Posts

Showing posts with the label Eksploitasi

Papua, Cendrawasih yang Terluka! (II)

Image
Ada pilu bila melihat luka yang menganga di tanah Papua yang tengah dikangkangi oleh PT Freeport Indonesia. Bukan soal ekploitasi tak berkesudahan yang hingga kini tengah berlangsung, namun lebih kepada ekses dari tindakan tersebut yang dengan gamblang memperlihatkan marjinalisasi penduduk lokal yang hanya menjadi penonton nelangsa. Penggelolaan sumber daya alam seharusnya mensejahterakan bukan meminggirkan, sehingga jelas bahwa ada kekeliruan sejak awal pada aspek pengelolaan yang berdampak buruk hingga kini. Filosofi mendasar pengelolaan sumber daya alam negara kita (salah satunya) adalah UUD 1945 Pasal 33 ayat 3 yang berbunyi: "Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat." Redaksi penting yang perlu dikaji adalah 'dikuasai oleh Negara' , sehingga atas kekayaan sumber daya alam yang ada didalam bumi Indonesia adalah dibawah penguasaan negara dengan tujuan utama untuk ...

Kelamnya Perdagangan di Masa Lampau Nusantara

Image
Sejarah Indonesia berdiri dengan salah satu pondasi dari aspek perdagangan, sebuah aspek yang sudah sejak lama menjadi ciri khas nusantara sejak sebelum abad ke 16, saat itu perairan nusantara menjadi jalur perdagangan pelaut- pelaut ulung dari Makassar, Sumatera bahkan dunia luar mulai dari Asia hingga Eropa. Namun, dari aspek perdagangan inilah sejarah panjang yang penuh penindasan dan penjajahan mendapatkan jalannya. Kala itu, ketika perdagangan hanya melibatkan sebagian besar peran pedagang- pedagang lokal, tidak dikenal adanya monopoli atau dominasi tunggal kaum atau golongan tertentu. Tetapi ketika bangsa Eropa mulai bersaing yang dimotori (Inggris, Belanda dan Portugis) untuk memainkan peran sebagai pelaku usaha di nusantara, saat itu warna perdagangan pelan- pelan berubah menjadi praktik monopoli yang kian mereduksi diri menjadi upaya eksploitasi. Dalam hal perebutan dominasi peran, Belanda mampu menancapkan eksistensi dengan membentuk kongsi dagang bernama VOC sebagai ...