2.21.2009

Lupa Tentang Dulu.


Assalamualaikum..dan siang semuanya..
Jalan Widyachandra disiang hari .... meskipun jalan ini sebenarnya hanyalah jalur alternatif untuk mempercepat perjalanan, namun karena banyak para orang kantoran yang keluar untuk makan siang maka jadilah ia padat.. dan kebetulan pada siang itu saya dan seorang rekan diundang untuk menghadiri acara makan siang bersama disebuah rumah makan di kawasan dekat SCBD, ketika dikabari saya waktu itu baru saja selesai sholat jumat dan memang kadang disiang hari saya terbiasa tidak makan siang.. namun berhubung diundang, maka saya pun datang. sementara kebanyakan yang lainnya menumpang mobil saya dan rekan saya memilih mengendarai sendiri sepeda motor saya (Revo Merah :P) alasannya biar cepat dan tidak terjebak macetnya jalanan widyachandra yang kalau siang hari sering digunakan banyak orang untuk jalu alternatif.

sampailah kami di rumah makan yang dituju, dan tak lama kemudian rombongan yang lainpun sampai.. inilah keuntungan naek motor saya pikir, lebih cepat dan lebih lincah mencari celah yang bisa dilalui diantara kerumunan macet. saya bersyukur sekali kalau saya ingat dulu sebelum saya memiliki Revo Merah ini, semuanya harus dilakukan dengan berjalan kaki dan atau angkot, dan ini sangatlah memakan waktu,biaya dan energi. pelan2 saya baru menyadari bahwa ini adalah benar2 nikmat dari ALLAH.SWT yang harus saya syukuri dan saya jaga, rekan saya berkata pada saya :"gak nyangka ya, Erik sekarang da ada motor, kalau g diingat2 bisa2 g bersyukur2 ya kita.." sayapun menjawab: "iya penting kali pun rupanya bersyukur tu.. :)".

menjelang pukul 13.30 acara makan siang pun selesai, kami pun pulang, saya dan rekan saya tadi mengendari motor sementara yang laen menumpang mobil sebagaimana waktu mereka berangkat tadinya. sudah barang tentu saya bisa sampai lebih dulu dari mereka dan saya juga bisa mereka karena banyak celah dan jalan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk memotong jalan, hingga di ujung jalan Widyachandra hingga ke keluar ke jalan Gatot Soebroto, jalanan benar2 macet dan padat, sepanjang mata melihat cuma ada barisan mobil2 sibuk berklakson untuk bisa masuk ke Gatsoe (Gatot Soebroto), tetapi buat saya ini masih bisa saya lewati, dengan agak sedikit cepat saya terus melaju hingga diujung jalan tepat agak ke sisi pinggir, didepan saya ada seorang bapak, yang sudah cukup tua menjinjing jerigen di tangan kanannya, sedang berjalan dengan cukup lambat sehingga mengganggu laju motor yang saya bawa, alhasil saya cukup geram dan kemudian saya berkali2 mengklakson bapak tadi agar bapak itu segera berlalu, namun tak lama kemudian bapak tadi menoleh sambil agak terkaget dan sambil terus berjalan ke pinggir.. dan dalam hati saya berkata :"minggir dong pak.. dah di klakson juga..!!" jeda beberapa detik kemudian rekan saya menepuk bahu saya sambil berkata : "rik, jangan begitulahh.. bapak tu kan da tua.." saya iyakan katanya dan kemudian saya hanya terus berbicara dalam hati sambir bergumam :"iya ya.. lagipula bapak tadi tu kan wajar juga jalannya agak pelan, jalanan agak macet juga, mestinya saya yang sabar".

saya kemudian teringat waktu saya masih belum bersama Revo Merah ini, kemana2 jalan kaki, dan sebagai pejalan kaki, hal yang paling menakutkan adalah ketika hendak menyebrangi jalan yang ramai, karena memang tidak ada jembatan penyebrangan terdekat, tak ada zebra cross ataupun pak polisi yang membantu menyebrangkan.. yang terjadi justru rasa takut kalau2 nanti sambil berjalan terus menyebrang bannyak kendaraan yang terus saja melaju tak peduli, bikin takut saja rasanya kalau2 tertabrak.

