1.29.2009

Suatu Malam di Gatot Soebroto..

Assalamualaikum dan apa kabar teman-teman sekalian? ini malam Kamis, sudah hari Kamis malah, tulisan ini karenanya sudah ditulis pada pukul 1.32 AM, betul-betul sudah waktu tengah malam.. dan jalan Gatoet Soebroto sudah sangat lengang, hanya ada beberapa deru mesin yang melaju kencang yang tedengar.. selebihnya cuma terdengar suara tut-tut keyboard dari seroang yang bernama Erikson yang sedang mengetik tulisan yang teman2 baca ini.. ya malam ini aku menginap di kantor, yang alasannya cuma satu, pekerjaan.
ada yang beda dari tempat posisi mejaku sekarang.. posisinya sangat strategis, menghadap ke kiri nya adalah bentangan Jalan Jenderal Gatot Soebroto dan bangunan2 tinggi besar khas pelengkap corak Jakarta, setiap sore aku bisa melihat padatnya macetnya lalu lintas dari dua arah yang berlawanan, terutama pada saat sepulang jam kerja. namun tetap saja jika pandangan ku lurus ke kiri yang ada muncullah balon simbol kampanye sunset policy yang akhir bulan Feb 2009 akan segera kelar.
kalau kulongokkan kepalaku, aku bisa melihat para komuter dari beragam bidang lalu lalang, dikejar waktu dan dituntut beragam urusan. sedikit saja kubukakan jendela tepat disampingku.. angin pun suaranya bisa aku dengar sehingga panggilan sholatpun lantang terdengar. namun aku sama sekali tidak menyangka akan merasakan kondisi dan ragam latar seperti sekarang ini, nikmat betul bukan buatan, sensasinya mantap. terlepas dari beragam kesibukan, inilah sumber kesenangan ku duduk betah2 dibangku ini, kadang aku melamun sekali2, kalau ingat dulu, 4 tahun yang lalu..
aku waktu itu bersama ayah dan dua orang saudaraku sedang berada dalam Bus Patas bernama ARIMBI jurusan Merak-Jakarta, yang pada akhir bulan Agustus tahun 2004 itu, sedang melintasi Jalan Jend Gatot Soebroto, keberangkatan kami waktu itu adalah untuk mengantarkan aku yang akan kuliah di STAN Prodip I Pajak, hingga ketika bus melaju kencang ,aku menunjuk suatu Gedung Putih Pucat karena remang malam bertuliskan papan logam yang jika dibaca akan membentuk tulisan 'DIREKTORAT JENDERAL PAJAK' , kemudian aku bisikkan ke ayahku, "pa.. itu kantor pusat pajak" ayahku tersenyum, lalu menjawab "insyaALLAH disitu bada ngan kele begawi" (insyaALLAH nanti kamu kerja disitu, terj), kami berdua pun tersenyum dan bus melaju kencang terus sampai kami terus turun di keluar gerban tol Jagorawi, untuk menginap di rumah saudara.
Tidak terasa seiring waktu berlalu, ternyata aku ditempatkan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, yang dulu gedungnya pernah aku tunjukkan ke ayahku dan bila kuceritakan ke ayahku perihal ini,beliau tersenyum yang menyiratkan syukur dan kelapangan. Bus ARIMBI itu :) rupanya telah jadi kenangan tersendiri bagi kami. dari gedung ini sekarang aku bisa melihat ARIMBI-ARIMBI yang lain yang mungkin didalam nya sedang ada manusia2 yang datang dengan mambawa harapan dan semangat perjuangan dari suatu daerah nun jauh disana, karena Indonesia kita memang luas bukan? :D, dan buat ayah dirumah.. alhamdulillah semoga ridhoNYA selalu menyertai kita sekeluarga,amin..
kemaren pula di meja ku ini aku kedatangan tamu, tamu yang aku kenal waktu aku ada di seksi yang pekerjaannya menyediakan data2 perpajakan untuk kebutuhan unit2 internal atau eksternal, tamu ku ini adalah seorang wanita yang pekerjaanya adalah Dosen dan waktu itu ia sedang membutuhkan data untuk merampungkan disertasinya mengenai PPh 21 (pemotongan pajak penghasilan atas karyawan) di negara kita, dan kala itu aku diminta membantunya. hingga akhirnya pada akhir tahun lalu ia memberi kabar bahwa ia sudah lulus ujian doktoralnya dan akan segera kembali ke tanah air, ia menawari ku untuk dibelikan oleh2.. wah, kebetulan ni kupikir.. aku langsung minta dibelikan 'Dreams from my father' nya Obama, dengan copy disertasinya buat bahan bacaan.
kemaren itupula ia datang, namanya Thalyta Ernandya Yuwono, membawakan buku dan disertasinya., kepadanya aku ucapkan terima kasih banyak karena telah mambawakan buku karangan Barrack Obama yang di beli langsung dari Negara Bagian Atlanta di Amerika Serikat dan disertasinya yang untuk jadi bahan bacaan. :D heehehe.. gratis lagi.. buku nya bagus pula, dari judulnya 'Dreams from my father' , cocok juga jika aku katakan, aku pun punya 'Dreams and Advices from my father' :D
itulah dia lintasan cerita yang aku tulis dalam malam lembur ku sambil merasakan hening gatot soebroto..
Wassalamualaikum.
P.S.:
Mbak Nandya, semoga ilmunya bermanfaat buat bangsa dan negara kita, dan terima kasih banyak atas bukunya buat saya dan Disertasinya juga :D.

