8.28.2008

PILKADA SUMSEL 2008

Assalamualaikum... Rasanya baru beberapa waktu yang lalu hingar bingar pemilihan kepala daerah di provinsi Sumatera Selatan, tepatnya waktu itu adalah ditahun 2004 awal, kala itu saya masih berbalut seragam putih abu-abu.


dan ditahun itu pula tepatnya pada tanggal 14 Juli 2004, menjadi saat terakhir saya datang ke Palembang dalam artian bukan sekedar 'hanya lewat', hingga akhirnya amanat negara membawa saya ke Ibu kota provinsi tempat saya berasal, Sumatera Selatan. Namun ada yang beda kali ini, ada suasana 'panas' dan 'gegap gempita' mewarnai kota ini, dimana-mana yang saya lihat adalah wajah dua pasang pria dengan seragam dan attribut yang beragam merepresentasikan provinsi ini yang beragam, ada nuansa resmi dengan jas dan dasinya, nuansa jawa, nuansa religi dengan baju koko dan banyak lagi.. wow, seperti yang sering saya baca di detik.com , disini sedang terjadi suksesi kepemimpinan yang dilakoni dua calon untuk memperebutkan sepasang kursi Gubernur dan Wakil Gubernur.
Wajah mereka tersebar dan terlihat dimana, di perempatan jalan yang strategis, bandara, tempat2 umu dan bahkan kondisi ini membawa efek menetes pula ke wilayah-wilayah kabupaten, termasuk di Kabupaten Ogan Komering Ulu, yang beribukota di Baturaja, tempat dimana saya lahir dan menghabiskan masa kecil dan masa remaja saya. jadi wajar saja kalau disana pun sering terlihat wajah dua orang tadi.
sebagai pemuda sumatera selatan rantauan, fakta ini menarik perhatian saya karena ada sebuah dorongan tersendiri bagi saya untuk mengikuti perkembangan daerah asal saya, memang saya bukan seorang yang paham banyak tentang politik dan seluk beluk nya, malah saya tidak suka politik, tapi kondisi ini merangsang naluri putra daerah saya untuk tetap memberi percikan perhatian yang paling tidak menuliskannya dalam blog ini agar ada sarana untuk mewujudkan perhattian tadi.
banyak ragam yang mewarnai cerita dari setiap calon, ragam ini berupa cerita yang dibawa dari mulut ke mulut setiap masyarakat sumatera selatan yang peduli, sedikit apapun kepedulian mereka. karena setiap calon membawa 'sesuatu' yang memantik feeling kita untuk angkat komentar, ada calon yang mengusung visi dan misi untuk menjadikan pendidikan dan kesehatan adalah gratis di Sumatera Selatan, wow, sangat berani dan mantap, dengan tujuan mulia agar prinsip keadilan sosial dapat terwujud. calon yang satu ini tadinya adalah seorang bupati dari kabupaten musi banyu asin, sebelah timur laut dari pusat kota palembang, kabupaten ini, konon katanya merupakan sebuah kabupaten yang kaya akan ladang minyak dan sumber daya perkebunan sawit. namanya Alex Noerdin, bagi mereka yang kontra bakal menuturkan:
'yo wajar b men sekolah dan rumah sakit pacak gratis di muba, la propinsi kayo mak itu, mun sumsel mano ke pacak!!!'
dan macam2 saja ulah mereka yang kontra ini, saya sendiri mungkin berpikir bahwa kasus isu perselingkuhan yang menimpa calon ini, adalah salah satu bagian 'black campaign' nya mereka dan tentang wakilnya juga namanya Eddy Yusuf, ada ada saja komentar tentang beliau ini, karena memang beliau ini tadinya adalah seorang bupati di kabupaten ogan komering ulu, pendek kata, ya kabupaten asalku...
'jangan pilih dio lagi, jingok baturajo, mano dibuatnyo, katonyo nak dibangun ini itu sampe sekarang mano pernah kan.. dah tu pulok dio tu da caro merakyat igo'
memang sih, saya juga secara pribadi pernah dikecewakan oleh mantan Bupati OKU, ini kala itu saya datang ka Kantor PEMDA untuk meminta dukungan saya untuk melamar PBKD ke Universitas Sriwijaya, tapi alhasil saya malah ditinggal maen catur oleh Petugas setempat.
Berikutnya tentang seorang calon yang merupakan incumbent Gubernur Sumsel sekarang, namanya Syahrial Oesman, pernah saya saksikan ia saat di acara debat PILKADA SUMSEL yang ditayangkan TVONE, beberapa minggu lalu, jawabannya tak terlalu meyakinkan dan lebih meminta masyarakat, kami tepatnya, untuk bertanya pada diri kami sendiri tentang apa yang telah beliau kerjakan dalam masa kepemimpinannya. Tak lama yang lalu kita pernah digegerkan tentang isu pemberitaan Beliau yang terlibat Judi, tapi lagi2 ini tidak bisa dibuktikan dan tak ada yang berani memvonis bahwa itu benar2 Beliau.
Wakilnya ini yang yang unik, bukan seorang birokrat tulen, tapi siapa tak kenal ia, namanya Helmy Yahya, semua citra baik2 yang ia miliki menegasikan semua tanggapan miring tentang inkapabilitasnya menjabat sebagai seorang wakil gubernur, beliau juga seorang putra daerah dari sumatera selatan dan pendidikannya pernah ditempuh di sekolah yang sama dengan saya, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara/STAN tepatya. kadang ego saya berpikir: 'kapan lagi anak STAN jadi wagub, udah pilh aja!!'
tapi memang urusan pilih-memilih dalam PILKADA bukanlah sepele, karena mayoritas hasil pilhan akan menentukan wajah Provinsi Sumatera Selatan paling tidak untuk 5 tahun kedepan..
jadi marilah kita melihat dan merasakan dengan hati kita untuk menentukan pilihan kita..
PILKADA for peace..
Wassalamualaikum
PS:
-Kepada Yang saya Hormati, Bpk Hasan Rachmani, terima kasih atas semua keteladanan yang diberikan pada kami, semoga ALLAH.SWT membalas semua dedikasi bapak kepada kantor ini, amin.

Read more »