semestinya saya tidak boleh melupakan itu, saya kan pernah menjadi pejalan kaki, mestinya saya tahu dan harus lebih sabar menyikapi hal2 semacam diatas yang saya ceritakan.. alhamdulillah saya telah diingatkan dan alhamdulillah hati saya masih mau mendengar, mengingat dan menerimanya.. dan kepada rekan saya itu, saya banyak2 berterima kasih, atas masukan yang disampaikan serta kepada bapak tua yang sempat kaget itu, saya mohon maaf yang sebesar2nya...Wassalamualaikum

Read more »

2.16.2009

Doa Untuk Teman


Assalamualaikum dan apa kabar semua? semua keinginan dan semua rasa selalu saja tersimpan, yang bisa rapat atau tidak, di balik wajah dan sikap seseorang, saya mempunyai teman yang ketika saya baca tulisannya ternyata menyimpan harap daalam doa2nya.. saya hanya bisa membantu mendoakan semoga ALLAH.SWT memberikan yang terbaik baginya dan mengkaruniai kesabaran selama menjalani masa-masa penantiannya.. ini lah tulisan teman saya itu :

----------------------------------------

10 tahun perjalanan ruhani
(sebuah refleksi)

Jan 1999,
Tanggal 10 Januari merupakan salah satu hari bermakna dalam hidupku disamping tanggal kelahiran dan tanggal pernikahanku.
Tepatnya pagi itu aku telah memutuskan untuk menjilbabi fisikku, setelah melalui pertimbangan yang sangat matang.
Seingatku yang aku inginkan saat itu hanya menjadi seorang muslimah.

10 tahun berlalu,
Kuingat kejadian tahun 2000, ketika itu aku di interview seorang kepala wilayah di sebuah Bank BUMN. Aku melamar menjadi pegawainya.
Saat interview terakhir....kuingat dengan jelas bahwa dia menawarkan sebuah pekerjaan dengan syarat: apabila anda masuk disini, maukah anda melepas...(tangannya menunjuk ke kepala)... astagfirullah, untuk beberap saat aku tertegun, Direktur di sebelahnya yang telah menginterview aku sesi sebelumnya menyahut: dia tak akan mau. Dan dengan anggukan kepala kutegaskan semua itu, inilah adalah pilihan hidupku.
Besoknya tidak kudapati namaku dalam daftar pegawai yang diterima.
Tapi tidak ada kekecewaan atas semua keputusanku itu... Allah yang Maha Adil yang memberikan rizki.
Tahun 2001, aku melalui interview lagi...di Bank BUMN yang sama, dengan pimpinan yang berbeda. Alhamdulillah, kali ini Allah telah membukan jalan rizki untukku disitu.
Aku diterima, dan dikirim ke salah satu Kantor Cabang
Aku pegawai berjilbab pertama di kantor cabang ini, aku ditempatkan di back office sebagai asisten analis pemasaran bukan di front office seperti temen2ku yang lain. Tapi alhamdulillah, aku justru memndapatkan tempat dan teman2 yang terbaik disitu.
Jalanku tidak berhenti disitu...
Aku diterima di sebuah instansi pemerintah, dengan jalan yan lancar2 saja, dari puluhan ribu yang mendaftar aku satu diantara seribu orang yang masuk.........dengan niat bismillah, aku mengundurkan diri dari pekerjaan yang telah kulalui hampir 2 tahun.
Kepala cabangku berpesan padaku saat itu: kamu keluar dari kandang singa masuk ke mulut buaya.
Belum terbayang begitu ngerinya akan masuk ke institusi ini. Tapi satu tekadku untuk meninggalkan riba, Semoga disitulah jalan rizki yang barakah terbuka untukku. Amin.

Tahun 2003
Inilah menurutku tahun yang menjadi tonggak perjalanan ruhaniku untuk kondisi yang lebih baik.
Iya, aku dipertemukan Allah dengan suamiku, seseorang yang dapat menghadirkan kenyataan2 bahwa kita tidak hidup untuk dunia, ....
Bagiku dia banyak membantuku.....semua memang harus aku pelajari sendiri....tapi dialah tempat aku bertanya, mengulas banyak hal terutama perjalanan dalam jalan ISLAM. Karena dia telah lebih dulu mencari dan menemukan Allah.
Aku mulai berganti dengan rok panjang, jilbab yang dulu diikat dileher...diuraikan, tak ketinggalan kaos kaki dan GAMIS2... busana yang baru kupunya meskipun aku telah 4 tahun berjilbab.
Menjadi seorang muslimah adalah sorotan bagi masyarakat krn kita adalah representasi kebaikan dalam agama ini. Seluruh perilaku kita harus perfect dan baik...meskipun kita sebenarnya hanya manusia biasa.....tempatnya salah dan dosa.
(terlalu banyak dosa yang selama ini kuperbuat....semua anggota tubuh ini akan bersaksi di hari akhir atas semua dosa.....semoga Allah Yang Maha Pengampun mengampuni dosa2 manusia didunia)
Semua mengalir dengan kesadaranku untuk terus mendalami ilmu. Agama ini telah sempurna, kita tinggal melaksanakannya.