Read more »

1.10.2009

Pondasi Hidup

Assalamualaikum.. apa kabar semua? dunia ini indah bukan?hidup ini juga bewarna kan?paling tidak begitulah seharusnya.. dan dalam setiap langkah hidup menurut saya adalah tertuntun menurut alur doa dengan jalan cerita yang tak pernah terjadi secara kebetulan, setujukah teman2? itu hak kita untuk berbeda dan janganlah dipaksa untuk menjadi sama... demikian pula tentang apa yang tersimpan didalam hati kita ini, hanya kita sendiri dan Tuhan yang tahu, betul?tapi paling tidak buat saya, ada ruang2 di hati saya tempat saya menyimpan cita-cita dan keinginan saya di masa depan.. bukanlah suatu hal yang tidak mungkin jika ada seseorang didunia ini yang menyimpan keinginan kuat di hatinya untuk menjadi orang yang mampu merubah dunia, menginginkan menjadi orang yang besar dan disegani di mata dunia, bahkan saya rasa saya bukanlah satu2 nya didunia ini, ada banyak saya yakin..

Namun rupanya hanya sedikit saja yang berkeinginan untuk merubah dirinya sendiri menjadi manusia yang lebih baik, dan pada suatu ketika saya diketemukan oleh ALLAH.SWT pada peristiwa yang membuat saya berpikir dua kali dan memutuskan untuk merubah diri saya terlebih dahulu, bahasa singkatnya, membangun pondasi hidup. semakin tinggi pohon semakin tinggi anginnya dan manakala seseorang belum matang bisa jadi jika ia tetap memaksakan untuk menjadi orang besar dan berkedudukan, ia tak kuat menghadapi cobaan2 tersebut.. dan mereka yang tetap berkeinginan untuk menjadi demikian ini adalah orang2 yang telah menjadi ambisius, saya sendiri bagaimana?mungkin saja saya adalah seperti itu paling tidak saya pernah merasakan menjadi demikian... dan mereka yang telah menjadi pohon2 yang tinggi telah memiliki pondasi yang kuat untuk menahan terpaan angin dan badai, yang terbentuk dalam hitungan tahun oleh pengalaman2 yang bermakna.
setiap orang ingin menjadi sukses, berhasil.. dan setiap orang memiliki definisi masing2 tentang sukses ini, entah saya salah atau benar, kebanyakan masyarakat menilai sukses seseorang diukur dari seberapa tinggi pangkatnya, seberapa banyak hartanya dan seberapa besar pengaruhnya dan perintahnya didengarkan dan dipatuhi.. jika saja rupanya banyak pemuda2 yang dengan malang telah termakan opini maka tidak salah jika saya katakan rupanya masyarakat harus menanggung akibat atas opini yang mereka lemparkan, karena ini membentuk makna sukses bagi sebagian pemuda yang belum paham pilosopi hidup dan nilai2 kehidupan, kasihan mereka, kasihan diriku..
Ada yang hampit buta, karena memang ambisi dan optimis beda tipis, ambisi membuat seseorang menjadi terlalu termotivasi, amat yakin dengan segenap usaha dan kerja kerasnya, sehingga melupakan kekuatan dan kuasa ALLAH.SWT, menganggap rendah orang lain dan melupakan fitrahnya sebagai manusia yang hanya ditugaskan untuk berusaha dan berdoa, bukan meyakinkan akan pencapaian hasil dan bagaimana hasilnya itu. jikalau ia gagal yang terjadi adalah sakit psikologis yang amat sangat yang tak akan sembuh dalam hitungan hari, bisa minggu atau bahkan bulanan, miris tapi begitulah faktanya.. dan seorang yang optimis juga akan tetap merasa kecewa jika ia gagal, namun itu hanya sebentar.. karena dalam perjalanan memperjuangkan cita2nya, seorang optimis tetap menjaga hatinya dari ketakaburan dan kesombongan, doa2 yang ia panjatkan membuat dirinya yakin bahwa ALLAH.SWT ada dibalik segala hal, lewat kuasanya masalah sebesar apapun, dapat terselesaikan, dan hal sesulit apapun akan termudahkan.. dengan bekal yang tertanam inilah.. seorang optimis yang mengalami kegagalan tak akan berhenti berusaha, bangkit kembali dengan tetap tidak melupakan fitrahnya yang hanya ditugaskan untuk berusaha dan berdoa.. sebuah doa yang menjadikan hatinya lapang dan penuh syukur, jauh dari iri dan kebencian, karena ada sesuatu hal didalam hatinya yang ia tak tahu apa itu, telah meyakinkan dirinya bahwa masa depan yang cerah menanti di hari esok, sesuatu hal itu juga yang mampu menepis rasa takut tentang masa depan dan kebencian/iri/rasa marah pada orang lain yang telah dikaruniai anugerah yang kita inginkan.
