4.29.2012

It Is About To Come, May!

Sudah sekitar seminggu aku tidak update blog, it feels like loosing an apetite and not knowing what to eat karena masalah penjual paket internet 3GB/3bln yang tidak memberitahukan bahwa kuota tersebut dibagi rata tiap tiga bulan dan ketika kuota bulanan habis maka harus menunggu aktivasi dari provider di bulan berikutnya untuk dapat terhubung dengan internet kembali. Is it sucks??? Heaven, yeahh!!! i wonder why they didn't tell me this thing from the beginning! Berhati- hati dan bersikap kritislah ketika membeli simCard Internet, tak masalah jika ini membuat kita tampak bodoh dan menyebalkan daripada di ujung baru ketahuan dan mereka malah menjawab: "Karena situ gak nanya!"

April akan segera berakhir dalam 2 hari lagi, Mei sudah akan tiba. I don't know what the future will bring, tapi apa yang terjadi sebagai pengalaman selama dua bulan belakang ini, sudah mengajarkan bagaimana seharusnya aku bereaksi pada kehidupan. Life never teach me in the way that school do. It shows me how any tests or constraints tend to let me off the hook and at the same time showing me that i have to choose my thinking rather than reacting for my emotion.I just found out when i am on my way to be better in life it may end up accepting life as it is. Apapun yang nanti terjadi kedepan, Mei, adalah bulan yang sudah terpampang di kalender meja kerja, dengan libur tengah bulan yang sudah kulingkari sejak lama. No hesitating. No Boastfullness, just run what i have been planning.


Read more »

4.22.2012

4 Hal Budaya yang Kebablasan di Indonesia

Orang Indonesia itu Sopan. Adat Indonesia Menjunjung Tinggi Sopan Santun dan Saling Menghargai. Well okey dari aku cukup dua aja, jadi silahkan kalau ada yang mau menambahkan lagi karena aku yakin bakal nerima 10 tambahan statement yang berbeda seandainya aku nekad keluar di terik siang bolong ini buat nanya ke 10 orang lagi diluar sana yang mungkin sedang asik nongkrong di Sevel atau Starbuck or anyplace you name it! Lalu inti dari semua itu adalah bahwa kita sejak kecil ternyata sudah berhasil didogma tentang identitas ketimuran yang membuat kita sebagai pribadi yang sopan, toleran, ramah, dan berkepedulian tinggi dan lain sebagainya. But, frankly speaking guys, as we grow older we need to take a look back and ask ourselves. Are we really surrounded by polite-tolerant-friendly-attentive people? Kita sepertinya harus mulai mikir kembali tentang kebenaran dogma itu, karena kelihatannya, at least for me, some parts of this nation are really in serious problem ini defining that stuff! Inilah sejumlah dogma yang santer terdengar dari dulu sejak jaman kita masih gaya dengan model potongan rambut yang kinyis-kinyis sampai sekarang sudah bisa cukuran sendiri sampai jadi klimis!!!

Serious Problem, I call it. But, don't get me wrong! Disni aku cuma mau menyampaikan bahwa tidak ada yang salah dengan semua sikap itu. Menjadi sopan, ramah, toleran atau berkepedulian sedikit banyak akan membuat kita semua hidup serasa dalam surga dunia yang damai, tenang dan tenteram karena memang itu lah tujuan semuanya. Well, if you already live your life that way, i am glad because that all i want, dan semua yang tertulis dalam artikel ini memaparkan kenyataan bahwa kamu sudah begitu beruntung menjadi demikian damai, tenang dan tenteram! Because you know what?! These dogmatized things are now likely to be exxagerated by those that i call getting serious problem! Sebelum aku bahas lebih jauh soal ini, tidak lupa aku sampaikan bahwa aku belum pernah tinggal di Eropa atau Amerika jadi ini tidak ada hubungannya dengan perbandingan kultur dunia barat dan timur, dan sejujurnya aku masih bingung sampai sekarang kenapa masih ada dikotomi seperti itu mengingat bumi itu bulat, Well, untungnya itu bukan pembahasan utama. Hahaha.. you may get bored with this bullshit! Just wait a second! i am about to show you the real thing. Take a note! :D

And here they are in a random order...