Tahun 2008,
Aku telah menyelesaikan tugas belajarku melalui beasiswa instansiku di UGM (sebuah perwujudan cita2).
Aku telah 5 tahun menikah dengan laki2 yang sangat mengagumkan....
Yang dapat membuatku jatuh cinta dan takluk, dan hanya kebenaran yang diutarakannya untukku.

Tahun ini, aku merasakan cobaan yang berat sekali lagi menguji diriku...kami.
Telah 5 tahun kami menikah, tapi kami belum dikaruniai momongan.
Berat hati ini kalau bicara tentang hal ini, airmata selalu berderai tanpa kata.
Allah Maha Mengasihi hambaNya.
Inilah cinta Allah kepada kami, bahwa kami harus banyak belajar, bersedekah, bertaqwa.
Hidup kami berdua tidak hanya untuk kami.
Semoga apapun yang menghalangi/menunda karunia itu.......
Itulah yang terbaik yang kami terima saat ini, karena kami akan menjadikan hikmah dikemudian hari.
Semoga Allah senantiasa mengampuni segala dosa kami......dan akan memberikan kami keturunan yang shalih dan shalihah........ pada saat yang terbaik bagi kami berdua.
Semoga kesabaran selalu diberikan untuk kami. (Amin).

Jakarta, 16 Feb 2009, pukul.11.10.

-------------------------------------------------------------

Wassalamualaikum

Read more »

2.15.2009

Paradoksal Jakarta


Assalamualaikum dan apa kabar semuanya?

pekan lalu adalah pekan yang begitu beda buat saya karena tiap waktu yang saya lewati didalamnya adalah rangkain cerita dan peristiwa yang spontan, unik beda dan tidak biasa dari yang sudah2 saya temui.. pagi itu saya sudah berniat untuk menjemput seorang teman yang berencana menginap di kos2an saya dan sudah sejak beberapa hari sebelumnya kami sepakat untuk bertemu di stasiun Gambir, Jakarta Pusat. lepas sholat shubuh saya langsung bergegas, waktu itu menjelang pukul 05.30, kunci si Revo berlambang Kangoroo segera saya ambil dari lemari, dan ketika mesin si Revo akan saya nyalakan.. saat mendorongnya keluar agak terasa berat.. di ruang tamu yang masih gelap, ban belakang si Revo saya sorot dengan cahaya dari HP, wadooowwww.. saya terkaget..kaget.. tak dinyana tak disangka... ban belakangnya sudah kempet..pes..pes.. aduh.. masa mesti ndorong sampai statiun gambir sambil
mencari tukang tambal ban yang bermurah hati buka 24 Jam, rasanya gak mungkin.. hmm.. si Revo saya tinggalkan dan berjalan keluar lorong ke pangkalan abang2 Trans Ojek, "Gambir bang, berapa?".. kata abang itupun "20 rebu"(dibaca logat khas Betawi).. bener2 ni abang ini, pagi2 da kayak gini, "ah.. yang betul la bang, masa 20ribu, 10 aja ya?", kata abang itu "15..15.. ya..", saya jawab :"ok la bang", jalan......

sebenernya sudah dari semalam sepulang dari kerja saya merasa ada yang agak lain dari ban balakang Revo, tapi pas saya cek di kos, baik2 saja bannya, tidak ada kempes2nya.. ah.. bocor halus rupanya.. :D

