2.29.2012

Jangan Buruk Negara DJP Dikampak


DJP Kembali menghadapi tantangan, program modernisasi yang bergulir sejak lebih dari sewindu lalu setidaknya sudah dua kali dihembus berita miring, pertama Gayus Halomoan Tambunan. Dan kini, muncul nama Dhana Widhyatmika (DW), dengan dugaan pencucian uang yang bermula dari temuan PPATK atas rekening berjumlah besar atas nama yang bersangkutan. Banyak hal yang perlu diangkat dari berita ini? Terutama sekali adalah apa benar ini menunjukkan bahwa DJP gagal dalam menjalankan reformasi perpajakan? dan dalam bahasa yang lebih dramatis, apakah remunerasi gagal menjamin terhapusnya tindakan penyimpangan dibidang perpajakan?

Sudut Pandang untuk Dhana Widyhatmika (DW)

Namun demikian, sebelum kita membahas lebih jauh perihal diatas, asas praduga tidak bersalah harus tetap kita pegang untuk memungkinkan Dhana Widyhatmika (yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung) mendapatkan haknya sebagai warga negara dimuka hukum. Kasus ini sudah berjalan dan dalam tahap penyelidikan lebih lanjut atas sangkaan yang ditujukan kepada yang bersangkutan. Hingga kini banyak kabar simpang siur mengenai informasi yang diangkat, seperti apa benar kekayaan yang dimiliki Dana demikian fantastis? Menurut laporan kekayaan yang disampaikan langsung oleh ybs, ia hanya memiliki 1,2 M, jauh lebih kecil dari jumlah 60 M yang diangkat sebagai pemberitaan oleh media.

Namun lagi- lagi proses hukum sedang berjalan, kita hanya bisa menunggu apa benar ada hal yang patut diusut tuntas untuk diketahui kebenarannya. Jika memang ada maka kita semua patut untuk tahu kebenarannya agar tidak ada lagi rasa curiga yang mengeneralisir ini sebagai kejahatan institusional. Sebab beredar rumor bahwa DW juga seorang pebisnis dan memang berasal dari keluarga berada. Sekali lagi, kita disini bersama tengah menunggu kebenarannya. Bukan membela secara membuta kepada diri DW namun bersikap seperti ini lebih menunjukkan kepantasan sebagai warga yang taat dan mengerti hukum yang tidak dengan mudah termakan opini giringan media massa.

Ditjen Pajak merupakan instansi publik yang bisa dianggap sebagai pelaksana sektor yang paling publik sehingga memang rentan dengan penyimpangan dan pelanggaran, dan hal ini juga yang menjadi salah satu motif modernisasi tubuh DJP. Dimulai dengan remunerasi, pengembangan SDM, restrukturisasi hingga implementasi sistem infrastruktur yang kuat. Dalam proses berjalan hingga kini, setidaknya sudah banyak perubahan signifikan yang diukur lewat banyak paramater: kepuasan masyarakat (wajib pajak), perolehan penerimaan negara dari pajak hingga pertumbuhan ekonomi.

Komitmen Untuk Berkembang dan Kontribusi Positif DJP

Akhir 2011 kemarin, Ditjen Pajak mendapat nilai integritas sebesar 7,65 jauh lebih tinggi dari standar minimal integritas yang ditetapkan KPK sebesar 6,0 dan juga jauh lebih tinggi dari nilai rata-rata total integritas dari 15 unit layanan yang di survei yaitu 6,4 (skala nol sampai 10), ini merupakan pencapaian yang menunjukkan adanya perbaikan. Hal ini merupakan penilaian secara akumulatif dari semua unit DJP yang memberikan pelayanan yang menjadi sorotan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yaitu pelayanan penerbitan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP).

Dari sisi penerimaan, realisasi penerimaan perpajakan Tahun 2011 adalah Rp 872,6 triliun atau mencapai 99,3% dari target sebesar Rp 878,7 triliun. Dibandingkan dengan realisasi Tahun 2010, maka realisasi penerimaan perpajakan Tahun 2011 naik sebesar Rp 149,3 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 20,6%. Realisasi rasio penerimaan perpajakan terhadap PDB (Tax Ratio) Tahun 2011 mencapai 12,3%, naik sebesar 1,0% dari PDB jika dibandingkan dengan Tax Ratio tahun sebelumnya, sebesar 11,3%.

Tax rasio yang naik merupakan implikasi langsung dari jumlah penerimaan pajak yang meningkat. Ini memungkinkan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana yang tertulis didalam RAPBN dan tujuan akhirnya adalah pertumbuhan positif ekonomi negeri. Ditahun 2011 pertumbuhan ekonomi mencapai 6,5% naik 0,4% dibanding pertumbuhan tahun 2010. Dari tahun ke tahun kebutuhan untuk menopang target pembangunan negara terus bertambah, itu artinya beban kerja Ditjen Pajak juga makin berat untuk mengamankan target penerimaan. Namun berkaca dari poin integritas dan bukti empiris yang ada, sepertinya Ditjen Pajak akan mampu mengemban amanah itu.