1. Orang Indonesia itu Memiliki Kepedulian yang Tinggi
Aku termasuk orang yang nyaman dengan aplikasi kepedulian yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari hal yang kecil saja seperti sapaan pagi yang ramah dari tetangga ketika berangkat kerja atau sekedar senyuman sekilas dari teman sekantor ketika suatu hari aku berangkat kerja naik motor. Belakangan aku sempat merasa beruntung cukup lama terjebak dalam mindset bahwa jalanan dari tempat tinggal ke kantor aku adalah jalanan di Manhattan New York or Baton Rouge Lousiana, seperti yang sering aku lihat di film- film hollywood! Sampai suatu hari aku mulai merasa sadar (yah aku 'sadar') akan kepedulian teman2 sekantor aku yang setiap hari makin banyak dan makin sering nanya: lu, kekantor jalan kaki ya?????? Well, honestly i am sick of being asked about it again and again, every day! Mungkin ya mungkiiiiin... ini juga yang membuat Eat Pray and Love directed by Ryan Murphy memunculkan dialog "I am so sick of people telling me that i need a man" ketika syutingnya dilakukan di Bali.
Aku masih ingat ketika suatu hari aku ditanya soal teman aku yang ngejual motor kesayangannya dan menggantinya dengan motor dinas kantor, seorang teman yang lain langsung menanyakan:"Emang kenapa ya dijual?" Hello, i am not his father, go ask by yourself! dalam hati aku jawab gitu mengingat aku tidak tertarik untuk tahu lebih lanjut kenapa dia sampai menjual motornya karena buat aku kelihatannya itu sudah jadi urusan pribadi nya yang bersangkutan. MYOB!!!!
Itu poin yang begitu jelas menurut aku, kadang kepedulian oleh kita dimaknai lebih jauh sampai ke ranah pribadi masing- masing, sekedar cukup tahu sudah cukup, kalaupun ingin membantu maka tidak perlu lebih jauh tahu soal latar belakang ini itu, just help, and it is God will take care of the rest!

2. Orang Indonesia itu Sopan Santun dan Toleran
Coba cek buku raport waktu masih sekolah dulu, aku yakin kebanyakan pasti nilai untuk mata pelajaran PPKn minimal paling kecil 7, jarang sekali yang sampai dibawah itu. Yap, nilai 7, 8, atau 9 untuk mata pelajaran yang satu ini bukan hal yang aneh, justru aneh kalau dibawah itu. Tanya kenapa? Karena Sopan Santun dan Toleran itu begitu mudah secara teori. Even for some cases, you don't have to look at the question just pick one answer out! and voillaaaa... you get an A! :) tapi begitu dibawa kedalam dunia nyata baru terasa gagap! Istilahnya antara praktik dan teori tidak cocok!
Karena nilai yang baik tidak menjamin perilaku akan baik pula, ini menjelaskan kenapa kekerasan masih sering terjadi disana sini, sehingga koran Lampu Merah masih laku keras di Ibu Kota Jakarta! Dan beberapa terminal sangat tidak recommended karena adanya tingkat kriminalitas yang tinggi and no wonder why some high school students are really busy engaging with a gang fight. Polite, huh?
Yang juga geli untuk dibahas yaitu soal Toleransi, aku menganggap kebanyakan dari kita menganggap sikap toleran itu adalah cenderung mengalah terus even when we know that somebody screws us! akhirnya terlalu lelah mengalah, malah jadi api dalam sekam, dipendam jadi dendam! And here the story goes... in the morning Tn A killed his neighbour because of loosing temper after feeling tired of being played! Wow, seandainya budaya toleran kembali diletakkan dalam batasan yang tidak melanggar hak- hak pribadi dan sosial, dan menggunakan rasio untuk mempertahankan hak sepertinya kasus pembunuhan berdarah dingin atau konflik dalam dendam yang tak berkesudahan setidaknya tidak perlu terjadi. Do we dare to be that way? or do we dare not? Think about it guys!