setibanya di Gambir, di mushalla Al-barkah dekat pool bus Damri yang berhenti di Gambir, saya dapati teman saya, namanya Indra Pradya, sedang menunggu, dan segera saya sapa dan ajak dia berangkat ke luar stasiun.. kami berdua berjalan memutar keluar stasiun tujuannya mencari halte busway terdekat.. beberapa menit kemudian :'nah itu dia halte.. dari situ aja kita', kemudian beberapa saat kemudian kami sudah didalam bus way yang rupanya pagi2 sudah cukup padat (dugaan saya mereka mengejar tarif Rp 2000 dibawah pukul 7 pagi, hehehe..) saat busway memutar, saya
mulai merasa tidak enak, saat saya melihat suatu pintu yang rupanya ada persis dibelakang, kira2 15 meter, dari tempat saya menjemput teman saya tadi, dan saya lihat raut muka teman saya mulai mau mengatakan sesuatu disertai usaha menahan tawa, dan sebelum dia tertawa saya segera mendahului sembari berkata :"eh.. tadi coba kita lewat sini aja ya, lebih dekat.. duh tadi g liat", kata Indra: "iya ya.. hehhe".

sekitar setengah jam kemudian, sudah sampailah dikosan2 saya di Kampung Melayu, Jatinegara. sembari jalan kami sempatkan beli sarapan nasi uduk, dan setibanya dikos, saya kembali ingat bahwa sejak dari hari Jumat saya sudah menerima SURAT PERINTAH LEMBUR di KPP Madya Jakarta Selatan, dimana disitu jam nya dimulai pukul 07.30 pagi, dan sejenak sambil pelan2 melongok ke arah jam dinding.. (ada jeda diam beberapa detik)... "waduh dah jam 07.15", Kampung Melayu-KPP MTO Jaksel kalau naik angkot bisa sampai 1 jam, segera saya bergegas, kekamar mandi, basah2 rambut (cara terampuh, untuk menata rambut seolah2 menjadi 'tampak' sudah mandi, hehe..) dan mengenakan baju kemeja hitam panjang yang saya sempatkan lipat setengah lengan dan biar agak tampak lebih formal saya kenakan tas punggung hitam andalan saya... saya pikir "ah.. kalopun telat paling 15menitan, naek motor ngebut2 dikit..bisalah"..

tiba2 saya diam dan berkata dalam hati "ah iya ya,aduh, kan bannya masih kempet.. waduh masak naek ojek lagi, mana lagi cekak gini :(".. tapi tidak ada pilihan lain saya kembali bertransaksi dengan abang2 ojek dengan sepakat membayar tarif 15rb, sayapun berangkat... diperjalanan, HP saya bergetar2 terus, tentunya dari rekan2 yang mungkin sudah menunggu di kantor, apalagi kalau saya ingat sayalah yang paling tak henti menekan kan agar tidak telat.. kalau bisa on time jam 07.30 sudah ada disana.. setibanya di kantor, dijalan Ridwan Rais, saya temui teman2 sudah berada
disana , salah seorang dari mereka (kebetulan beliau senior saya dikantor, namanya Mas Nana) berujar :"kau tak sopan ya.. saya da dari jam 7 menunggu, kau bilang 07.30,berangkatlah saya dari Tangerang sana jam 6, g taunya kau lagi yang telat".. (sambil senyum2 malu, saya jelaskan duduk perkara penyebabnya, beliau maklum dan kamipun mulai bekerja)

setibanya diruangan, kami mulai merasa ada yang aneh, tadinya kami diminta lembur dalam rangka untuk testing akses aplikasi sistem informasi ke server cadangan di Cikarang, tapi waktu kami mencoba memulai testing dengan memasukkan alamat URL dan IP ke address browsernya, responyya tidak ada sama sekali.. rupanya belum bisa
diakses, katsaya dalam hati: "ah mungkin tim yang di Cikarang sedang berbenah atau memang baru sampai jadi belum sempat konfigurasi apa2".. kemudian salah satu dari kami menelepon tim yang di Cikarang.. kamipun terkaget2 waktu mendengar kabar rupanya mereka baru akan berangkat ke sana pukul 9, sementara kami jam 07.30 sudah siap testing, saya pikir kalau mereka baru akan berangkat jam 9 bisa2 kami bisa mulai testing pada jam 12an siang nanti.. ah.. kecewa...