Hidup saya bukanlah untuk diri saya sendiri rupanya , untuk anak-anak dan istri saya kelak jika tiba saatnya saya berkeluarga nanti, untuk karir dan pekerjaan saya pula dan tentu saja buat keluarga besar saya tempat saya dilahirkan dan dibesarkan.. banyak orang yang tersesat oleh ambisi pribadi sehingga melupakan orang2 disekitarnya yang telah ia lupa bahwa dulu mereka2lah yang membuat ia seperti sekarang, omong kosong itu usaha dengan tangan sendiri tanpa bantuan orang lain.. dalam perjalanan hidup saya, sebuah kegagalan yang saya alami telah menyadarkan siapa saya sebenarnya, siapa2 yang telah membantu saya dan saya rupanya kembali diingatkan tentang asal usul sejarah saya, anak seorang pekerja keras serabutan yang telah bekerja keras agar anaknya, saya ini, bisa menjadi maju lebih baik dari ia. bisa jadi inilah cara ALLAH.SWT agar saya, hambaNYA ini, selalu ingat untuk bersyukur dan lebih peka dengan orang2 di bawah saya, karena ambisi telah banyak membuat orang menjadi terus mendongakkan kepala melihat ke atas, sehingga gelisah karean tidak bisa menyamai orang2 diatasnya.
Mirip sebuah perumpamaan apel rupanya, kehidupan orang lain yang tampak manis tanpa liku, selalu dinamis dengan senyum ringan tak berbeban, ternyata didalamnya menyimpan beban yang bisa jadi lebih besar dr beban orang lain kebanyakan adanya, seperti halnya apel yang mungkin saja ada ulat didalamnya. manis rasanya bersyukur itu, betul. dengan doa2 yang menyiratkan penghambaan yang membutuhkan bantuan dan kemudahan, bukan doa yang sifatnya mengancam, memaksa yang menjadikan hati ini kian khawatir dan cemas kalau2 doa2 itu ditampik. seyogyanya kesadaran macam inilai yang lebih baik ditanam, kesadaran bahwa rasa silau akan gemerlap kesempurnaan hidup orang lain adalah kesenangan yang menipu, pandangan yang membuat kita kehilangan manajemen diri dan merubah gaya hidup agar tampak sama dengan orang yang kita lihat, padahal tidaklah perlu sama sekali.yang semestinya terjadi adalah tidak pada tempatnya kita melupakan bagaimana kehidupan kita yang sebenarnya, dan keluarga kita adalah kehidupan kita yang sebenarnya, bukan dalam tangisan akan kebersamaan dengan orang lain, bukan dalam gelak tawa dengan orang lain, dan bukan dalam rutinitas harian antara kantor dan kuliah.Untuk kemudian dr situ kita menyebarkan nilai2 kehidupan ke lingkungan yang lebih luas.
saat menulis posting ini pikiran saya melesat balik ke suatu malam yang akan selalu saya ingat insyaALLAH, malam tanggal 5 Januari 2009, saat saya dan seorang teman berdiskusi secara mendalam sampai waktu subuh tentang banyak hal : manajemen diri, prinsip hidup, ketakutan2, pondasi hidup dan ingin menjadi apa dalam hidup. seorang teman yang sedikit banyak telah membuka pikiran saya,dan saya rasa inilah jawaban ALLAH.SWT atas doa saya selama ini untuk dituntun selalu ke jalan yang lurus, pertemuan dengan teman inilah bisa jadi adalah caraNYA mengembalikan saya ke titik normal kembali dan memahami hakikat hidup dan pencapaian cita2 dengan membangun pondasi hidup yang kuat dan berprinsip.
Wassalamualaikum...
P.S.:
Terima kasih banyak kepada Bang Efri Rangkuti, atas sharing malam kemaren itu semoga nilai2 kehidupan yang baik tetap tertinggal didalam jiwa saya dan semoga ALLAH.SWT berkenan menjaga saya selalu agar tidak kembali ke keburukan setelah Ia mengkaruniai saya dengan petunjuk,amin..
dan untuk semua orang yang telah membantu saya dalam hidup ini, terima kasih banyak (orang tua, saudara2, sahabat dan teman2 saya) dan buat diri saya sendiri: Jangan Sekali2 Melupakan Sejarah!!!.



