7.16.2010

Lemari dan Lorong Misteri


Waktu aku kecil, kakakku sering menakuti-nakuti ku bahwa itu didalam lemari di ujung ruangan kamar tidur kami, ada hantu wanita berambut panjang, berbaju putih dan bermata pucat, aku merinding menutup muka rapat-rapat membenamkan wajahku kedalam bantal sementara kedua kaki kutekuk tajam menempel ke sikut kedua tangan ku.

Lalu, dengan sekuat tenaga dia menyeretku, memaksa menarik bantal yang membuat mataku hanya bisa melihat gelap pekat. sampai akhirnya dengan bersemangat dia menunjuk ke lemari itu dan berkata:'lihat... tidak ada apa-apa kan!!!!!!!!!!' begitulah dan secara tidak langsung dia menjadi orang pertama yang membuatku paham bahwa rasa takut itu tidak nyata dan segera hilang saat aku berani atau dipaksa menghadapinya.

Namun sekarang, begitu aku menginjak hampir usia pertengahan kepala dua sang hantu wanita berambut panjang, berbaju putih dan bermata pucat menjelma lebih sadis, lebih nyata. Ia tidak lagi muncul sebagai bayang ketakutan semu ku yang tersimpan di dalam lemari kamar waktu aku masih kecil, namun lebih jauh itu. Kini aku dihadapkan pada puluhan bahkan ratusan lemari misteri kehidupan yang didalamnya sang hantu itu benar-benar ada, muncul dalam beragam bentuk dan rupa dan harus aku hadapi sendiri.

Lemari-lemari itu berjejer rapi sepanjang lorong perjalanan menuju apa yang aku cita-citakan. setiap satu lemari aku buka, maka dari dalamnya akan keluar suatu hal yang sama sekali baru bagiku. kadang aku menikmati hal itu, namun terlalu lama sampai akhirnya aku sadar bahwa hal itu hanyalah pelangi yang sesaat menawan lalu kemudian hilang, padahal disaat yang sama aku belum puas. Kadang aku cukup lama terbenam dan lupa bahwa sebetulnya aku sedang ada didalam lorong menuju suatu cita-cita. Butuh waktu untuk bisa sadar dan berdiri kembali serta melupakan apa yang telah pergi.

Suatu kali ada pula lemari lain yang terjajar pada suatu titik yang paling gelap diselasar lorong itu. Aku penasaran dan aku buka. bukan isinya yang keluar justru malah aku yang melesat masuk kedalamnya, ditarik entah aku sadar atau tidak saat itu. Tapi yang pasti didalamnya, aku sulit menceritakan apa yang aku alami, persis bingung. Namun bayangkan saja ketika kedua kaki kita diangkat sementara kepala kita dibawah, semua yang bisa kita lihat menjadi terbalik dan belum lagi mual dengan itu semua, tiba-tiba isi perut kita dikocok dan dikeluarkan lalu diperlihatkan dihadapan mata kita sendiri. Bingung. Malu. Terpojok. Marah. Diam. Begitulah kira-kira. Lalu dalam hitungan detik aku terpental keluar dan duduk bingung di lorong itu tadi sambil menatap lemari aneh yang satu itu.

Kali ini semuanya menjadi lebih berat, lebih berat daripada saat aku kehilangan satu hal di lemari yang lain sebelumnya. Berkacapun aku malu. Didalamnya itu tadi entah apa yang telah aku lakukan sampai isi perutku dijejerkan mentah-mentah dihadapan mataku sendiri. Kali ini, dengan linglung aku terus berjalan dan setelah beberapa waktu, aku melihat sesuatu yang lain lagi, sesuatu yang bersinar yang membuat ujung lorong ini tak nampak. Makin dekat, cahayanya makin pekat. Silau. Dan aku dapati bahwa itu adalah cahaya sebuah lemari yang lain. Lemari ini bercahaya, dan ketika aku buka, aku belum sempat sama sekali masuk kedalamnya, tiba-tiba keluar sejumlah manusia, beberapa mereka ada yang keluar sambil tertawa, bernyanyi atau hanya diam. Namun semua wajah mereka sama, satu wajah satu rupa. dan aku melihat wajahku ada pada mereka..

Aku tidak percaya dengan yang sedang aku lihat.. aku melihat aku sendiri dengan berbagai rona muka dan pembawaan, namun aku yakin itu semua bukan aku. Aku ini disini sedang melewati lorong kehidupan menuju cita-cita, melangkah penuh semampuku melupakan semua yang sudah terlewati. lalu siapa mereka???? Ah, jangan-jangan mereka hanyalah seperti pelangi yang pasti hilang bila aku berlama-lama melihat mereka. Lalu aku adalah bumi yang terus berjalan seiring nafas cita-cita yang aku bisikkan dalam hati.

Lorong kehidupan ini masih panjang.. masih banyak lemari lain yang didalamnya penuh kejutan dan tantangan. mereka nyata dan ada lalu kami berada dalam satu dimensi dunia yang sama. Dan aku tidak perlu merasa takut menghadapi itu semua. Bukan seperti sang hantu wanita berambut panjang, berbaju putih dan bermata pucat yang hanyalah ketakutan yang hilang tepat disaat kakakku menarik bantal yang membenamkan mukaku. Dan kakakku telah menjadi orang pertama yang menunjukkan padaku bahwa rasa takut itu tidak nyata dan segera hilang saat aku berani atau dipaksa menghadapinya.

P.S:
----
i just got inspired to post this, after watching Prison Break, when Michael Scofield put himself into Jail to save his Brother, Lincoln Burrows from death sentence for the mistake he didn't do.