kamipun tim yang ditugaskan ke KPP MTO Jaksel ini hanya bisa duduk2 sambil senyam senyum untuk menutupi rasa tidak enak atas keadaan yang kami alami, dan akhirnya berakhir dengan diam, ada yang ngantuk kemudian tertidur, ada yang baca koran kemudian menghilang, dan ada pula yang bolak balik memmantau perjalanan tim Cikarang via telepon.. hehehe.. lucu banget :)

tepat siang hari saat kami sedang akan makan siang yang telah disiapkan buat kami, baru saja kami akan makan siang sambil disertai rasa2 tak enak, kami diberi kabar bahwa testing bisa mulai dilsayakan, "wah.. kalo gitu sekarang tak ada lagi alasan buat rasa2 tak enak, makan aja terus.. hehehe" selesai makan siang dan sholat Dzuhur testing kami lsayakan permenu dan sekitar 2,5 jam kami lsayakan, testing pun selesai dengan 80% berhasil dan 20% masih ada error yang kecil2.. waktu itu sudah menunujukkan pukul 15.30 kami pun segera bergegas pulang dan setelah melaporkan ke KPP MTO jaksel tentang progresnya.. kamipun pulang lang...lang..lang.. :) waktu pulang saya ingat bahwa saya ada undangan seminar leadership di Graha Unilever di Jl Gatot Soebroto, kebetulan ada kawan juga (namanya Mr. M) yang pulang searah dengan lokasi itu, jadilah saya 'nebeng total' sekaligus jadi penunjuk jalan buat kawan saya yang rupanya kurang suka jalan sehingga tidak hapal Jalan. :P. teeet.. di jembatan penyebrangan Gatot Soebroto, depan gedung BKPM saya mintakan teman saya berhenti dan sembari ucapkan terima kasih dan bilang hati-hati dijalan, saya segera ke acara tersebut dan saya dapati sudah jam 16.00 setelah duduk sebentar (setor muka pada kawan2 saya :D) saya keluar lagi buat ke toilet dan kemudian sholat ashar..
lepas itu baru mulai seksama saya mendengarkan uraian yang disampaikan dalam bahasa inggris ini, 10-15 menit pertama mata saya masih kuat tapi sayangnya, hhhehe.. memasuki menit ke 20 saya mulai berjuang melawan rasa kantuk dan berakhir dengan kemenangan dan konsep bahwa kesediaan untuk menjadi pemimpin adalah kesediaan
untuk melayani dan menghargai... (hehhee.. belajar jadi pemimpin :) neh )

acara seminar ini selesai pukul 17.15 WIB dan kemudian dengan teman2 saya, saya menghampiri mereka, sedikit berbincang2 dan menyapa si pembicara namanya Sivanganam, dari Asia Selatan. meminta kartu namanya dan dengan rekan2 yang lain meminta kesediaan si Siva ini untuk berpoto bersama, klak...klik...klak..klik... tak lama kemudian kamipun pulang... hari sudah petang kemaren itu, tiba2 saya memilih untuk tidak pulang ke kos tapi berkunjung ke rumah kawan di daerah Slipi, berdua dengan Waknang yang juga akan ke Slipi kerumah temannya kami menumpang bus 46, sepanjang perjalanan,didalam bus kami bercakap2 dengan penuh semangat (maklum, sama2 satu daerah asal.. :D) kemudian stibanya driumah kawan saya di Slipi... biasa lah kalau dengan kawan2 saya yang di Slipi ini, saya biasanya bisa tertawa bercanda dan sekaligus bertukar pikiran mulai dari masalah 'kenapa langit tak bertiang' sampai
ke masalah 'pemanasan global' kemudian kembali lagi ke masalah 'kenapa langit tak bertiang'. entah apa2.. coba... di Slipi rupanya sudah malam waktu saya akan pulang ke kosan, sudah pukul 21.30 waktu itu, namun waktu akan pulang kemudian saya ingat teman saya si Indra yang tujuannya ke Jakarta untuk ikut salah satu lomba pembawa acara (bahasa kerennya:presenter), di gedung Sarinah, Jalan Thamrin Jakarta Pusat, disebuah Cafe disana, dan saya juga ingat dia juga belum tentu bisa pulang sendiri, bingung juga, karena kalau jadi saya berangkat ketempat dia, kesatu saya belum pernah bepergian sampai selarut itu (tentunnya acaranya bakal sampai larut malam), kedua, tanpa si Revo rasanya bepergian ke satu tempat ke tempat yang lain di malam2 seperti ini agak repot.. tapi saya memilih untuk menghadiri tempat ia mengikuti acara itu,dengan maksud agar ada temannya dia pulang nanti..