3. Orang Indonesia itu Gemar Gotong Royong
Putar balik memori terbaik yang teman2 punya tentang kegotong royongan di Indonesia! Fortunately, i got one! Sudah lama sekali yaitu waktu di kampung halaman aku sedang ada anggota penduduk yang membangun rumah dimana sebagian masyarakat di kampung ikut memberikan sumbangan tenaga!
Kini seiring waktu, jumlah lingkungan pedesaan makin tergerus modernisasi jaman and it ends up reducing Gotong Royong spirit among us. Well, you can give me a big NO, but there is one thing you get to know guys that there is no such a free lunch nowadays! It is a damn true! Tapi walau demikian aku yakin bahwa masih ada segelintir orang yang mau membantu walau dapatnya cuma thank you! namun jumlah yang (semakin) sedikit ini makin membuat citra ke-Gotong Royong-an Indonesia kian tenggelam. Tidak usah jauh- jauh, dilingkungan kerja saja misalnya. Prinsip umum yang secara rahasia berlaku adalah everyone works for money, if you want a loyalty, please hire a dog!
Gotong Royong itu soal ketulusan dan ketulusan adalah hal yang sulit ditemukan kalau sudah soal urusan pekerjaan. Stay close to your friends and your enemies closer! so if there is something you need from them you can get it easily and just leave if you get no more ponies on the race! Sebuah justifikasi bijak yang suka aku dengar sebagai kemakluman atas realita ini adalah: 'yah namanya orang ya macam- macam, jadi ya sabar saja'. Hell yeah, by saying so, to me, you just admit that most people are being selfish lately and you want us to be patient? who do you think we are? angels??
Anyway, you may ask for help to people on behalf of Gotong Royong, but C'est la vie! You need to prepare some cashes!
Setidaknya dari sini aku mulai mengingat bahwa semangat Gotong Royong adalah jiwa mendasar kehidupan bangsa Indonesia, bangsa yang kita cintai ini, maka tidak ada cara lain untuk menjaganya selain memulainya dari diri sendiri, namun dengan tambahan satu prinsip: If you expect for some money in return, It promises you nothing.


4. Orang indonesia itu Kekeluargaanya Tinggi
Ok aku ulang sekali lagi. Kekeluargaan. Yah teman2 tidak salah dengar, dogma ini merupakan salah satu dari beberapa yang sering kita terima sejak kecil baik langsung atau tidak langsung, dikatakan tinggi karena walau secara silsilah sudah jauh, tetap saja disebut- sebut bahwa hubungan keluarga masih ada dan karena keseringan dibahas akhirnya bukan tuntas malah makin meluas, sebabnya adalah kadang dari pembahasan itu diketemukan satu hubungan yang baru biasanya karena hubungan pernikahan.
So it is not solely from the blood to be considered as family but through marriage as well! Aku mau menekankan bahwa tidak ada yang salah dengan tingginya tingkat kekeluargaan ini, justru bagus! Tapi pleaseee... sejauh mana ketulusan dalam memaknai kekeluargaan itu, hanya kita yang tahu. Kekeluargaan itu adalah kehangatan. Namun faktanya, dalam strata kehidupan sosial terkecil yang kita sebut keluarga besar itu , we will tend to be treated differently based on what we can bring to the table, i mean if you are rich and success i am pretty sure you will get their hospitality, but if you are not, again and again i just can give you an old advice: be patient!
Tidak sampai disitu, hal yang lebih repot adalah bahwa kadang tingginya tingkat kekeluargaan itu menjadikan beberapa dari kita harus siap manakala nama kita dijual untuk kepentingan tertentu. Contoh: "Pak tolong buatkan saya kartu ini dan kartu itu, saya tahunya terima beres ya, gak pake ribet! Oh ya, kepala kantor kalian ini adalah paman saya dari sepupu mbah saya yang menikah dengan sepupunya mbah tetangga saya, jadi mbah saya dan mbah dia sama- sama mbah.. mbah.. bla..bla..bla..." Well, it is sucks to confront with this alien because they have no idea or willingness to understand how things run. Just say: "Go to hell with your relatives position here in this office i get nothing to do with that, a rule is a rule and always will be!!!
Begitulah kenyataannya, kekeluargaan yang tinggi dimaknai secara sempit lewat kesuksesan duniawi dan nama besar anggota keluarga dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi! I take a pity on that! and guys, you know what the consequences are when considering somebody else as family, it is not only about considering but also caring and loving whatever they are!

Jadi aku pikir setelah menuliskan empat poin ini, semoga pikiran kita terbuka dan bisa terus terbuka lebar just like the blue sky untuk memahami kenyataan bahwa semua cerita manis tentang Indonesia pelan- pelan sudah mulai ditinggalkan walaupun banyak yang membohongi diri sendiri dengan menganggap seolah-olah berbagai penyesuaian yang terjadi hanya sesaat saja. Well, we can make our eyes wide open to see how these beloved things are fading! and we also can encourage ourselves to maintain it as it used to be although it means we have to be ready to get nothing but a thank-you. You be the judge!

