7.28.2013

Belum Ada Judul

Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar

Apa yang bisa diingat dari rangkaian cerita dan pengalaman? Nama orang? tempat? Jalan? Buku? Gunung? atau Sesap hangat secangkir kopi? Buatku semuanya benar. Semuanya tersimpan rapat dalam ingatan. Mahal dan mustahil berulang sebab hidup terus berjalan. Kita adalah tiap jiwa yang dicipta untuk mengisi hidup dengan cerita. Cerita apapun. Manis, pahit, duka, suka, tawa, lara, pedih, bangga, gembira. Terserah bagaimana kita menyebutnya karena cuma waktu yang bisa menguji tentang ingatan yang mungkin tetap terus terbawa.

Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti

Apa yang bisa dipahami dari rentetan kisah dan kejadian? Adalah bahwa kita ada di garis sarat ajaran kehidupan. Bagaimanapun, tidak ada satu manusia yang bisa membuka hati manusia lainnya. Hati seseorang baru bisa terbuka hanya bila orang itu mau membukanya. Berjalan sendiri itu lebih baik daripada bingung ditengah keramaian. Disaat itu kita mungkin cuma berteman dengan diri kita sendiri dalam sepi. Saat- saat sarat doa dan harap yang tidak bisa dijelaskan. Berujung pencerahan sebab ternyata Tuhan masih berkenan.

Sahabat, masih ingatkah kau?

Apa yang bisa diharap dari memori yang tersimpan didalam ingatan para pelupa? Aku tidak tahu. Biar seiring waktu semua kan terjawab. Apa kita masih bisa tersenyum saat ingatan membawa kita pada satu waktu saat aku merampas botol sisa air minum mu di lereng Semeru? Saat kita tersesat di lembah bebatuan Merapi dalam dingin yang menusuk? Saat hujan deras dan angin badai membuat Puncak Sejati Raung gagal kita jamah? Atau saat kita bagai melayang berjalan lelah menuju lembah tenang Dempo? Atau justru saat kita menyesap nikmat kopi hangat di banyak masa yang telah lalu?

Selamat berjuang kawan, selamat melanjutkan cerita kehidupan.

Ebas Pangkal Pinang, 28 Juli 2013

P.S.:
------
Belum Ada Judul, Iwan Fals.

Read more »

7.21.2013

Menata Hati: Titik Awal Keselarasan Perilaku

Kita adalah apa yang kita pikirkan, ucap dan lakukan. Saat pikiran kita dijajah oleh belitan prasangka buruk atau jajahan rasa malas maka ucapan yang mengalir tidak akan jauh dari cercaan, hinaan dan respon keji lainnya. Dan kemalangan yang lebih tragis lagi adalah saat kita mulai benar- benar kehilangan kontrol atas pikiran dan ucapan tersebut, karena itu akan mendorong lahirnya tindakan yang barbar dan brutal. Diatas normal dan tidak wajar.

Ini yang kerap kita saksikan di sekitar kita. Jamak terjadi peristiwa diluar batas kemanusiaan yang mengguncang logika justru dipantik hal kecil yang harusnya patut diabaikan. Nilai kehidupan memang kerap diisi hal buruk yang membudaya, maka kita memang dituntut untuk selalu waspada dan mampu menguasai diri. Saat yang menjadi fokus dunia adalah pikiran, ucapan dan perbuatan, maka satu aspek utama diatas itu semua tidak boleh ditinggalkan. Itulah hati.

Hati adalah titik awal terdalam yang tidak akan bisa dijangkau sedalam apapun logika ilmu pengetahuan. Hati yang saya maksud bukan berupa organ dalam tubuh kita tentunya. Ia adalah kemudi tempat naluri dasar kemanusiaan berada. Setiap kita punya itu, siapapun kita, mau residivis bengis atau ulama alim sekalipun. Hati itulah yang kita bicarakan. Hati itu mampu mendengar, itu sebab ada Suara Hati. Hati itu bisa melihat, itu sebab ada Mata Hati. Hatipun bisa berbisik maka ada istilah Kata Hati. Dan yang saya yakini sampai saat ini adalah suara yang terdengar oleh hati dan hal yang terlihat oleh hati semua bermuatan mulia atau kebaikan.