jadilah waktu itu dari jembatan penyeberangan Slipi.. saya menumpang bus patas ekonomi 213 yang ke arah Thamrin, tapi saya agak ragu2, 'ini lewat g y'..kemudian saya bertanya dengan seorang abang2 yang tampak dari wajahnya sudah mengantuk dan agak mencurigakan gerak geriknya, "bang.. bis ini lewat gedung sarinah g?" kata abang itu "o enggak, nanti kamu turun di halte Tosari".. meski tidak yakin waktu itu saya mengiyakan, 'makasih bang', kubilang ke abang itu..

pas posisi duduk saya waktu itu adalah didepan abang itu persis, tapi saya merasa tatap mata abang itu mulai mencurigakan.. sepanjang perjalanan di bus itu mata saya terus saja melihat kesamping (agar tujuan sebenarnya untuk melihat/memperhatikan gerak gerik abang itu tadi, kalau ada yang tidak beres).. tak lama kemudian.. dia
menggamit bahu saya, dibilangnya :"ni turun sini aja" sambil dia juga ternyata ikut turun kan "ooh.. disini ya" jadi waktu itu saya turun juga, dalam hati ku "kok abang ini ikut turun juga, apa dia sengaja mau turun barang saya ya.. mana haltenya ini sepi lagi, da malam pula kan.. wah.. dari pada dari pada ni...".. saya bilang ke abang itu "bang saya jalan lagi aja bang kesana" sambil terus berjalan di bilangan Sudirman, "hei masih jauh kok..." kata abang itu, dari suaranya memang agak mencurigakan, nadanya memaksa.. "biar dah lama saya tak naek angkot, masih ingat saya dikit2 rute bis 213 itu, seingatku dia lewat juga di depan Bank Indonesia, besebrangan dengan gedung Sarinah" kata saya dalam hati.

jauh juga rupanya kalau mau jalan kaki, ke gedung sarinah, ah,, jadilah saya naek Taxi, alhamdulillah dapat sopir yang ramah dan suka diajak bertukarpikran, baru beberapa menit berkenalan, Pak Hikman sudah bercerita sedikti hal tentang asal daerahnya, jam operasinya dan tentang perusahaan jasa angkutan taxi ini tempat ia mencari makan serta tentang kerasnya kehidupan Jakarta dan paradok2 didalamya .. (ringaaaaan kali bahasanya... mudaaaah kali dipahami, hehehe, entah apa coba...) "mau valentine-an ya mas kesana?" saya kaget, dan kujawab :"pak saya muslim, saya g ngerayaain yang begituan, bapak juga muslim kan?buat kita kan hari kasih sayang itu ya tiap hari g hari2 tertentu aja.. gitu lo pak.. :D".. pak hikman pun menjawab:"oooo... gitu mas ya, sayah kirah ituh acarah apaaan gitu.. "(logat sunda kental 75%)

tak lama kemudian, saya turun di gedung sarinah, pintu samping.. dari pada dari arah Thamrin, terlalu jauh memutarnya. "wah.. rame amat ya.. liftnya sebelah mana ni?" kata saya bermonolog, "mas2.. liftnya sebelah mana ya?", tanya saya pada seorang mas2yang sedang duduk sendiri di tangga, "itu disamping ujung kiri, sendirian aja ni
mas?" dia malah balik bertanya dengan senyum juga "ok, makasih mas, iya sendirian" ku bilangkan ke mas itu lalu saya berjalan ke arah lift dan setelah menunggu beberapa menit, saya masuk ke dalam lift dan memencet tombol angka 14, ke cafe tempat tujuan ku berada.

lepas sekejap kemudian, saya terkaget2, betul2 rame yang hadir ke cafe ini, muda mudi khas metropolis jakarta dengan tampilan yang serba terbuka dan penuh gaya, 'aduuuww... kayak gini ni the real Jakarta kali ya.. ck..ck..ck..ck..', ..saya sempat bingung, "ni saya bener g disini ya.. salah kali.. tapi bener kok ini nama cafe nya", kemudian seorang petugas keamanan menangkap kebingungan saya.. dan menanyai saya :"mau kemana mas?".. saya dengan sedikit terbata menjawab:"mau ketemu teman saya, pak, yang lagi mbawa acara disini..Indra namanya..", petugas keamanan :"silahkan masuk mas.."...