Terpaan Kabar Miring Menggoyang Kepercayaan Publik

Duarrr!!! Ditengah hiruk pikuk kisruh panggung politik tiba- tiba muncul isu bahwa Seorang mantan pegawai Ditjen Pajak (DW) ditengarai memiliki rekening dengan jumlah tidak biasa. Kembali timpa menimpa kasus membuat penyelesaian suatu kasus yang lebih besar menjadi kabur. Apa ini yang disebut dengan Pengalihan Isu?. Pertanyaannya adalah apakah tiba- tiba isu ini bisa menegasikan semua pencapaian yang diraih Ditjen Pajak dalam kurun semenjak modernisasi bergulir? Apa renumerasi dianggap gagal? Saya kira sudut pandang yang perlu diperbaiki adalah jangan sampai isu yang merebak ini membuat kita kehilangan kepercayaan terhadap DJP. Karena hingga kini pun, isu yang dilontarkan seputar kepemilikan rekening DW juga masih simpang siur. Bagaimana seandainya memang DW memiliki nominal itu dengan jalan yang sah? Saya kira supaya lebih fair media pun harus memberitakannya sekaligus untuk membersihkan nama DW dari tuduhan miring.

Remunerasi dianggap gagal? Terlalu dini untuk menilai efek jangka panjang ihwal ini. Remunerasi di DJP diiringi sistem pengawasan dan kontrol absensi yang ketat sehingga ada sanksi materiil berupa pemotongan tunjangan dalam persentase secara hirarkis. Mungkin bisa jadi hal yang dicurigai sebagai penyimpangan oleh banyak pihak merupakan hal lama yang terjadi dimasa pra modernisasi yang baru diketahui kini. Namun setiap pengusutan harus tetap menjunjung tinggi presume of innocent. Nilai integritas dan kemajuan yang disebutkan tadi bisa jadi rujukan jangka pendek sebelum menganggap remunerasi gagal. DJP dan semua unit vertikalnya selalu bersikap kooperatif dalam penegakan hukum bahkan DJP menjadi satu- satu nya unit yang memiliki peraturan WBS (Whistle Blower System) untuk menjamin rasa aman setiap pelaporan penyelewengan dari dan oleh internal pegawainya.

Kesimpulan

Ditengah beban berat mengamankan penerimaan negara untuk menunjang pembangunan, isu yang hadir membuat kepercayaan masyarakat kepada DJP kembali bergejolak. Semoga ini tidak mempengaruhi kinerja DJP dalam berkontribusi membangun negeri, dan sebetulnya yang penting juga adalah bagaimana masyarakat harus bersikap menghadapi isu ini? Sebagusnya masyarakat lebih bijak dalam memaknai pemberitaan yang masih simpang siur, dan berkeyakinan positif dengan melihat kinerja positif DJP selama ini. Dirjen Pajak Fuad Rahmani menghimbau kepada semua pegawai DJP untuk tidak terpengaruh dan bekerja dengan baik walau didera pemberitaan seputar DW. Biar proses hukum berjalan dan semoga pemberitaan ini murni bukan komoditi politik pengalih isu. Jika ia, benar saja pepatah dari seorang teman: Buruk Negara DJP Dikampak. Miris!

Read more »

2.26.2012

Humaniora Sekitar


Ada puluhan atau bahkan ratusan wajah yang lalu lalang dalam keseharian kehidupan ini, mereka tampak biasa saja, namun kalau sempat sejenak saja duduk dan menggali hidup mereka, bisa saja pandangan itu berubah sekaligus memecah kebuntuan untuk melangkah melanjutkan hidup. Karena ini tentang humaniora dalam kehidupan sehari- hari.

#1. Inayah, bocah kecil berusia 3 tahun yang aku temui di Panti Asuhan didekat kos, ia menangis memeluk pemimpin yayasan Panti, bagai memeluk Ibunya sendiri. Ibu nya lumpuh sehingga tidak mampu lagi merawatnya sementara ayahnya sudah semenjak ia 2 bulan dalam kandungan pergi ke Malaysia sebagai TKI yang sampai kini belum ada kabar. Entah kapan akan pulang. Ketua yayasan itu malah sudah putus asa dan mengira sang ayah sudah meninggal, lantaran maraknya berita miris ihwal TKI di sana.

#2. Ada lagi seorang pemuda mungkin 3-4 tahun saja lebih tua dariku, bekerja sebagai pemburu lubang alias penambal ban bocor di kawasan Bukit Besar Palembang, siang itu aku sedang duduk sambil menunggu teman yang sedang mengisi minyak motor. Di sebelah perkakas penambal ban miliknya ada motor bebek, rupanya ia merangkap juga sebagai tukang ojek. Katanya setelah menikah dan punya anak ia jadi lebih giat bekerja, beda dibanding kala bujangan dulu.