Karena hatilah maka seorang pelacur tidak akan sudi anak gadis kesayanganya mengikuti jejaknya. Dan oleh hati pula, seorang koruptor menangis di persidangan sebab ingat akan mendekam di penjara dan berpisah dengan anaknya. Dan hati juga yang membuat seorang pemuda bengal mau berhenti sejenak membantu seorang nemek tua menyebrang jalan raya.

Tapi sayangnya, bagi kita umat bertuhan, kita tidak berkuasa penuh atas hati. Hati adalah bagian tak terpisahkan saat ALLAH menciptakan kita. Dasar sebuah hati adalah kebaikan dan kemuliaan. Namun hanya dengan selalu menjaganya dekat dengan sang pencipta maka hati itu kan sesuai dengan kodrat mulianya. Mereka yang kita kira jahat dan keji, tidaklah benar- benar demikian, mereka hanya tengah jauh dari Sang Pemilik dan Penjaga Hati sehingga dasar kodrat mulia dan baik itu tertutup hiruk pikuk tuntutan nafsu duniawi.

Saat kita mampu menata hati agar selalu dalam penjagaan ALLAH, maka disaat yang sama pikir, tutur dan tindakan kita akan dapat memuat hal baik nan mulia. Menata hati adalah langkah awal untuk dapat menguasai diri dan membuat kita mampu membedakan hal yang patut diperhatikan dan patut diabaikan. Supaya dengan itu kita tidak termasuk pribadi dangkal yang kerap mudah terjebak dalam hal sepele nihil guna.

Ebas
Pangkal Pinang.

Read more »

7.18.2013

Asah Nyali Pada Kemudi.

Besok akan jadi satu dari sedikit sekali hari yang bisa aku ingat seumur hidup. Menghadapinya melahirkan gugup dan ensasi emosi yang muncul bergantian antara cemas dan gembira atau antara gentar dan tak sabar. Iya, besok aku akan mengemudikan sendiri mobil ke daerah Koba untuk urusan dinas. Mengemudi, satu hal yang jelas masih jadi hal hebat bagi aku dan keluargaku. Aku cuma bisa menghela nafas dalam. Bersyukur, diberi kesempatan untuk bisa.

Sebetulnya, aku tidak buta sekali soal mengemudi ini. Kalau untuk jalan lurus dengan arus lalu lintas yang lancar, aku sudah lumayan berani, sebab pekan lalu hampir 2 jam aku mengemudi dari Koba menuju kembali ke Pangkal Pinang. Namun itu juga ditemani rekan kantor dan begitu masuk wilayah kota menjelang lampu merah, kemudi kukembalikan padanya selain masih kikuk untuk turun ke jalan raya, khawatir ada razia mengingat aku belum ada SIM.

Tapi untuk besok, aku berangkat berdua dengan atasan. Beliau sendiri yang memintaku untuk coba memberanikan diri turun ke jalan raya, setelah aku mintakan agar kukemudikan nanti begitu sudah lewat kota. Padahal sudah pula kusampaikan bahwa aku khawatir kalau- kalau di tanjakan yang macet/ ramai atau di lampu merah aku masih gerogi dan belum gesit. "Iya, gak apa, pelan- pelan aja!". Begitu kata beliau. Baiklah kalau begitu. Kuberanikan diri juga.

Jangan tanya kecemasanku soal besok itu, bahkan saat aku mengetik postingan ini. Tapi aku lihat kecemasan itu tengah berduel hebat dengan niat kuatku melawan batas ketakutan semu. Dan disaat yang sama, ada harapan yang tumbuh seiring resiko yang mengajari kesiagaan dan sikap waspada. Cuma Tuhan yang tahu soal hari esok, kita cuma bisa berusaha untuk hal yang patut diupayakan. Semoga besok baik- baik dan lancar. Resiko selalu ada ditiap langkah, namun aku melihat itu bukan alasan untuk memenangkan rasa takut.