Read more »

7.08.2010

Jelang Final WC 2010


Saya kecewa saat Argentina terseok-seok akhirnya kalah tertinggal 4 gol dari Jerman dalam partai hidup mati memperebutkan tiker ke Semi Final. Messi yang dielu-elukan hanya bisa sedih atas kekalahan pahit itu, namun apa daya.. Kau harus bisa moved on, Mess!! Don't cry Argentina!!
(hahahahha kayak ngomong sama kawan sendiri ya.. *sok akrab*)

Saya kembali kecewa saat Uruguay dilibas Belanda 3-2 dalam partai yang lebih menggigit, hidup mati menuju final! tapi paling tidak Uruguay pulang dengan kepala tegak bangga, karena bisa menampilkan permainan yang tidak membosankan, mengejar ketertinggalan bahkan menjelang menit-menit terakhir sekalipun!! Rasanya jadi pengen jalan-jalan ke Montevideo merasakan kebanggan tumpah ruah di sana..

Namun, semua kekecewaan itu terbayar saat Jerman terjungkal dari dalam pertarungan melawan Spanyol menuju Final!!! Horee.....Horee....Horee....!!!! Spanyol.. ayo sandingkan gelar WC dengan Piala Euro nya!!! dan Thanks Spain for making me sleep deeply last night!! :D

Yahhh... cerita diatas cuman sekedar pengantar bahwa intinya saya tergila-gila dengan tim dari Amerika Latin, dan kurang bersimpati pada negara-negara yang punya kuasa memegang tata kelola dunia ini, maka dari itulah saya senang saat Jerman terjungkal keluar gagal ke Final!! Apalagi saat Amerika Serikat kalah dari Ghana.. hahaha.. rasanya saat itu saya ingin sampaikan kepada negara penguasa itu bahwa benar mungkin hanya di dunia Sepak Bola, keajaiban dan kesempatan bagi negara-negara yang dianggap kelas dua bisa mengalahkan hegemoni kuasa mereka.

Namun apa mau dikata, hanya Uruguay yang mampu menjadi wakil Amerika Latin dalam putaran menuju Final, sampai akhirnya terhenti oleh Belanda yang akan bertemu dengan Spanyol di partai Final.

Di Final ini, saya menjagokan Spanyol dengan beberapa alasan, utamanya karena saya mendukung misi Spanyol untuk menyandingkan gelar juara Euro dengan juara World Cup, kemudian juga karena Spanyol memiliki pola permainan yang tidak eksplosif namun efektif (seperti yang dituturkan oleh DetikSport) dan saya setuju dengan ini, kalau dilihat sekilas ketika dilapangan tim Spanyol bermain dengan sangat sabar dan fokus. Mental lapangannya sudah terbentuk untuk menguasai medan.

Sementara Belanda? Personally, saya simpati dengan negara ini, WC 2010 ini menjadi pencapaian yang paling prestisius negara yang dulu pernah menjajah Indonesia selama 3,5 abad. Buat saya Belanda sudah menang secara pencapaian posisi, namun belum secara mental karena belum ada pengalaman merasakan partai final. Tapi tehnik permainan Sjeneider dan Robben membuat Belanda bisa saja membuka peluang mengimbangi Spanyol. Belanda bermain dengan kompak atas nama Tim, walau belum sesolid Jerman. Paling tidak menurut saya ya hahahha.. :D

Walaupun begitu, Bola itu bulat, tidak bisa diterka. Ingat saat Italy, Perancis dan Inggris tersisih lebih awal? Nama besar dan tim yang bertabur bintang ternyata tidak bisa menjadi jaminan kemenangan. Ada motto yang paling saya ingat dalam dunia sepak bola 'Football for unity', begitu katanya. Jadi sebetulnya kalau begitu tak masalah siapapun yang menang dan siapapun yang harus pulang lebih dulu. Karena kalau dicerna baik-baik maka setiap tim tampil atas nama Unity bukan atas nama negara ini atau itu.

Tapi sayangnya penerapan makna filosofis atas slogan itu sepertinya jauh panggang dari api, didunia ini, tata kelola dunia yang katanya dipegang oleh PBB sebenarnya hanya permainan negara dengan kepemilikan hak veto , terutama Amerika Serikat dengan berbagai kepentingannya. Negara yang dianggap sebagai Polisi Dunia tapi belum bisa mengambil tindakan tegas atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza.

Hahaha.. untunglah Penentuan Kemenangan dalam pertandingan Sepak Bola ini ditentukan di lapangan, bukan dari pilihan juri seperti acara Miss Universe yang ada saban tahun, kalau iya mungkin kekuasaan negara pengusa itu akan menyetir siapa yang akan menjadi pemenangnya seperti dianalisa oleh seorang kawan yang tulisanya pernah dimuat di sini. Jadi di dunia Sepak Bola saja, nampaknya hanya bisa makna manis 'football for unity' itu bisa dilihat.

Ahhh.. sudah aahh.. malah bahas ini saya jadinya :). Mending tetap fokus mendukung Spanyol, merindukan sundulan Fayol saat menggasak Jerman kembali berulang! Melihat serangan David Villa atau Fernando Torres!!! Lalu melihat sang piala diangkat tinggi-tinggi dengan penuh kebanggan dalam atmosfer kemenangan!! Agar dunia tahu bahwa masih ada tempat bagi negara manapun didunia ini untuk berkiprah dipanggug internasional tanpa intervensi berbagai kepentingan negara adidaya, dan mungkin suatu saat Sang Garuda kan terbang gagah ke perhelatan itu, amin!!! :D

Salam,
EBAZ _Erikson Bin Asli aziZ_

Read more »