#3. Sebut saja namanya Ibu Bunga (bukan nama sebenarnya), pada malam hari ia bekerja sebagai pedagang nasi goreng di sekitaran Benteng Kuto Besak Palembang, ia bilang tuntutan kehidupan semakin kemari semakin berat sehingga untuk membantu sang suami ia berdagang, padahal dulu semasa baru menikah 11 tahun silam tak terlintas dalam pikirannya untuk bergelut dengan wajan, gerobak dan memasak nasi goreng. Apalagi ditambah anaknya empat masih sekolah semua, itu membutuhkan biaya.

Mengetahui kehidupan yang dijalani Inayah, Pemuda Penambal Ban + Ojek dan Ibu pedagang nasi goreng. Sampai disini sebenarnya i get stuck and i've been rethinking the way i live my life. Dan, aku masih mencari tahu apa ada yang salah, kalau memang ada, semoga aku masih sempat mengambil cara yang benar supaya hari- hari didepan bisa menjadi lebih baik. Itu saja. Bismillah.

P.S:
-----
#1. Kata humaniora diambil dari bahasa Latin humanior yang artinya lebih manusia/ lebih manusiawi. Humaniora adalah pengetahuan yang membuat manusia semakin manusiawi, mampu menemukan kebenaran dalam hidup, mampu berekspresi sesuai kehendak hati, mampu memilah baik-buruk dan mampu berperilaku sebagai manusia.

Gambar diambil dari sini...

Read more »

2.21.2012

Sementara Itu...


Ini sudah akhir Februari, tepat seminggu aku kerja di kantor baru. Bersyukur sekali aku berada di lingkungan kerja yang menurutku memiliki suasana yang 'cair' dan dengan seorang atasan yang membuatku sejauh ini merasa nyaman bekerja. Di tempatkan di seksi Pengawasan dan Konsultasi (Waskon), setidaknya memberiku kesempatan untuk belajar hal secara teknis langsung dari kenyataan dilapangan.

Walau sebetulnya tugas pokokku sangat berpotensi menjemukan karena terkait dengan administrasi surat dan dokumentasinya, tapi banyak hal yang mampu men- drive mindset ku untuk memaknai ini secara positif. Alhamdulillah.

Tugas di kantor pelayanan seperti ini sangat jauh berbeda kalau aku bandingkan dengan pekerjaan semasa aku di kantor pusat dulu. Dulu disana, aku bagai pengampu yang setiap harinya berkelindan dengan banyak troubleshooting case untuk diselesaikan dengan skill khusus. Tetapi tugasku di kantor pelayanan kini, kalau aku pinjam perkataan seorang senior dikantor dulu adalah pekerjaan yang "anak PKL pun bisa mengerjakannya".

Berjibaku dengan tugas baru ini tidak mudah, karena aku juga harus mampu berjibaku dengan egoku sendiri. Membuang jauh jauh rasa gengsi untuk mempelajari hal baru yang aku belum pernah lakukan, yang nampaknya sepele namun membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Karena semua ada ilmunya. Aku tak bisa membayangkan bagaimana seorang Khalid Bin Walid yang dijuluki Pedang ALLAH, seorang panglima perang termahsyur yang tetap konsisten berjuang dengan ikhlas karena ALLAH walau jabatannya diturunkan menjadi seorang prajurit semasa khalifah Umar Bin Khattab.

Sementara itu ini memang baru seminggu, semoga berminggu- minggu kedepan bisa aku jalankan amanah ini dengan baik, mampu mengerjakan hal- hal kecil ini setidaknya akan membuat ku lebih siap jika suatu saat diberikan amanah yang lebih besar, karena ada pepatah lama yang mengatakan: bukan kecil besarnya amanah yang membuat seseorang bermakna, namun bagaimana orang itu menjalankan amanah tersebut.

P.S:
----
Gambar diambil dari sini...

Read more »

2.19.2012

Tulisan Untuk Palestina


Sekitar 3 tahun lalu, aku menulis tentang konflik Israel- Palestina. Semata karena didorong rasa kemanusiaan melihat penderitaan mereka yang kehilangan orang yang terkasih. Namun titik berat nya lebih ke bagaimana Palestina harus berjuang melawan penjajahan yang didiamkan dunia. Sesama Muslim itu bersaudara, begitu kata Nabi Muhammad SAW. Mungkin ini salah satu bentuk kecil kepeduliaan ku untuk mereka disana.

Palestinians’ Tears, it sounds spellbinding and that is the fittest phrase to delineate how Palestinian people live in this present times, when I was just a kid, I frequently heard about the conflict in the middle-east, I didn’t know which countries evolved within it. Finally I slowly put my concern to that catastrophic since I witness by my self the sufferance, homelessness, famine, and terrifying events experienced by refugees or the victim of the long-time war.

Little do I know about this conflict, but I feel worthy of telling others about what I know about it, by far, I read many books informing about this matter, watch a discovery movie and have a discussion with many people as well as consider my religion, Islam, explaining about this matter through the Holly Koran.

