9.14.2008

Metamorposis


Assalamualaikum

Kemarin adalah sejarah dengan jalan panjang yang telah tergelar
Esok adalah misteri dengan jendela-jendela yang siap dibuka
Hari ini adalah tentang bagaimana saya menjalani hidup dalam pilihan-pilihan, sadar atau tidak, yang telah saya buat.

hidup terlalu singkat jika hanya ditemukan pada tiga titik potong sebagaimana diyakini banyak orang yakni: remaja, menikah dan kemudian mati. setiap peristiwa sekecil apapun itu, paling tidak menurut pendapat saya pribadi, adalah mata rantai yang tidak pernah terputus yang akan terus terjalin sebagai cerita-cerita lalu penyokong terciptanya hari depan. saya lahir tanggal 14 September 1987, hari Selasa waktu itu jam 09.00 WIB,begitu yang saya lihat dari tulisan tangan berwarna hitam yang tertoreh di papan dinding kamar Alm. Ibu saya. entah siapa yang menulisnya, saya yakin beliaulah, karena polanya sama seperti pola tanda tangan dan tulisan nama di raport saya yang sering saya mintakan tanda tangan beliau setiap tiga bulan periode sekolah dasar hingga SLTP.

hari ini, di pagi yang cerah ini, di tanah air tercinta ini, tanggal 14 September 2008,Alhamdulillah saya sudah berusia 21 tahun, dan berapa tahun lagi sisa umur saya hidup di dunia ini, hanya ALLAH.SWT yang Maha Tahu. ketika tulisan ini dibuat, saya coba memanggil kembali semua kenangan yang pernah saya alami di setiap tahun yang saya jalani, mengingat kembali wajah-wajah yang telah pernah menemani saya, dan mengenang kembali setiap cita-cita yang telah saya tanamkan didalam hati yang hingga kini sedang saya perjuangkan.

masa kecil saya dan pengalaman-pengalamn yang menyertainya mengajarkan saya untuk mencoba terus menari dan tertawa meski saya tahu dunia saya memang tidak seindah surga, tapi paling tidak ada begitu banyak hal yang patut disukuri, bersukur saya masih dapat merasakan cinta dan membagi cinta, dan yang terpenting bersukurlah saya karena masih ada begitu banyak orang yang bersedia memberi cinta untuk saya. hingga saat ini, detik ini. jika kemarin adalah jalan panjang yang telah tergelar, tentu saja disana ada jejak langkah dari seorang saya yang abadi terekam dalam-dalam. di jejak itu tertulis banyak hal yang sudah sepatutnya saya telusuri sebagai cerminan diri dalam megambil langkah kedepan, ada apa yang terjadi dengan saya ketika saya menggunakan rasio dan perasaan secara tidak proporsional, terlalu melankolis, ada disitu, dan apa yang akan terjadi pada saya ketika saya berjuang dengan kesungguhan dan niat penuh, ada pula disitu.

oh.. rupa-rupanya masih ada begitu banyak hal yang patut disukuri, saya bersukur terlahir dalam keluarga yang sederhana dan bahagia, saya brsukur untuk semua pengalaman hidup yang telah saya alami dari dulu hingga sekarang, saya bersukur untuk kesadaran yang muncul atas kesalahan hidup yang telah saya perbuat dan saya bersukur masih bisa menjalankan berbagai peran dalam hidup saya dengan baik.

jalan hidup yang saya lalui dengan semua rona yang tercipta didalamnya, telah menjadikan saya sebagaimana saya yang sekarang ini. saya berpikir bahwa hidup itu banyak segi, bukan segi empat, segi lima atau segi delapan, tapi segi yang jumlahnya berbanding lurus dengan jumlah pelajaran kehidupan itu sendiri. saya merasa setiap tindak tanduk yang telah saya lakukan merupakan proses menjadikan diri saya matang dalam setiap segi tersebut. ibarat metamorposis, bisa jadi saya adalah seekor kupu-kupu dalam satu sisi kehidupan, namun disisi lain saya masih berwujud kepompong, atau bahkan ulat.

hakikat hidup yang benar-benar hidup adalah hal besar yang saya dambakan dengan sangat dalam hidup saya,dan saya rasa keinginan yang kuat untuk dapat memberi makna bagi lingkungan dan pekerjaan saya telah terinternalisasi dengan cukup baik di alam bawah sadar saya, sehingga hal inilah yang sepatutnya saya jaga dengan baik agar kelak ke depan saya bisa selalu memberi makna bagi lingkungan saya. beruntung saya telah dipertemukan dengan beragam orang yang masing-masing dari mereka, sesedikit apapun itu, dari mereka ada nilai yang bisa saya ambil.

cita-cita saya tidaklah banyak, namun itulah segalanya bagi saya. saya ingin bisa bermanfaat bagi orang banyak, saya ingin kelak suatu saatnya nanti berdiri dengan segala keilmuan yang saya miliki dan berjuang mengedepankan masa depan bangsa demi kemaslahatan rakyat ,dalam bidang yang saya geluti tentunya.amin...ya Rabbi ya Muiin...

Wassalamualaikum

Read more »