Ebas adalah bukan Ibas anaknya SBY, bukan juga Bebas yang kehilangan huruf B. Namun Ebas hanyalah Laki- Laki yang tanpa huruf L akan menjadi keriput!!! :)

P.S:
-----
Gambar diambil dari sini, sini, sini, sini, sini, sini, sini, sini, sini, sini dan sini...

Read more »

4.15.2012

When Things Go Sucks!

Akhir pekan ini kuhabis kan di kos saja dengan rutinitas biasa: membaca buku, internet surfing, atau berolah raga jogging. Seminggu belakangan aku memang makin intens jogging di Kambang Iwak Palembang, untuk persiapan pendakian Kerinci dan Dempo bulan depan. Pelan- pelan sepertinya memang aku sudah bisa menyesuaikan diri dengan kota ini. Walau sejujurnya pekerjaan dikantor yang berpotensi menjemukan (karena tidak sesuai dengan latar belakang pendidikanku) terbukti ampuh membuatku ingin segera enyah dari kota ini jika memang ada kota lain yang memberikan pekerjaan dengan job description yang (maaf) lebih menghargai pendidikanku.

Aku insyaALLAH siap untuk pergi merantau ke Pulau Belitung sekalipun daripada memendam kekecewaan atas pengkhianatan pada keilmuan yang telah kuperjuangkan di kampus. Begitulah, kepalaku memang sudah terisi dengan harapan untuk berada di suatu tempat yang peranku dapat kumainkan dengan baik bermodalkan bekal ilmu, bakti dan semangat belajar yang tidak akan luntur. Untungnya aku masih bisa bersikap baik di kantor dengan menampakkan performa yang (mungkin) membuat beberapa orang menilai bahwa aku menikmati apa yang kukerjakan, namun jauh dalam pikiran dan harapanku, bayangan soal peranan lebih, kebermanfaatan lebih dan kepuasan aktualisasi diri selalu saja hidup dengan jelas. Tersimpan dengan jelas dan dalam.

Kejujuran diatas bisa jadi terdengar seperti ketidakpuasan atau ketidakbersyukuran, namun jika ada yang masih berkenan menganggap bahwa harapan itu sebagai sikap ketidakmenyerahan-kepada-nasib, frankly speaking dude or dudette, i owe you more than thanks! Karena aku geram juga bila beberapa mungkin akan berkomentar bahwa ALLAH.SWT akan memberikan azab yang pedih karena dinilai ini sebagai sikap yang tidak bersyukur. Well, let me tell you one thing, i suggest you learn to differentiate between complaining and 'looking-for-something-better'. Oh wait, one more, i am sure ALLAH.SWT will not fall His torment to me as He knows what i am up to'.

Namun, mungkin memang bagian ini adalah titik kebenaran bahwa bureaucracy is sucks! It looks never get interested in what you come with instead of putting you on any vacant place you may not deserve it and that what happens to me now. I am sick of this, indeed. Aku cuma hanya bisa bersabar dan terus menjaga harapan semoga kelak semua bayangan tadi menjadi nyata suatu saat nanti, i make myself get busy living everyday rather than get busy dying, while waiting for the hope to be real. Because i am sure that hope is the best thing ever in life, and it will never die. Bismillah. Ah, tidak terasa sudah masuk tiga bulan aku disini, dan rencana perjalanan bulan depan tampaknya bisa menjadi refreshing untuk mere-charge energi untuk hidup. I just can't wait!

Read more »

4.14.2012

Ketika Gerbong Mutasi Lewat

Dikantor baru saja ada mutasi rutin, ada yang promosi dan (mungkin) ada juga yang didemosi. Sebagai yang masih bisa dibilang baru dikantor, aku belum banyak mengenal mereka secara dekat, dan waktu salah satu dari mereka pindah ikut serta dalam gerbong mutasi, aku ucapkan selamat semoga diberi ketabahan dan kekuatan dalam mengemban amanah di tempat yang baru. Salah satunya kepada Pak Imranuddin.

Terima kasih untuk keramah-tamahan, keceriaan, nasihat serta semangat yang diberikan (walau cuma sebentar), semoga bisa selalu kuingat. Bengkalis, tempat yang baru nanti, memang jauh dari Palembang. 7 jam dari Pekanbaru perjalanan darat! belum lagi ditambah menyeberangi laut. Semoga rejeki yang halal untuk Bapak dan keluarga selalu mengalir dari jalan yang tiada disangka- sangka. Well.. kalau bisa diprotes harusnya para pengambil keputusan mempertimbangkan faktor usia dan keluarga.