This long-time war involves Jews and Palestinians, by far, I know that when Prophet of Musa released Jews from Pharaoh Jail went through Red Sea after Musa’s miracle dividing the sea into two part leaving a wide gap to pass, and after that Musa led the Jews to the promised land as ALLAH.SWT defined, but the Jews themselves then rejected it, ALLAH.SWT got angry to them, they are really in a great zoolm then. They did not want to live in an adjacent life, though.

Because they found out that the land gifted to them was already inhabited by former residents, Arabs tribe, until finally they lived in nowhere, but they were spread through out the world. The promised land itself, Palestine, was a land inhabited by indigenous residents, the Arabs. Around 1920s, Palestine was occupied by England imperialist until finally the imperialist deprived their occupation period, an armed with this moment, the spread Jews were in a organized program to gather in one land, one place and established their own nation as they had ever been promised to make it, but may be they forget that once they were given that opportunity, they indeed rejected it.

But since many Jews successfully helped the England imperialist lobby many allies to stand with them, the imperialist made a new regulation then, before they revoked their occupation in Palestine, they allowed a number of Jews immigrants entered Palestine, but as the time passed, the number got more and more, Palestine became evicted from their own homeland. The situation just turned to be worse as Jews tried to invite all of the spread Jews through out the world to reside in Palestine, the program they called as Zionism, all Palestine people harshly rejected the massive migration to their homeland, in many ways, after all diplomacies had failed, the remaining choice was by violence.

Jews legitimated their action on behalf of their belief, to live in promised land. They conducted many ways in order to make all Jews live together there, migration waves came every year in massive numbers. they started to evict Palestinians, and Palestinians would not let it happened. They would not move out from where their were born, they maintained it. And from here, the chaos was just the thing. Palestinian people had no weapons to war, but Jews had. Before the war came out to be worse, in 1947, the united nations proposed a plan to partition Palestine and create a homeland for Jews people.

More than 50 years later, conflict between Jews and Palestinian is still unresolved and it is often marked by violence. Because Palestinian people thought the land divided belonged to them, they would not admit the establishment of Jews country, Israel. Meanwhile after getting approval about their homeland establishment, Israel didn’t feel satisfied, they keep enlarging the borders, the only thing they wanted was just one that was to vindicate Palestinians’ trace from the land. They bombed Palestinians’ settlement and other public spots there. Palestinian would not remain silent.

They did an effort to maintain their self-esteem, since they had no high-class weapon, they just threw bricks and rock debris to the Israelis, and in order to do recompense some Palestinians chose to commit suicide by self-bombing so close to the Israelis that they would die as the faithful departed and torture Israelis. All Palestinians’ effort are the way to maintain their homeland, because Israelis want to vanish them from the land, and this is just like an imperialism occurred in modern time, while there is no one even now.

Israel has sophisticated weapons sent by USA, UK to them. Whenever Israel do a bombing to Palestine, they said that they just do a self-defense because Palestinians people attacked them in advance. But the real things were not like that. The Palestinian people kept attacking them by throwing bricks and stones just in order to say to Israel that they don’t deserve to enlarge their territorial and make Palestinian refuge in the tents. But Israelis was helped by USA, UK and many others countries, Israelis can do a public lying by saying to the world that Palestinian people don’t want them to live there, in fact there was already an accord agreeing that Palestinian and Israel would live in adjacent life and Palestine went along with that. So that when Israel bombed Palestine, the world remain silent. But when the Palestine do the same, the world would say that the terrorist has to be punished.

Recently almost 400 people in Palestine died caused by bomb attack conducted by Israelis, and again the world just do nothing. USA which is known by police world still remains silent. But on behalf of brotherhood as a moslem I appealed to all of us to help Palestine on the way we can do, we can donate by transferring our money to account number 1010005557 to financially help Palestine. And don’t forget to pray for them, for their salvation amin…


P.S:
----
Gambar diambil dari sini...

Read more »

2.18.2012

Back To Work After 2 Year-Off


Dengan kemeja Batik merah menyala dengan motif khas Songket Palembang, bawahan hitam panjang. Aku tampak rapi, tapi sayangnya tanpa sepatu karena aku baru ingat bahwa sepatu aku masukkan dalam rombongan barang yang dikirimkan dari Jakarta dan baru sampai ternyata siang hari nya. Jadi terpaksa pakai sendal saja dan sudah janjian dengan teman (Padel) yang tinggal didekat kantor untuk pinjam sepatunya nanti bertemu disana.

Kemarin, Jumat 17 Februari 2012 kali pertama aku kembali ke kantor setelah sekitar 2 tahun dibebas-tugaskan. Berangkat pagi sekitar pukul 07.00 dengan tumpangan motor Bapak Anwar Effendi (senior di kantor sekaligus orang tua teman tempat sementara aku menginap di sini). Beberapa meter dari kantor Padel sudah menunggu untuk menyerahkan sepatu yang akan aku pinjam, aku tidak peduli lagi dengan ukuran karena agak susah untuk mencari yang seukuran dengan kakiku (43). Jadi asal ada saja sudah cukup lah. Hasilnya, kekantor baru dengan sepatu pinjaman yang ukurannya kekecilan!