Selalu ada saat- saat kali pertama dalam hidup, karena mungkin itulah salah satu cara Tuhan mengajarkan keberanian pada kita mahluk NYA.

Read more »

7.06.2013

Tentang Menjadi AR

Waktu berlalu cepat, paruh waktu pertama tahun ini sudah lewat. Hidupku sudah dua bulan berjalan di Pulau Bangka. Sudah hampir dua bulan pula aku menjadi Account Representative (AR) di KPP Pratama Bangka. Sejauh ini, sukurlah semua berjalan dengan baik. Mungkin ini karena hidupku sekarang sudah lebih berarah sejak menikah.

Menjalani peran sebagai AR adalah letupan rasa syukur yang tumpah dalam ekspektasi senyap ku di hari kemarin. Ada kurang lebih 5000 wajib pajak (perusahaan dan individu) yang jadi tanggung jawab pengawasanku di wilayah Kecamatan Koba dan Jebus. Tapi tentu saja, aku membuat prioritas sebab tidak mungkin semua terlayani. Sebisanya semua berjalan dengan profesional dan proporsional saja.

Sampai Juni kemarin tercatat target penerimaan ku sudah tercapai 50% lebih. Pencapaian ini seperti antara berkah dan amanah. Menjadi berkah sebab ternyata di kedua wilayah itu tersimpan potensi besar yang harus lebih dalam digali, menjadi amanah sebab kenyataan itu mengharuskanku untuk mengiringinya dengan produktivitas yang sesuai. Agar berbanding lurus antara usaha dan hasil. Bagaimanapun, usaha ekstra adalah indikator produktivitas sebenarnya. Pencapaian penerimaan tanpa usaha ekstra cuma akan seperti menunggu ikan tanpa menebar jala.

Bagi sebagian orang, penerimaan adalah indikator kinerja AR, namun bagiku pribadi indikator utamanya justru ada di produktivitas yang sudah dibuat. Kurang lebih ada 50 himbauan yang sudah aku terbitkan dalam rentang waktu sejak 21 Mei sampai dengan 03 Juli. Dari himbauan itu sampai saat ini masih menunggu tanggapan dari wajib pajak. Sebab, memang sulit membuat wajib pajak menyetorkan kewajiban pajaknya dengan benar ditengah krisis kepercayaan publik kepada pemerintah akhir- akhir ini. Tapi setidaknya, tugasku selesai untuk menghimbau sudah kujalankan.

Tahun ini masih akan belum habis, tersisa 6 bulan lagi. Dan seperti yang sudah- sudah, prinsipku tetap sama. Tugas ini adalah amanah, menjalaninya dengan baik dan benar adalah hal mutlak. Urusan hasil kukira sudah diluar kuasaku. Apa yang kumampu cuma ya itu tadi, menunaikan nya sepenuh hati dan tetap tekun belajar agar semua tetap dapat terisi dengan berkah lalu akhirnya semoga kutuai anugerah. Aamiin.

Ebas
Pangkal Pinang
Juli 2013

Read more »

7.05.2013

Geliat Pajak dari Barat Pulau Bangka



Muntok, Ibu Kota kebupaten Bangka Barat adalah kota tua yang sudah berdiri sejak berabad silam, banyak bangunan gedung tua yang masih berdiri kokoh sebagai bukti sejarah perjalanan negeri ini, seperti gedung kantor pusat PN Timah yang dibangun tahun 1915 oleh Kolonial Belanda dan bangunan rumah pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta yaitu Pesanggarahan Menumbing dan Wisma Ranggam.