Now i know one fact about bureaucracy, it is something sucks and i learn to be well-prepared (and patient) for another sucking things which may come to me!

P.S:
-----
Gambar diambil dari sini via google.

Read more »

4.12.2012

Maskulinitas Tanpa Otot dan Ereksi?


Tahun ini usiaku masuk 1/4 abad. Sebagian dari tahun- tahun dalam 1/4 abad itu habis dengan menjadi seperti apa dulu kulakoni dan jalani, selebihnya ya menjadi apapun yang orang katakan tentang aku kini mulai dari 'Rik, kamu nyadar gak kamu tuh berubah??' atau sampai ke yang harsh 'kok lo sekarang jadi aneh? sejak kapan?'. Haha.. It's been a while since the last time i care too much to what people said about me, but now their words just go with the wind. Srew you guys! :).

Aku lagi berpikir tentang bagaimana sisa umur kedepan ini mau kuhabiskan. Hal maskulin apa yang belum dan perlu aku lakukan?
Touring sendirian sejauh 820KM? Sudah!
Berkelahi sampai mata lebam dan kacamata pecah? Itu bodoh!
Being so penniles at the middle of the month?! Cukup, jangan dibiasakan!
Berdiri di puncak beberapa paku bumi di nusantara? I can't tell you the pride!
Doing things when brain left behind? Itu tanda bahwa kita tidak jauh beda dengan Tupai sesekali.

Life is not a video game! It starts to take my focus to certain things i consider principle! Others? They will take care of themselves to the place they deserve, the garbage! Ok, aku tidak sedang bicara tentang video game yang kugandrungi sejenak (Oya, hanya beberapa minggu mungkin) waktu kelas 2 SMP dulu, tapi ini tentang maskulinitas ku sebagai lelaki yang harus kupertanggungjawabkan kepada anak atau istriku kelak bila sudah berumah tangga, semua nya kucoba susun menjadi milestone setahap demi setahap even if it takes years because so far i get no an instant way to pass it. Let me repeat it! Years! not months or even weeks! Take a note! :)

Maskulinitas bukan lagi soal seberapa kuat ereksi penis di pagi hari atau seberapa six-pack otot perut ini, tapi juga soal keberanian mengambil sikap, melakukan hal- hal baru, dan mengambil pelajaran agar makin dapat sejalan dengan pepatah makin tua makin bijaksana. Well, people grow old but still we need to question about the wisdom, because being old and being wise are two different thing! Just like the fact some students are not studying! Pilihan sikap yang diambil selalu sejalan dengan resiko, selagi masih muda aku tidak mau hidup susah dihari tua sehingga aku siap kerja keras selagi usia muda ini.

Pikiran ku jauh melayang, (but i still keep my feet to the ground) tentang gambaran hari depan dan tentang Bebek yang dikawinkan dengan Berang- berang dan akhirnya melahirkan Platypus! Forget about it! Sejauh ini aku seperti Komodo yang setia hanya pada satu pasangan saja, itu bukan berarti aku tanpa nafsu namun aku memang tipe lelaki yang sulit jatuh cinta. Pacarku hanya satu dari dulu, dan kini aku tengah mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk modal menikah! Culture is sucks for traping our mindset to conduct such a damn expensive matrimonial ceremony! If only i live in an uncivilized society (which is impossible) i may be a father of 3 or more :).

Jadi terjawab sudah, Hal maskulin apa yang belum dan perlu aku lakukan? Menikah! Bukan supaya maskulinitas bisa kembali ke makna awamnya yaitu seberapa kuat ereksi penis di pagi hari atau seberapa six-pack otot perut ini tapi agar aku bisa mengambil sikap, melakukan hal- hal baru, dan mengambil pelajaran dari situ. Begitu, padahal sudah mau masuk 1/4 abad umurku! :)

P.S:
-----
Gambar diambil dari sini!