Diantar oleh Pak Anwar aku lalu ke Subbagian Umum untuk segera melapor dan setelah beberapa lama menunggu sambil entry data presensi Kepala Subbagian Umum datang dan aku berdua bersama teman (Junica). Sebentar saja di sambut lalu beliau memberi kepastian bahwa kejelasan bidang/tupoksi akan diberikan hari Senin nanti, sementara boleh kalau mau pulang dulu atau sekalian mau cari kontrakan saja.

Ya sudah, lalu aku segera pamit dan menemui kawan lama (Suhairi) di kantor sebelah untuk sekedar bertemu. Tapi malah beliau menemani keliling cari kontrakan dan ditraktir makan pempek. Alhamdulillah. Singkat saja akhirnya kontrakan bulanan seharga Rp 500.000/bulan aku temukan, di Jalan Merdeka persis di belakang Politeknik Keperawatan Kemenkes dan sebelah SD Muhammadiyah. Lokasinya hanya sekitar 50m saja dari kantor. That is the point! lumayan bisa menghemat bensin dan mungkin kalau jam istirahat bisa pulang buat makan siang. Rencananya mau mulai masak nasi sendiri saja biar hemat. Semoga bisa lebih awet komitmennya tidak seperti yang sudah- sudah haha..

Well, Atmosfer kerja seperti 2 tahun silam mulai terasa kembali, aroma rutinitas kembali tercium. Tapi semoga itu bisa ku jalani dengan baik agar tidak mematikan kreatifitas dan untuk segala kemungkinan didepan aku harus mulai menyiapkan jiwa yang besar, pikiran yang lapang dan cita- cita yang terus membakar semangat serta sikap tawakkal yang menenangkan. Karena seperti kata sebuah cerpen lama: "Hidup tak semudah yang kita tata". Terima kasih untuk semua yang mengisi cerita hari pertema aku kembali ke kantor. I owe you a treat!

P.S:
-----
Gambar diambil dari sini..

Read more »

2.15.2012

Meracau Pagi Ini


Where do you see your self in the next 5-10 years?. Itu pertanyaan yang di terima Michael Scofield ketika ia melamar sebagai insinyur pada sebuah perusahaan Konstruksi di Amerika dalam adegan Film Serial Prison Break Season I. Namun nyatanya beberapa tahun kemudian ia ada didalam Penjara Fox River.

Ia berada di penjara untuk menyelamatkan Abang nya (Lincoln Burrows) yang akan dihukum mati untuk sangkaan yang tidak pernah ia lakukan. Padahal untuk Engineer secerdas Scofield ia bisa saja sudah berada pada tapakan karir yang menjanjikan dalam rentang 5- 10 tahun itu namun skenario yang ditulis oleh Paul T Scheuring berkata lain.

Hidup memang penuh kejutan, kalau pekerja film saja mampu membuat kejutan yang demikian, maka tentu saja ALLAH.SWT mampu membuat kejutan yang lebih mengejutkan, diluar dugaan, tanpa disangka- sangka, dari arah yang tiada dikira. Namun ALLAH.SWT sudah menyebutkan dalam Al-qur'an agar kita sebagai hambaNYA tetap berusaha. (QS: Ar'Ra'ad: 11).

Sepertinya sebagai hamba yang dikaruniai akal maka setiap langkah kita dalam hidup ini diambil lewat pilihan yang mampu kita buat karena ada nya akal tadi, sekaligus nafsu. Siapapun tentu ingin hidupnya lebih baik, tapi tidak semua orang mau berusaha. Kadang aku berpikir bahwa ketika kita berusaha saja belum tentu ada hasil, apalagi kalau tidak berusaha. Tidak berusaha disini disebabkan karena nafsu malas lebih dominan daripada akal untuk terus berikhtiar.

Mari membuat pilihan untuk berusaha daripada bermalas- malasan menuruti nafsu, seperti tokoh Michael Scofield yang sudah membuat pilihan untuk menyelamatkan Abangnya dari penjara daripada sekedar menurutkan nafsunya untuk terus melaju sendiri menjadi insinyur ahli lalu meninggalkan Abangnya yang akan dihukum mati karena difitnah.

P.S:
-----
Gambar diambil dari sini..

Read more »

2.12.2012

Mengapa Harus Gusar Kebijakan DIKTI?


Ada peraturan baru dari DIKTI terhitung tahun ini, bahwa setiap mahasiswa Sarjana maupun Pasca Sarjana wajib menerbitkan Jurnal Ilmiah yang dapat dipublikasikan di Jurnal baik skala nasional maupun internasional. peraturan ini menjadi syarat wajib kelulusan selain Skripsi, Tesis atau Disertasi. Dan jujur saja, aku mulai gusar. Gusar karena aku sadar bahwa pengalamanku dalam kepenulisan ilmiah adalah nihil. Sementara itu, momen untuk menelurkan karya serupa tersebut sudah sejak setahun belakangan kunantikan.

