9.23.2009

Tentang Cahaya Bintang


Waktu malam gelap, hanya ada satu benda langit yang mampu bersinar, yaitu bintang gemintang, karena cahaya bulan sejatinya adalah cahaya matahari yang terhalang. cahaya bintang itu kelap kelip kadang redup kadang terang berusaha untuk tetap memberikan sinarnya yang tetap indah yang hanya bisa kita lihat digelapnya langit malam. MasyaALLAH besar nian kuasanya, Maha Pandai dia yang memberikan pelajaran lewat ciptaan ciptaanya..
MySpace

Assalamualaikum dan dear all friends.. tadi pagi saya membaca note seorang kawan di fb tentang istimewanya bintang bintang yang dilangit.. okehh... bintang bintang itu dilangit ya cuma benda kecil, ibarat Motor Revo Saya ditengah jalanan padat kendaraaan tronton, puso, truk, bis di daerah Tanjung Priuk.. hahaha.. lebih ekstrim lagi sebenarnya.. coba aja bandingkan ukuran bintang dengan bulan, atau bandingkan ukuran bintang dengan matahari, the star will be nothing to them.. MySpace tapi coba lihat pada saat malam hari, entah itu lagi musim kemarau atau musim hujan juga, yang namanya bintang bintang itu tetap bersinar, dengan cahaya yang apa adanya, terus menerus dari sejak awal dia tercipta sampai akhirnya cahaya itu meredup dan bintang itupun mati. cahaya nya tak besar tapi bisa terlihat dari bumi, cahayanya juga tak seterang cahaya bulan, tapi itu adalah cahayanya sendiri, bukan pantulan atau sokongan cahaya dari benda langit lainnya.

well..well..well.. MySpace dalam kehidupan sehari hari, apa yang telah dilakukan oleh bintang bintang itu dilangit mencerminkan sebuah ketekunan, konsistensi (apa ya bahasa non-istilah nya?) dan keikhlasan dalam berbuat, serta keteguhan dalam mengatasi hambatan untuk tetap terus berjalan dan berdoa.. sehari-harinya saya temukan diri saya berada dalam lingkungan dengan orang-orang yang dipandang lebih dalam banyak hal daripada saya, seperti materi, pangkat, harta, kemapanan keluarga dll. walau sekali dua saya tertunduk melihat kedalam diri saya dan secara manusiawi pikiran saya terbang jauh membanding-bandingkan saya dengan mereka, mereka yang beberapa juga masih bukanlah orang jauh secara silsilah keluarga.. namun apakah tepat jika kemudian saya diam tertunduk, mati meredup seperti bintang yang kehilangan cahayanya???

bintang dilangit itu bersinar diantara terang cahaya bulan, tapi bintang tidak pernah malu lalu menjauh dan menutup diri karena merasa cahayanya tak akan pernah sampai kebumi, dan dia juga tidak pernah merasa mundur karena dominasi cahaya bulan.. meski penghuni bumi kebanyakan hanya akan mengatakan bahwa malam ini terang karena bulan..

Bulan memang terang, tapi sayang terang bulan itu bukan karena bulan itu yang mampu menghasilkan cahaya, melainkan ia hanya menghalangi matahari untuk bersinar, lalu ia ambil sinarnya ia pantulkan bayang bayangnya, sehingga jadilah ia terpandang di tiap sepanjang malam.. sementara bintang, meski cahayanya ibarat titik di langit namun ia lebih terhormat karena memancarkan dari apa yang telah ia ciptakan sendiri, meski bisa jadi tak terlalu dihargai karena mungkin tak terlalu berarti bagi bumi, tapi coba bayangkan ketika malam hanyalah dominasi cahaya bulan yang kadang hanya berupa sabit atau sebagian, tanpa kelap kelip cahaya bintang, tentu saja malam akan terasa lain... nelayan akan kebingungan untuk berlabuh dan tidak akan pernah ada ilmu falak atau perbintangan.

heheheh ..apapun saya sekarang dan siapapun yang dalam lingkar kehidupan saya sekarang, mungkin mereka hanya melihat dan menilai dari apa yang lihat, mungkin juga mereka hanya memutuskan dari apa yang mereka dengar, mungkin dibumi ini, orang2 hanya akan mengatakan bahwa cahaya bintang itu kecil, kadang redup kadang terang selalu seperti kekurangan, dan paling juga ia mati setelah beberapa waktu, namun ALLAH.SWT telah menciptakan bintang dengan kemampuan yang istimewa untuk dapat menghasilkan cahaya sendiri, dan dengan itu bintang telah sebisanya tetap menyinarkannya sebanyak dan baik yang ia miliki..

Wassalamualaikum

5 komentar:

  • Anonymous says:
    24 September 2009 at 11:12

    koment ah,
    coba neh tulisan rata kiri kanan, pasti bagus

    trus ini deduktif apa induktif son?
    hehhe sambil mencoba menerka2 apa intinya,
    hmm tar bisikin ide tulisannya y juragan..

    @berkejaran g login gara2 baru nyampe kantor kudu pasang muka senyum ke mas2 kitsda

  • Erikson says:
    24 September 2009 at 13:46

    @berkejaran: mau aku buat kek gitu bro, cuman setting di blogger g bisa sampe sekarang, kecuali blogger 2009, malas ganti template lagi, sayang older postsnya hehehhe.. ini indeduktif kali wkwkwkkw ide ceritanya apa ya??? nantik nantik gal kita ceritakan.. ;))

  • Fly^Pucino says:
    2 October 2009 at 07:57

    Nyanyi aja ya EW???

    Hanya satu pintaku..
    Tuk memandang langit biru...
    Dipangkuan Ayah dan Bunda..

    (lupa terusannya...)

  • Erikson says:
    2 October 2009 at 08:15

    @AD:salah AD nyanyinya, kek gini dia tu ya..

    'hanya satu pintaku tuk memandang langit biru..'
    'dipangkuan seorang ibu..'
    'hanya satu pintaku tuk bercanda dan tertawa..'
    'dipangkuan seorang ayahhh..'

    'apabila ini hanya sebuah mimpi..'
    'hanya sebuah mimpi..'
    'kuselalu berharap..tuk tak pernah terbangun..'

  • Fly^Pucino says:
    3 October 2009 at 07:39

    iyo EW.. bru bluetooth kmren sich aq...

Post a Comment

Jangan ragu untuk komentar.. :) Dan untuk menjaga komentar spam, mohon isi dulu kode verifikasi nya.. Trims.