sejurus kemudian saya berdiri di belakang.. sembari mencari2 tempat duduk, "nah ini diaaa.... ada tempat" kupikir, paling tidak dengan duduk, tidak terasa ksaya, tidak katahuan canggungnya ditempat yang baru kali pertama saya datangi.. lambat2 saya berpikir, pemandangan yang sekarang sedang saya lihat adalah sama seperti yang sering saya lihat di adegan2 sinetron di televisi yang menunjukkan pemandangan siluet bayang2 manusia dengan lautan asap diatasnya.. ternyata betul, inilah yang saya lihat. dalam hitungan menit kemudian saya sudah bercakap2 dengan salah
seorang pengunjung yang ternyata namanya Adit, usianya 17 tahun, yang rupanya memang sering datang ke Cafe ini, dia menawari saya rokok, tapi saya jawab :"maaf mas, saya g ngerokok" kemudian kami terus berbincang tentang usaha bisnis pembuatan kasur kapuk yang ia geluti sejak SMA bersama orang tuanya, cita2nya kedepan dan pandangan2nya tentang hidup, sambil minum segelas orange jus yang saya pesankan buat kami berdua. sambil mendengarkan musik2 live yang tidak sepenuhnya saya nikmati :P.
jam sudah menunjukkan pukul 00.30 malam, dan acara akan segera selesai, setelah acara puncak yang diisi oleh group band Lobow yaitu peluncuran salah satu TV swasta yang baru, namanya FIVE TV. saya pun keluar dari Cafe tersebut dan menunggu teman saya itu di lobby utama pintu samping. lama juga ternyata saya menunggu, karena
teman saya tadi itu mendapat briefing atas penampilannya tadi itu. beberapa saat kemudian ketika saya sedang duduk menunggu, ada seorang pria lewat didepan saya sambil tersenyum, saya balas juga dengan senyum. pria tadi itu tampak bingung, dan saya tanyakan kepadanya ada apa rupanya, dia berkata sedang menunggu teman kata nya.
kemudian ia pergi, namun sebentar2 ia kembali berdiri di samping saya, sambil memasang sikap seolah2 ingin mengajak bicara, saat saya dengarkan kembali suara, nada dan cara bicaranya sangat kemayu, manja minta perhatian padahal dia laki2... ahhh.................. ternyata................

alhamdulillah saya segera menyadari itu, kemudian saya katakan ke pria itu tadi :"SAYA SUDAH NIKAH MAS, ANAK SAYA SUDAH DUA!!!!!!!!!!!!!" akhirnya pria tadi itu mulai menjauh.. sayapun lega dan segera meminta teman saya untuk secepatnya turun dan berangkat pulang...lang..lang..lang..lang..lang..!!!!!


begitulah kejadian yang saya alami pada akhir pekan ini, sungguh tak biasa bagi seoarang Erikson, tapi dengan mengalami semua itu, saya jadi lebih tahu sedikit tentang dunia2 di sekitar saya, yang sebenarnya sangat dekat namun tak pernah saya lihat.. dan alhamdulillah ALLAH.SWT telah menjaga saya dari keburukan2 dan orang2 yang berniat buruk kepada saya.. :D

wassalamualaikum

Read more »

2.09.2009

Della dan Yolan



assalamualaikum dan apakabar semua?akhir bulan lalu saya mudik pulang ke rumah di Baturaja, bahkan saya mengambil cuti 3 hari.. karena kadang saya diserang rasa rindu yang membuat saya lebih memilih cuti dan mudik, dan seperti biasa.. ketika saya mudik keponakan saya selalu meminta ijin kepada saya untuk mengetik di laptop 'Buyung' saya.. kemudian saya ada niatan kalau nanti saya ada rejeki, ada baiknya saya belikan mereka PC untuk sekedar mengetik2 bagi mereka, kali ini keponakan saya yang mengetik ada dua, Della dan Yolan (adiknya Della), mereka mengetik apa saja yang ada dalam pikiran mereka dan apapun yang mereka lihat, termasuk tulisan puisi2 di pelajaran Bahasa Indonesia mereka, dan buku2 bacaan yang saya belikan buat mereka.. ini tulisan mereka:

-------------------------------------------------------
SenangnyaMenolong Adik

YOLANDA MAHARANI

5.Sali dan Saliha bermain
Kejar – kejaran di halaman rumah .
Tiba – tiba , Sali jatuh tersandung batu .
BRUK!

“Sali and Saliha were playing
And running in the front yard.
Suddenly, Sali fell down.
THUMP!