Terus mengapa gusar? Karena minimnya pengalaman itu bertemu dengan minimnya pengetahuanku atas sektor yang kuminati.

Aku belum paham apa itu Metodologi Penelitian atau Ekonometri, sampai kini aku baru pada tahap memahami kembali ilmu perekonomian dimulai dari level Mikroekonomi, belajar secara mandiri saja untuk saat ini. Pembelajaran di bangku kuliah kemarin terasa bagai angin lalu saja jika tanpa perulangan yang berarti. Paling tidak, begitu lah yang aku alami. Karena memang aku ingin mulai menghasilkan karya demi kepuasan batin yang dapat membuat aku merasa kaya.

Aku setuju dengan kebijakan yang diambil DIKTI ini didalam surat edaran resminya cara ini akan dapat meningkatkan daya saing akademis Indonesia yang memiliki karya ilmiah hanya 1/7 dari yang dihasilkan Malaysia. Dan mungkin ini juga dapat menjadi langkah untuk menghentikan praktik jual beli ijazah tanpa mempertimbangkan kualitas lulusannya. Namun ada yang tidak setuju dengan kebijakan ini, konfrontasi ini datang dari Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta di negeri ini yang beralasan agar kewajiban penerbitan Jurnal Ilmiah hanya diberikan pada level Pasca Sarjana saja, sementara mahasiswa Sarjana hanya dituntut untuk mampu berpikir inovatif. Aku bingung apa arti secara konkretnya?

Melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana (Fakultas Ekonomi) sudah masuk rencana jangka pendek ku. Segera dalam waktu dekat jika tidak ada halangan atau prioritas lain yang lebih penting, karena yaa.. hanya ALLAH.SWT yang maha menentukan, kita hanya merencanakan dan berusaha saja sebisanya. Setidaknya sembari berjalan, banyak hal yang mulai perlu dipersiapkan terkait cita- cita untuk menghasilkan jurnal ilmiah sebagaimana kini menjadi permintaan DIKTI untuk syarat menjadi Sarjana.

Ada dua rencananya pilihanku: Universitas Sriwijaya atau STAN Prodip IV. Namun belum pasti kuputaskan yang mana karena kebijakan kantor yang kadang berubah juga pertimbangan pribadi lainnya.Well, time will tell...

Justru kini pembelajaran sesungguhnya dimulai, konsistensi- ketekunan diuji dengan mandiri tanpa ada yang mengawasi kecuali diri sendiri. Apalagi untuk mampu menjadi Sarjana yang mampu menghasilkan Jurnal Ilmiah yang bermanfaat, perlu kesungguhan untuk mau berkutat dengan literatur akademis sejak dini dimulai dari membaca apapun yang sesuai. Agar tidak gusar apalagi takut, walau aku sendiri belum yakin mau mulai dari mana, mungkin dari Mikroekonomi dahulu saja??

P.S:
-----
Gambar diambil dari sini...

Read more »

2.10.2012

A New Chapter: Palembang


Semua barang tersisa di kamar kos ini sudah ku kemas semua, Senin rencananya berangkat pulang ke Baturaja sebelum ke Ibu kota Sumatera Selatan, Palembang. Aku resmi ditempatkan disana, tepatnya di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Palembang Ilir Barat. Semua nya aku kemas dalam tiga tas kecil, muat karena sebisanya ku padatkan. Tiket sudah kupegang, aku siap berangkat melanjutkan hidup. Hijrah dari Jakarta dengan optimis dan penuh syukur.

Palembang cuma 4-5 jam saja dari Baturaja kampung halamanku. Namun sejujurnya aku belum terlalu akrab dengan kota ini. Sedari dulu mungkin bisa dihitung dengan jari kunjunganku kesana. Kalau tidak sekedar hanya lewat atau ya urusan dinas. Tapi garis nasib sudah tertulis, seperti yang aku minta disinilah memang rupanya tempat aku mulai berkarya kembali. Lepas dari gemerlap modernitas Jakarta yang katanya on the way naik kelas jadi kota megalopolitan.

Hanya ALLAH.SWT yang tahu bagaimana kelanjutan hidup kita kedepan. Kembali ke rutinitas kantor seperti sedia kala, aku harap dapat menjadi lebih matang khususnya dalam memaklumi kehidupan agar dapat menjalaninya dengan berani. Karena bukan tingkat akademis bukan juga IQ yang membuat kita bertahan dalam dinamika kehidupan lingkungan sosial. Aku pahami itu agar setidaknya sepanjang masa ku berkarya disana nanti aku tetap dapat berdamai dengan keadaan, menghadapinya lalu menemukan bahagia.

