6.26.2010

Di Balik Langit BSE


Jujur saja untuk postingan kali ini aku berterima kasih banyak dengan seorang bloggerwati karena setelah berminggu-minggu dengan kepala yang mampet dan miskin ide, akhirnya inspirasinya datang setelah membaca salah satu postingan beliau, silahkan baca saja langsung ke blog ybs yang diposting kira-kira dua minggu yang lalu.

aku baru sadar, rupanya sudah hampir sebulan lebih tidak update BSE, dua minggu di awal bulan Mei sibuk dalam pergulatan Ujian Akhir Semester, dilanjutkan dengan acara pulang kampung selama hampir dua minggu dan akhirnya. Terus sisanya? iya 3M lah disingkat: Males, MiskinIde dan Malasnulis :D hehehehehe...

Walaupun begitu, bukan berarti semangatku dalam blogging hilang. Masih ada kok, kusimpan dan kujaga selalu, karena menulis itu bagiku adalah aku dalam bentuk kata-kata. Sebelumnya ada kabar baik ini, kemaren dari hasil Ujian Semester Akhir, setelah hampir sebulan menunggu, akhirnya hasilnya sudah diumumkan, Alhamdulillah aku lulus dengan IP 3,54 dan berhak melanjutkan pendidikan ke semester berikutnya. Hasil ujian yang diwakilkan dalam bentuk angka keramat bagi mahasiswa, yaaa.. begitu kata nya.. MySpace

Kalau kawan2 membaca postingan bloggerwati yang menginspirasiku itu, pastilah ada kata langit yang dijadikan kiasan dalam artian yang lebih luas maksudnya. Bloggerwati kenalanku ini memang pandai menulis, mungkin jika ia kelak bernasib bagus, ia akan berdiri sejajar dengan Dee. Aminnnn... MySpace Dan ini tidak berlebihan, aku sering berkunjung ke blog dia dan aku juga lumayan banyak baca tulisan Dee. 11-12 lah selisihnya..

Tentang Langit...
Pernah dengar lagu nya Peterpan yang berjudul Taman Langit? Kenapa mesti Peterpan? apa karena sekarang lagi rame-ramenya kasus vokalisnya? Hahaha.. bukan soal apa-apa, kebetulan yang aku ingat cuma itu, ya itulah jadi yang kutulis.. Kalau kita coba terjemahkan sedikit maksud dalam lagu itu mungkin adalah tentang kenyataan bahwa seorang itu punya kehidupan sendiri-sendiri, jadi langit merekapun sendiri-sendiri. Persis seperti yang disampaikan dalam postingan bloggerwati kita itu "Aku ingin membuktikan padamu bahwa aku bisa menjunjung langitku sendiri" dan "...Kau hanya sedang tersilau oleh cahaya matahari yang menghalangimu melihat birunya langit. Percayalah bahwa kau bisa menjunjung langitmu sendiri...."

Dan Kini Langitku... MySpace
Langitku adalah perjuanganku dan keluargaku. Hanya dua itu saja kini. Dan sebaiknya hanya kepada dua itu aku serahkan semua perhatian dan keteguhanku. karena dua itu lah yang kelak akan selalu ada mendampingi hari depan ku. Bukan aku tak percaya dengan apapun diluar itu. Aku hanya takut silau dan lupa akan langit ku sendiri. Dan akan lebih aku takutkan lagi jika rupanya tak akan ada satupun yang mau menuntunku menemukan jalan untuk mendapat menjunjung langitku sendiri kembali. Seperti dulu, di suatu saat ketika masaku bersinggungan dengan dunia mereka diluar naungan langitku. Aku tahu aku mampu, dan aku lebih kuat dari yang aku tahu sekalipun. (sekali lagi untuk kata-kata ini aku kembali ucapkan terima kasih buat kawan bloggerwati itu hehehehe..)

Lalu Ada Mereka...
Aku kira aku kuat sendiri menjunjung langitku, Iya aku kuat memang. Tapi, suatu kali aku pernah merasa lutut ini seakan terus tertunduk lesu hampir mencium bumi. Disaat itu mereka hadir, mereka hadir seperti angin yang memberi kesegaran yang berbeda, kesegaran yang menguatkan. Namun mereka tetaplah angin, mereka tidak akan mantap selalu dibawah langit yang kujunjung, karena angin adalah udara yang bergerak. Maka mereka akan terus bergerak lalu berhenti dibawah langit mereka sendiri. Tapi mereka pergi dengan ucapan terima kasih yang kusematkan dalam setiap sela ikatan antar partikel mereka yang berongga. Membuatku sadar bahwa bagaimanapun mereka dan aku punya langit yang berbeda. Sesekali kami akan tetap saling melewati naungan kami satu sama lain, meninggalkan kesegaran yang menguatkan lalu kembali bergerak agar tak tertahan silau yang melenakan. MySpace

Perjuanganku adalah menjalani apa yang kini ku hadapi dengan memegang prinsip teguh yang tak akan luntur oleh pemikiran-pemikiran pragmatis yang mencari aman dan tanpa identitas. Perjuanganku juga adalah keberanian untuk menjadi beda walau harus melawan arus, karena apa yang ada dalam kepalaku akan kugapai dengan cara yang ingin kunikmati tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain. Dan semua ini bukan untuk ku sendiri saja, tapi juga untuk keluargaku.

Read more »