Saliha berlari menghampri adikny

6. Saliha berlari menghampiri adiknya.
“Sakit, ya?”
“Iya, kak, “ jawab Sali sambil menahan sakit .
Lututnya terluka .

YOLANDA MAHARANI
Terimah kasih
Penulis ;yolan
Asyik nya
Rajin Belajar

Guru membagikan nilai hasil latihan
Pelajaran berhitung .saliha mendapatkan
Nilai memuaskan karena benar semua .
Mirna mendapat nilai cukup karena salah tiga .

Today,the teacher gave back
The arithmetic test results .
Saliha got a good grade,
She had all correct.
Mirna had three mistakes
So her grade was just okay.

“Wah S9N4NG NY4 kalau bisa mendapatkan
Nilai bagus seperti kamu!” kata Mirna .
“Kamu bisa juga, kok,” kata Saliha .

“Wow, it`s great toget good grades
All the time like you do!” Mirna said.
“You can do it too,” Saliha said.


INDAHNYAMEMAAFKAN

Sali kita main ke rumah
Lukman yuk ajak faisal
Aku tidak mau ke rumah lukman iagi seru Sali

Sali let s play at lukman s
House faisal invited
I don t want to go
To lukman s house
Anymore!” Sali said.

“Kenapa kamu tidak mau
Ke rumahnya?” Tanya Faisal
“Lukman mendorongku
Sampai jatuh kemarin!”
Jawab Sali.

“Why don`t you want
To go to his house?” Faisal asked.
“Lukman pushed me
And made me fell
Yesterday!”
Sali answered.

Saliha berlari menghampiri adiknya.
“sakit, ya?”
“iya, Kak jawab Sali sambil menahan sakit
Lutut nya ter luka


PENULIS:DELLA NADIA PUTRI
Mari Berpuisi

DOA SEORANG SERDADU SEBELUM PERANG

Tuhanku,
Wajah- Mu membayang di kota terbakar
Dan firman – mu terguris diatas ribuan
Kuburan yang dangkal

Anak menangis kehilangan bapa
Tanah sepi kehilangan lelakinyA
BUKANYA BENIH DI SEBARKAN DI BUMI SUBUR INI
TAPI BANGKAI DAN WAJAH MATI YANG SIA-SIA
APA BILA MALAM TURUN NANTI
SEMPURNALAH WARNAH DOSA
DAN MESIU KEMBALI BICARA
WAKTU ITU TUHAN KU
PERKENANKAN AKU MEMBUNUH
PERKENANKAN AKU MENUSUK SANGKAR KU
MALAM DAN WAJAH KU
ADALAH SATU WARNA
DOSA DAN NAFSU KU
ADALAH SATU UDARA
TAK ADA LAGI PILIHAN
KECUALI MENYADARI
-BIARPUN BERSAMA PENYESALAN-

APA YANG BISA DI UCAPKAN
OLEH BIBIR KU YANG TERJAJAH
SEMENTARA KULIHAT KEDUALENGAN- MU YANG CAPAI
Mendekapi bumi yang mengkhianati- mu
Tuhan ku ,
Erat-erat kugenggam senapang ku
Perkenankan aku membunuh
Perkenankan aku menusukkan sangkurku.

DELLA NADIA PUTRI

Pohon
Pohon

Comaelang
Comaelang maelang jagal batu
Di mana belang di situ

Penulis:YolANDA MAHARANI


MARI BERNYANYI
JUDUL: pramuka


SIAPA SURUH MASUK PRAMUKA 2X
SENDIRI SAJA SEN DIRI RASA
ADUH SAYANG 4 X

SIANG MALAM TIDUR DI HUTAN 2X
KERINGAT BASAH KERING DI BADAN
ADUH SAYANG 4

A. Bagian-bagian Tumbuhan

Ini gambar apa anak –anak?
Gambar pohon mangga.
Siapa yang tau mana daunnya?
Saya, Bu Guru .....
Ini daun pohon mangga.
Siapa yang tau mana batangnya?
Saya….
Ini batang pohon mangga .
Bagus .
Nama Bunga ANGREK
Sedap
-------------------------------------------------------

demikianlah tulisan kedua ponakan saya ketika saya mudik kemaren, tiba waktunya mereka dewasa nanti, insyaALLAH akan mereka lihat tulisan mereka ini dengan penuh bahagia dan bangga.. amin..

Waalaikumussalam

Read more »