Tidak ada lagi yang tersisa, selain kenangan yang melekat dan terekam oleh tiap jengkal atap, dinding dan lantai rumah kos ini. Selebihnya, semua sudah siap kembali melanjutkan hidup bersamaku karena waktu tidak akan pernah bisa menunggu, bahkan untuk sedetik saja sekalipun. Dan seperti yang sudah kutulis: Aku siap berangkat melanjutkan hidup. Hijrah dari Jakarta dengan optimis dan penuh syukur.

Read more »

2.09.2012

Antara Cinta dan Logika



To Rangga

"Bila emosi mengalahkan logika, terbukti banyakan ruginya"

From Cinta

Kebetulan kemarin browsing di Internet sempat baca 10 tahun usia Film (AADC) Ada Apa Dengan Cinta? dan sempat baca juga status facebook seputar cinta dan rasio (logika). Menarik menurutku, karena seputar Cinta dan Rasio ini banyak dari kita yang jatuh, lalu ada apa sebenarnya dengan cinta?

Aku sudah punya pacar, semoga kalau tidak ada halangan tahun ini kami menikah, tapi tidak bisa kupungkiri, masih saja aku sering tergoda jika melihat wanita lain. Namun hanya sebatas itu saja, tidak lebih. Maklum mungkin karena faktor darah muda ini. It sounds like a justification. But, frankly speaking, kelihatannya itu tidak terjadi padaku saja, semua bisa mengalami itu tanpa pandang lokasi, waktu, usia atau profesi baik bujang atau pria beristri mau gadis atau wanita bersuami. Karena cinta itu soal emosi/perasaan dan setiap orang punya itu.

Jatuh cinta begitu biasa kita menyebutnya. Dikatakan jatuh karena mungkin memang sensasinya membuat seperti ada sesuatu yang jatuh dari kepala (logika) ke hati (emosi) kita and then things are never be the same as it used to be???.

Cinta, saat dia jatuh ke hati maka tinggal menunggu waktu saja untuk dikelola dengan baik dan bijaksana. Adakalanya ia hadir secara spontan disaat yang tidak tepat, sehingga jika ia diteruskan maka akan ada banyak yang kecewa dan ketentraman yang sudah terbangun bisa saja runtuh. Namun beruntung bagi mereka yang kedatangan cinta disaat yang memang dinantikan, hanya menunggu saja untuk ditunggangi sebagai lokomotif menuju hidup yang lebih tentram dan berarah.

Kalau cinta sudah turun ke hati, sebetulnya perang batin terjadi disitu. Perang antara logika dan emosi, antara otak dan hati. Tampaknya bagi laki laki macam aku (yang sudah mengucap janji kepada kekasih), logika harus kumenangkan diatas emosi karena ketergodaan yang spontan biasa nya hanya emosi sesaat. Dan mungkin juga bagi setiap laki- laki manapun yang sudah mapan dengan kehidupan cinta bersama istri/ calon istri nya masing- masing. Sebelum ada yang kecewa, sebelum ada yang terluka dan sebelum kehancuran karena menurutkan emosi sesaat lambat laun datang menyiksa lalu menyadarkan bahwa cinta yang sebenarnya adalah cinta yang menenangkan, meneguhkan dan menguatkan.

Karena bila emosi mengalahkan logika, terbukti banyak ruginya, seperti dalam surat Cinta kepada Rangga dalam adegan film (AADC) Ada Apa Dengan Cinta? 10 tahun lalu, dan kini bagiku, sudah saatnya untuk menggugat pameo lama bahwa Cinta tidak ada logika karena justru cinta dapat dilawan dengan logika.

P.S:
-----
Gambar diambil dari sini..

Read more »

2.02.2012

9 Unforgettable & Funny Things


Ada banyak kejadian dan biasanya tinggal lama dalam ingatan, kita sebut saja mereka kejadian atau peristiwa! Nyata pernah dialami dan terjadi tapi ya geli saja kalau diingat. Dan heran kenapa bisa begitu ya? Mungkin karena kita semua cuma manusia biasa, jadi wajar sajalah.. (_ _!!)

Aku sendiri mengingat dan ada 9 hal yang mungkin aneh, heran atau sulit dicerna dengan akal . Namun pernah terjadi dan aku alami sendiri. Aku anggap saja seperti bagian hidup yang menggelikan dan tidak pernah aku tanya- tanya lagi kenapa bisa seperti itu. Ya memang sudah takdir. (||-.-)p

#1. Jam Dinding. There is nothing wrong with clock but me. Aku heran kenapa baru kelas I SMA aku baru bisa membaca jam dinding. Kalau waktu menunjukkan pukul 10.15 WIB, akan aku baca menjadi pukul 10 lewat 3 atau 3 kurang 10. Jadi lama baru aku paham cara membaca dengan menjumlah tiap kenaikan lima menit. Parah sekali waktu aku kelas II SMP tidak bisa mengisi ulangan Matematika untuk materi waktu yang ada gambar jam dindingnya.