Read more »

4.08.2012

Touring Palembang- Baturaja


Libur akhir pekan panjang sudah usai, 3 hari liburan itu aku habiskan dengan pulang ke rumah orang tua di Baturaja, sudah 2 bulan lebih aku belum pulang, untuk ukuran jarak Palembang- Baturaja, maka 2 bulan sudah termasuk lama. Aku pulang sekalian untuk menjemput motor Scorpio dan sekalian kupakai saja untuk berangkat ke Palembang. Tidak ada istilah lebih murah dengan mengambil cara ini, karena biaya ongkos mobil travel dialihkan ke biaya bensin premium full tank hampir Rp 60.000 lebih.

Perjalanan aku mulai pukul 10.30 dari Baturaja, setelah memastikan semua kesiapan akhirnya aku berangkat. Jalur yang aku lewati adalah dari Baturaja- Lubuk Batang- Prabu Menang. Selama melintasi ketiga kecamatan ini, cuaca mendung tidak stabil, kadang hujan namun kadang berhenti, arus pun cukup ramai sehingga meminimalisir resiko kriminalitas yang masih lazim terjadi khususnya pada malam hari. Medan jalan masih cukup bagus, jarak antara dua lobang jalanan masih cukup jauh sehingga masih memungkinkan untuk menambah laju kecepatan motor.

Setelah lewat Kabupaten Ogan Komering Ulu (Beribukota di Baturaja), aku mulai masuk Kabupaten Muara Enim, disini cuaca cukup terik namun lobang jalanan makin banyak bahkan ada yang cukup lebar menganga di badan jalan dengan kondisi tergenang air hujan, sehingga harus menurunkan laju untuk menghindari terperosok bila cukup dalam atau setidaknya memastikan dulu mana titik yang aman. Sehingga keberadaan kendaraan sebelumnya sebagai penguji menjadi penting. Dari sini aku mulai membandingkan medan jalan Lampung- Sumatera Selatan (Baturaja) yang bisa dibilang cukup mulus secara dominan. Walau kondisinya sama- sama minim lampu penerangan bila tiba malam hari.

Melaju di sepanjang jalan Kabupaten Muara Enim ini, titik yang cukup membingungkan adalah ketika di pertigaan yang saat ini tengah dibangun bundaran pemisah jalan, aku hampir kesasar ke daerah Penghijauan bila terus lurus, karena harusnya ambil jalur ke kiri hingga tidak terasa menjelang pukul 12 siang aku sudah hampir masuk Kabupaten Prabumulih, dengan kondisi cuaca yang masih terang terik, jalanan masih penuh resiko bahkan makin mendekati kota, di beberapa titik malah makin hancur saja. Memasuki Kota Prabumulih dari sini pun ada satu persimpangan yang membuat bingung yaitu di pertigaan dekat PT PERTAMINA Prabumulih, untuk terus ke Palembang langsung ambil jalur lurus, jangan ambil kiri karena itu kembali lagi ke Muara Enim yang tadi sudah dilewati.

Pantan pegal, punggung rasanya minta diurut, lengan sudah cukup tegang, tapi perjalanan masih jauh, sukurnya sekitar pukul 13.00 aku tiba di titik peristirahatan jalur Palembang- Baturaja, yaitu RM Siang Malam Prabumulih, disana aku sempatkan BAK, Sholat Zuhur dan duduk sebentar lalu sejenak melanjutkan kembali perjalanan. Aku kira tadinya sudah langsung masuk ke Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, namun rupanya aku baru sadar bahwa secara geografis, jalur Prabumulih ini berada ditengah kepungan administratif Kabupaten Muara Enim, sehingga begitu keluar Prabumulih harus kembali masuk Muara Enim lanjut menelusuri jalurnya dan baru kemudian tiba di Kabupaten Ogan Ilir.

Disepanjang jalan, aku melihat ada sekitar 3-4 bangkai Anjing yang tewas terlindas ketika mungkin melintas menyebrangi jalan, mungkin Anjing peliharaan atau Anjing liar namun tragisnya bangkai itu tidak dipindahkan ke tepi jalan. Bukan menyalahkan siapa- siapa namun aku kira lebih baik dipindahkan saja oleh pelaku yang melindas sebagai bentuk penyesalan dan penghargaan kepada mahluk tuhan itu. Namun aku sendiri tidak punya cukup 'nyali' untuk berhenti sejenak memindahkannya. Ok, semoga bila kelak tanpa aku sengaja mengalami hal demikian semoga bisa menunjukkan tindakan nyata atas keprihatinan ini. That will not be easy, it takes courage and sincerity.