Read more »

1.01.2009

Semoga Lebih Baik..

Assalamualaikum dan salam bahagia selalu.. setahun sudah berlalu, 2008 perhitungan masehi dan 1429 Hijriah perhitungan Islam, kini sudah berganti wujud menjadi 2009 dan 1430 H, yang nanti saat menjalaninya pasti punya cerita dan nuansa yang baru lagi, tak terduga. namun, sebagaimana setiap orang dimanapun mereka, aku pun punya cerita sepanjang tahun 2008 lalu, sepanjang 2008 ini, pekerjaan ku sebagai petugas call center sistem informasi di DJP, benar-benar telah menjadikan hari-hari ku tidak lepas dari kegiatan mengangkat telepon, membalas email, menjawab notifikasi. Berita Acara perubahan data, Database, SQL, TOAD, IP Phone sangat akrab dengan aktivitas sehari-hariku, meskipun begitu sejauh ini aku Alhamdulillah aku masih bisa menjalaninya dengan baik dan lapang, meskipun sesekali kesabaranku benar-benar diuji dengan dihadapkan pada kasus-kasus pelik yang melibatkan user-user yang pefeksionis dan kurang berkenan dalam nada bicara, beruntungnya aku memiliki rekan-rekan sekantor yang mau mendinginkan emosi saat sesekali aku terbawa kondisi. Dan sekedar informasi pula, pekerjaan sebagai petugas Call Center ini tak akan habis jika terus diladeni, bahkan tak jarang aku harus lembur hingga malam untuk menyelesaikan laporan-laporan permasalahan yang tertera di things to do komputer saya, cenderungnya hal-hal ini hanya aku lakukan di akhir pekan hari kerja seperti Jumat misalnya. mungkin hikmahnya adalah selain dituntut untuk terus belajar dan konsentrasi disinilah pula mungkin ALLAH.SWT mendidik ku menjadi lebih sabar dan bertanggung jawab.
tahun 2008 ini pula alhamdulillah aku diamanahi titipan berupa properti yang amat mendukung kreativitas, pekerjaan dan hobiku, yaitu sebuah Laptop HP Presario V3300, yang aku beli sekitar 4 bulan lalu di Mangga Dua, Jakarta Barat, lewat panduan seorang teman yang mahfum betul seluk beluk piranti barang-barang canggih, Laptop ini kuberi nama 'Buyung', dengan adanya si Buyung, frekuensi aktivitas ku dalam menulis dan mengekspresikan pikiran menjadi lebih baik, kadang dimalam hari selepas belajar atau saat ada waktu lengang, kutulis pengalamanku, ada yang bahasa inggris ada pula yang bahasa indonesia (untuk yang edisi bahasa inggris, bisa mengakses ini http://rickeledeon.blog.friendster.com/) sedangkan di blogspot ini, kuperuntukkan hanya berbahasa indonesia saja. kadang dengan Buyung pula kuhabiskan waktu menonton film DVD di waktu lengang untuk merefresh otak yang sering datangnya untuk diremajakan. selain itu, satu lagi amanah yang aku dapat yaitu sebuah kendaraan bermotor, Honda Revo Racing berwarna merah, yang sekarang selalu setia menemaniku. dengan plat B 6034 SPR, sudah beberapa ruas jalan protokol yang aku lewati serta liuk-liuk jalan tikus untuk mempercepat perjalanan. kadang pula manakala sedang ingin jalan-jalan, aku meluncur dengan Revo Merah ini, ke suatu tempat yang aku inginkan, yang