Posts

Showing posts with the label cendrawasih

Papua, Cendrawasih yang Terluka! (II)

Image
Ada pilu bila melihat luka yang menganga di tanah Papua yang tengah dikangkangi oleh PT Freeport Indonesia. Bukan soal ekploitasi tak berkesudahan yang hingga kini tengah berlangsung, namun lebih kepada ekses dari tindakan tersebut yang dengan gamblang memperlihatkan marjinalisasi penduduk lokal yang hanya menjadi penonton nelangsa. Penggelolaan sumber daya alam seharusnya mensejahterakan bukan meminggirkan, sehingga jelas bahwa ada kekeliruan sejak awal pada aspek pengelolaan yang berdampak buruk hingga kini. Filosofi mendasar pengelolaan sumber daya alam negara kita (salah satunya) adalah UUD 1945 Pasal 33 ayat 3 yang berbunyi: "Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat." Redaksi penting yang perlu dikaji adalah 'dikuasai oleh Negara' , sehingga atas kekayaan sumber daya alam yang ada didalam bumi Indonesia adalah dibawah penguasaan negara dengan tujuan utama untuk ...

Papua, Cendrawasih yang Terluka!

Image
Papua adalah ironi. Kemiskinan dalam kelimpahan tambang. Kerusuhan di tengah damai bentangan alam dan endemi panjang tak berkesudahan hingga sekarang. Ada apa dengan Papua? Bertahun- tahun lamanya konflik menggerogoti ketenangan hidup di ujung timur Indonesia ini, sebagian seperti sengaja dipelihara namun sebagian mengalir begitu saja. Soal HIV/AIDS dengan tingkat prevalensi yang tinggi, separatisme sporadis oleh Operasi Papua Merdeka (OPM) dan dominasi PT Freeport Indonesia yang menciderai rasa keadilan dan kearifan lokal. Papua bagai Cendrawasih yang terluka. Konflik menahun yang sudah lama ada di Papua ini membuat banyak pihak memandangnya sebagai friksi yang potensial berujung tajam pada konflik vertikal antara Papua dan Jakarta. Papua makin kedodoran dalam pembangunan, sementara Jakarta sebagai pusat terbitnya rekomendasi kebijakan dirasa kurang tanggap dalam mengambil tindakan. Lebih tepatnya, Papua merasa dimarginalkan dalam pembagunan, benarkah demikian? Sebetulnya, perha...