tidak memberikan atmosfer yang bersahabat.

Benarkan harus seperti itu??well.. mari kita lihat, ayah saya pernah memberikan nasihat untuk tidak berlaku sombong atau memandang remeh orang lain, karena semua mereka dan semua kita adalah sama2 manusia, dihadapan ALLAH.SWT samalah kita, kalo sujud sama2 nunduk nyium tanah,pantat diatas,otak dibawah,saking rendahnya hehehe...
dan sampai sekarang alhamdulillah bahwa hidup kami sekeluarga bisa selamat salah satunya karena rejeki yang mengalir karena pergaulan usaha beliau ke banyak orang.

saya juga punya kawan, yang saya bangga atas tingkat pergaulannya yang masuk ke banyak golongan, ibarat kartu As dalam kartu bridge. banyak kawannya dia, banyak yang sering minta tolong kepadanya, dan orang2pun menurut saya menjadi segan kepadanya. urusan sehari2nya saya perhatikan, jika dia meminta bantuan, menjadi banyak yang membantu karena memang kawannya banyak.

Nabi Muhammad SAW adalah contoh bagaimana beliau dalam bergaul tidak pernah memilih atau merendahkan. yang paling menyentuh itu adalah cerita ketika beliau dengan rutin menyuapi Pengemis buta beragama Yahudi yang sering menghina beliau, namun ia tak sadar kl sedang disuapi dengan tulus oleh orang yang sering dhinanya. Beliau SAW, telah menunjukkan dalam pergaulan tidak melihat latar belakang atau status, namun tetap dalam bergaul kita mempunyai prinsip, sehingga kita berbaur namun tidak melebur.

Ketika saya memilih2 dalam bergaul, itu sama saja saya sedang membangun penjara bagi kehidupan saya sendiri, dimana saya akan dibatasi oleh jeruji pemahaman bahwa mereka jahat dan sayalah yang bagus. tapi, ternyata jeruji pemahamanya malah terbalik, karena ketika semua tudingan itu secara tidak sadar terlontar, maka yang terjadi adalah kebalikannya. saya jahat karena merasa diri lebih baik dari orang lain, emang siapa saya???orang2 masih menghormati saya karena ALLAH.SWT masih berkenan menutupi aib-aib saya (ini ceramahnya AA Gym hihihi dicontek)


ahh kl gitu, kalo bergaul sama semua orang, nantik apa gak terpengaruh kita sonn??ngerinya pengaruh buruknya itu..


yaa..itulahh, bergaulnya dalam artian tujuan untuk menghormati dan bermasyarakat, jadi kalo kita menghormati masa, kita gak dihormati kalo itu berkaitan dengan prinsip2, jadi pergaulanya membaur tapi gak melebur. lagipula sejahat2 orang masa gak ada sisi baiknya?? mau bukti?? cobalah kalo bandit kita tereakkan 'oiii bandit kauuu yaaa!!!!!' pasti dia gak mau!! itu artinya dia masih mau jadi manusia yang baik-baik,ya kan... tanya aja ke dia, pasti dia gak mau kl anaknya jadi kayak dia..dan yaa mana tau kita kalo suatu saat kita membutuhkan bantuan orang2 yang tidak kita sangka2, gak ada jaminan kita menjadi pihak yang selalu membantu, dan karena itu, itulah gunanya pergaulan yang luas.

Wassalamualaikum

10 komentar:

  • dian sastro wardoyo says:
    12 October 2009 at 15:08

    mantap bro.. one of inspiration for friendship

  • Erikson says:
    12 October 2009 at 15:40

    @dian: eh dapat salam dr nicholas, katanya kapan maen pilm lagi, nantik kita buat AADC II, hahah.. makasi broo.... lanjut gannnn!!! :))

  • Anonymous says:
    12 October 2009 at 21:23

    sugik

    sukses selalu buat erikson....

    Yang paling nyaman adalah melihat seseorang dengan apa adanya dia sebagai manusia tanpa melihat embel2/label2 lainnya ttg dia dan yang paling bijak adalah dengan tidak menilai dia berdasarkan paradigma kita....jadi ya biar aja apa adanya dia... :-)

  • Erikson says:
    12 October 2009 at 21:49

    @sugik: waahhh bener2 bangga ne erikson, dikomenin mas sugi oiii ;)) (tapi ini mas sugi senior yang dikantor bukann ya, yakin bener aja dehh) makasi banyak mas.. dan dari sekian banyak orang yang pernah erikson ajak sharing, kayaknya mas sugi salah satu yang g cenderung memvonis atau menyalahkan.. dan biar berat insyaALLAH erikson ni pelan pelan belajar nerima orang dilingkungan erikson 'ya biar aja apanya dia' hehhe :D:D:D

  • soewoeng says:
    13 October 2009 at 08:48

    jadi pengen mengauli

  • Erikson says:
    13 October 2009 at 08:54

    @soewoeng: hahahah.. edisi dewasa niii :D:D:D:D

  • ichal says:
    13 October 2009 at 11:45

    hehhee...

    judulnya sama.... :)

    http://faisalfirman.blogspot.com/2009/06/melihat-yang-tak-terlihat.html

  • Erikson says:
    13 October 2009 at 12:22

    @ichal: waduh.. kebetulan sekali chal, benera g tau kl da ada yang sama, Erikson ubah aja deh hehe.. :) makasih chal..

  • togar says:
    15 October 2009 at 08:54

    trus model dalam foto diatas ga dijelaskan siapa aja?
    ckckck..

    there is no exist without narsis..hehehe

  • Erikson says:
    15 October 2009 at 09:50

    @togar: waaaaa spesial request ni.. haha dari kiri ke kanang: waknang ( a friend of mine with high-level of confidence), togaretta (my friend who is consistent and dilligent), Bu Ken Didik ( a mom with a great patience and persistence), Bu Mien (a mom with a lot of words of encouragement and spirit) and Bu Rosita ( a mom who is speaking with heart and lot of experiences of social working) terus yang paling ujung apa gar? hahaha :)

Post a Comment

Jangan ragu untuk komentar.. :) Dan untuk menjaga komentar spam, mohon isi dulu kode verifikasi nya.. Trims.