Menjelang satu jam kemudian, aku sudah memasuki Kabupaten Ogan Ilir, disini ada hamparan lahan pertanian yang luas dengan terik langit yang menjadi senja bila dilihat dari balik kaca helm yang kupakai. Benar- benar pengalaman yang begitu menyenangkan, even money can't buy! sekitar 1 jam kemudian aku melintasi Universitas Sriwijaya dan Klinik Kesehatannya, tempat yang 8 tahun lalu aku kesana untuk mendaftar ulang PMDK Pend Dokter Umum, namun itu sudah jadi cerita lama yang kusimpan sebagai kenangan saja. Universitas Sriwijaya kebanggan Sumatera Selatan ini sepertinya memang tidak berjodoh dengan ku. Aku terus melaju menembus kemacetan Indralaya dan ketika waktu sudah tidak terasa, ternyata aku sudah tiba di Palembang daerah Kertapati, Seberang Ulu.

Sekitar pukul 14.30 perjalanan terus saja kulanjutkan hingga sudah berada di jalur Ampera yang berdiri angkuh mengangkangi Musi yang rupanya sedang kewalahan menampung aliran air ditengah ketidakpastian musim seperti ini, semua nya keruh, kuning kecoklatan. Rumah panggung ditepinya masih saja sabar menjadi saksi naik turun debit aliran sungai, atau mungkin sedang mengawasi kapan segera penghuninya harus angkat kaki dari sini demi menghindari tamu tak diundang, banjir.

Alhamdulillah ketika pukul 15.00 kurang lebih, aku sudah ada dikos, menyiapkan segala sesuatunya untuk mulai beraktivitas kembali esok hari, sekaligus istirahat sejenak sambil mata menerawang ke langit- langit kamar, bahwa ternyata hati ku masih dipenuh rindu kepada keluargaku di Baturaja.. Mungkin itu karena aku tadi menahan air mata sedih ketika pamit sebelum berangkat, lagi pula aku malu kalau harus kuledakkan didepan mereka. Begitulah, kita sekeluarga memang sudah selayaknya saling merindu seperti ini.

P.S:
----
Alhamdulillah malam ini dapat free internet unlimited 3 bulan dan dapat sepatu kulit murah beli dari Bapak Kos.

Read more »

4.01.2012

Beli Buku Pernikahan


Aku baru pulang dari Gramedia Palembang Square, niat awal kesana tadi untuk beli sepatu jogging namun karena anggaran ku overestimated jadinya kelebihannya aku belikan buku yang memang sejak 2 hari belakangan kuniatkan untuk beli, yaitu buku yang membahas panduan persiapan pernikahan bagi yang akan menikah. Alhamdulillah, tidak sia- sia obrolan santai di kantor sore kemarin dengan senior membahas soal life planning.

Adapun ini buku yang aku beli adalah karya Syaikh Fuad Shalih berjudul: Untukmu Yang Akan Menikah & Telah Menikah, hardcover edition. Baru saja belakangan ini muncul niat untuk memahami lebih baik perihal persiapan menjelang pernikahan, padahal sudah lebih 3 tahun aku menjalin hubungan dengan pacarku, mungkin karena memang sejak belakangan kami berniat melangkah lebih jauh, sehingga niat untuk mempersiapkan secara mental pun muncul, salah satunya melalui pengayaan pemahaman dengan membaca buku sejenis ini.

Geli saja mendengar pendapat teman, bahwa jaman sekarang membeli handphone saja ada guidance book nya, maka wajar saja jika untuk menyiapkan pernikahan dibutuhkan lebih dari sekedar buku petunjuk. Aturannya sejak lama ku baca buku sejenis ini, tapi cuma ALLAH.SWT yang maha membolak- balikkan hati, sudah syukur alhamdulillah aku masih dibalikkan hati sehingga tergerak membaca buku untuk kesiapan yang lebih baik. Cuma berharap aku bisa rajin membaca dan mengamalkan buku ini kelak, jadi betul- betul ku selesaikan apa yang sudah kumulai.

For those reading this post, mohon doa semoga saya dan calon istri diberi kemudahan untuk menyiapkan segala sesuatunya agar dapat melangkah ke tahap kehidupan baru yang kata orang dimulai dengan pintu gerbang: Pernikahan, aminn... Oh ya, salah satu persiapan adalah soal fisik, itulah gunanya tadi aku beli sepatu, untuk kembali rutin jogging, selain juga untuk persiapan mendaki Kerinci Dempo bulan depan.


Read more »