aku anggap bisa menjadi penyegar mata dan hati. niatku satu sebenarnya, dari dulu keinginanku adalah jika nanti aku sudah memiliki kendaraan bemotor, ingin sekali aku mengantar teman-teman ku yang masih rajin menyambangi angkot dan atau bis kota dalam berperjalanan, namun ternyata aku pun masih belum percaya diri untuk membonceng mereka, dan mereka pun tahu rupanya aku adalah baru dalam berkendaraan, jadilah mereka enggan dan kadang aku bilang kemereka.. 'nantilah kalau aku sudah lihai, aku antar kalian.. betul yah.. hehhe :D'. Otista-Gatsoe-Ps.Minggu-Kalibata adalah rute pertama dalam perjalanan ku bersama si Revo Merah.
pada November 2008 lalu, aku pindah kost ke Jakarta Timur,Kampung Melayu tepatnya, setelah sekitar dua tahun aku tinggal, di Mampang Prapatan Jakarta Selatan, bersama teman2ku yang sudah kuanggap seperti saudara sendiri, Anton Astari dan Hari Raden, satu diantara kami ada yang menikah sehingga kamipun pindah ke Kampun Melayu, sementara saudaraku yang tadi itu pindah bersama sang istri ke Bintaro Jakarta Selatan, seorang lagi masih untuk sementara menemani hingga sang istri datang ke Jakarta di pertengahan Januari ini, dan alhamdulillah setelah sekitar sebulan lalu menikah, kini saudara ku ini telah akan menjadi ayah, karena istrinya tengah hamil, semoga kelak anakmu menjadi anak yang sholeh dan berguna bagi sesama, amin.. begitulah hidup rupanya, harus selalu siap untuk lepas dari zona nyaman dan kembali membuka wawasan dan merasakan pengalaman baru di suatu tempat dengan suasana yang baru, sama sekali baru, tapi pesan ayahku selalu kuingat, dari situlah kita belajar kata beliau..
Ketika pertengahan tahun 2008 lalu aku belum lulus ujian seleksi D-III Khusus STAN, aku benar-benar sedih dan kecewa namun 6 bulan berselang hingga sekarang ini, aku sudah merasa lebih baik dan lebih lapang dalam menerimanya, dan karena itu juga kini aku sedang dalam usaha untuk mempersiapkan diri dalam ujian masuk yang mungkin akan diselenggarakan pada sekitar April atau Mei 2009 nanti, semoga ALLAH.SWT memantapkan niatku, meridhoi usahaku dan memudahkan jalanku, dan hanya kepadaNYA lah aku berdoa untuk diberikan jalan dan pertolongan amin.. perkenankanlah hambaMU ini ya Illahi Rabbi, amin..
Pertengahan tahun 2008 lalu, anggota keluarga kami bertambah tiga orang, kehadiran seorang keponakan laki-laki yang kini berusia 8 bulan, bernama Alvin Sejati,putra kakak perempuanku dan keponakan perempuan bernama Khadijah Assyifa Kharisma dari pernikahan kakak ku dengan istrinya telah memberi warna dalam silsilah keluarga kami, maka itulah sesekali ingin rasanya mudik ke Baturaja dan berkumpul dengan keluarga, bahagia rasanya bisa bersama mereka, saling mendengarkan cerita dan saling menguatkan satu sama lain.
Dan kini semua cerita itu telah memberi hikmah yang akan terus terbawa ke hari depan, dan semoga kedepan semuanya menjadi lebih baik, amin...
Wassalamualaikum..

Read more »