#2. Sepeda. Kapan kalian bisa naik sepeda dengan lancar? SD? tapi aku bisa dibilang telat karena baru pas kelas II SMP, itupun setelah berhasil lecet/luka disana sini karena belajar naik sepeda sendiri di areal jalan kosong pinggir kuburan didekat rumah. Belajar nya di pagi hari karena waktu itu sekolah mulai siang hari. An old saying goes like this: we fall down because by doing so we learn to stand up. It sounds like i am denfending. But, it is damn true.

#3. Sepatu. Sampai kelas VI SD sepatuku tidak bertali, bukan malas mengikatnya, tapi karena tidak bisa mengikatnya dalam ikatan simpul yang kuat dan aman. Luar biasa, pasang tali sepatu pun terlambat haha.. bukan malas, bukan juga manja tapi entah kenapa otak ku kala itu menangkapnya demikian rumit. (O.o)

#4. Matematika. Aku terlambat suka dengan Matematika. Tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Lulus SD nilai EBTANAS Matematika ku 3,35 dari skala 10. Tapi dulu kutanggapi biasa saja, baru belakangan ini saja mulai muncul malunya. Mengapa kok bisa sampai serendah itu? Haha.. Tapi kuakui memang aku dulu termasuk sulit mencerna kerumitan Matematika ini. Bahkan pernah di strap didepan kelas karena tidak hafal perkalian 5 atau 9 waktu kelas V SD. Mungkin itu gejala Dyslexia? :))

#5. Tersesat. Pernah tersesat? Aku pernah. Waktu itu kami sekeluarga datang ke pameran. Aku waktu itu mencoba memisahkan diri dari rombongan keluarga diam- diam. Tapi ditempat seramai itu malah ujung- ujungnya kebingungan dan tidak tahu bagaimana cara nya menyusul mereka lagi. Sebagai anak kecil jadinya hanya bisa menangis ditengah malam di area pameran seramai itu dan ditemukan petugas informasi. Dari situ baru diumumkan lewat TOA sampai bisa dijemput kembali oleh Bapak. Lumayan lama menunggu, aku makan roti di ruangan petugas. ('.')

#6. Pindah SD. Dikelas V SD aku pindah sekolah. Tapi waktu itu aku main pindah saja, mengikuti mayoritas teman yang sekolah di SD lain dari SD tempatku. Aku langsung masuk saja keruangan kelas mengikuti proses belajar. Beberapa guru tampak bingung tapi aku santai saja. Seminggu kemudian laporan dari SD asal ku datang kerumah bahwa aku sudah seminggu tidak sekolah dan besoknya Bapak membututiku ke SD yang baru. Saat itu baru proses resmi pindah SD ku diurus. (||.-)

#7. Berkelahi. Ada bekas cakar tipis di wajah ku sebelah kiri dibawah mata sebelah hidung. Sebabnya karena waktu kecil pernah berkelahi dengan sepupu sampai berguling- guling. Sebabnya karena rebutan apa ya.. lupa pokoknya sama- sama rugi tidak ada yang kalah tidak ada yang menang. Tapi anehnya sepupu ku tidak sadar kalau bekas cakar ini gara- gara dia sampai kini lewat mau masuk usia 25 pun. Haha.. (_ _!!)

#8. Minggat. SMP kelas I, waktu lagi ada Class Meeting aku pulang sekolah lebih awal padahal pintu pagar masih dikunci, bersama 3 orang teman jadinya lompat dari WC belakang sekolah langsung kabur kerumah. Itu seingatku jadi minggat yang pertama dan terakhir, karena minggat itu rupanya tidak enak. Seperti jadi buron yang diincar dan dibayang-bayangi wajah kepala sekolah yang sangar haha.. :D

#9. Kunci Kantor. Aku datang ke kantor waktu itu tidak seperti biasa, sudah mepet waktu. Karena malamnya memang lembur dan kunci kantor aku bawa pulang, begitu sampai kantor keesokan harinya. Didepan sudah ramai Pak Bos dan Ibu Bos, Rekan- rekan kerja dan CS juga ada. Ada apa ini? Begitu sampai, aku langsung dicecar: "Mana Kunci pintu kantor!!!!!" Dan rupanya aku lupa bahwa semalam kunci kantor kubawa pulang dan lupa juga ku bawa kembali kekantor, jadinya terpaksa pulang lagi ke kos. Sambil diiringi sorakan dan gerutuan orang. Tapi tahu begitu rasanya kalau jadi Most Waited Person. Hihihi...

Begitulah, mungkin hari kemarin mengajarkan kita soal keberanian untuk mencoba hal baru dan semua cerita sesudahnya adalah apa yang akan menjadi warna dan kenangan bertahun- tahun lamanya kelak bahkan bisa jadi seumur hidup. And all those silly event will get us, one way or another in a moment a head. Then, let us be wise in dealing with them because life is an art without an eraser.

Read more »