Di sini terdapat pula Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Pajak (KP2KP) Muntok yang merupakan perpanjangan tangan KPP Pratama Bangka untuk menjamah wajib pajak di Kabupaten Bangka Barat (membawahi enam kecamatan).
Di Muntok sendiri terdapat 5771 Wajib Pajak (42% dari total Wajib Pajak di Kabupaten Bangka Barat) dengan 323 diantaranya adalah Pengusaha Kena Pajak. Kondisi ini mendorong terjalinnya kerja sama yang diinisisasi Kepala KP2KP Muntok (Budi Budiawan) dengan Kepala KPP Pratama Bangka (Muhammad Dahlan Saleh) untuk mengadakan sosialisasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor PER-11/PJ/2013 tanggal 12 April 2013 mengenai Perubahan atas Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor PER-44/PJ/2010 tentang Bentuk, Isi dan Tata Cara Pengisian serta Penyampaian SPT Masa PPN. Sehingga pada hari Rabu tanggal 26 Juni 2013 diadakanlah kegiatan sosialisasi tersebut dengan mengundang kurang lebih 60 Pengusaha Kena Pajak.

Pelaksanaan acara kegiatan Sosialisasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor PER-11/PJ/2013 ini adalah sebagai bentuk pengenalan aplikasi terbaru yang digunakan sehubungan dengan diterbitkannya PER-11/PJ/2013. Adapun aplikasi yang digunakan adalah e-SPT versi 1.5.0 yang merupakan penyempurnaan versi sebelumnya. Acara sosialisasi ini berlangsung dari pukul 09.00 s.d. pukul 12.00, mengambil tempat di Kantor Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi (KP2KP) dihadiri lebih dari 20 Pengusaha Kena Pajak.

Sosialisasi dibuka oleh Bapak Budi Budiawan selaku Kepala KP2KP Muntok dengan memberi gambaran perihal latar belakang perubahan yang terjadi dan poin utama perubahan dimaksud yaitu bahwa per Juni 2013 semua Pengusaha Kena Pajak Badan wajib melaporkan SPT Masa PPN dengan menggunakan aplikasi e-SPT. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Erikson Wijaya (Account Representative KPP Pratama Bangka) dibantu oleh Fitriyansyah (Pelaksana KP2KP Muntok) yang menyajikan materi dalam tiga bagian, pemaparan, instalasi aplikasi dan praktik pengisian. Saat praktik instalasi aplikasi terdapat kendala teknis karena peserta tidak mengikuti tahap instalasi sesuai arahan, dimana seharusnya instalasi dimulai dengan mengikuti tahap patch (1.4; 1.400; dan 1.4.1) yang sudah disediakan. Namun setelah dibenahi, semua peserta berhasil memasang aplikasi di laptop/ notebook masing- masing.

Acara dilanjutkan dengan praktik bersama pengisian e-SPT Masa PPN versi 1.5.0, sebagian besar para peserta tidak mengalami kesulitan karena mayoritas sudah memiliki jatah nomor seri faktur sebagai keterangan pendukung utama dalam praktikum. Satu peserta bernama Aisyah berkenan tampil kedepan memberi penjelasan kepada peserta yang lain yang belum mendapatkan Kode Aktivasi dan password untuk mendapatkan Nomor Seri Faktur Pajak. Menurut Ibu Aisyah agar para wajib pajak memastikan semua berkas sudah lengkap dan benar mengingat mereka berasal dari wilayah yang jauh dari lokasi KPP Pratama Bangka. Praktik pengisian ini dikondisikan sampai ke tahap akhir, yaitu pembuatan file csv agar Wajib Pajak paham dan siap dalam proses pelaporan.

Riuh antusiasme para peserta memberi semangat tersendiri bagi keberlangsungan acara ini, apresiasi tinggi patut kita layangkan kepada mereka, para wajib pajak yang sudah mau belajar mengenal hal baru yang merupakan bagian integral kebijakan PPN di masa depan. Menjelang pukul 12.00 WIB, semua tahap sosialisasi selesai disampaikan. Acara ditutup oleh Bapak Budi Budiawan seraya mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi para peserta. Semoga acara sosialisasi dapat diikuti oleh KP2KP lainnya di pelosok nusantara, mengingat peran KP2KP sejatinya adalah sentral dalam menjamah para wajib pajak demi mengoptimalkan potensi kepatuhan menuju Indonesia yang lebih baik.

Read more »