12.01.2009

Renungan Dalam Diam


Tersadarkan bahwa semua tawa dan canda adalah sebentar-sebentar saja, sebentar sekali..
Terbangunkan bahwa sedih dan muram itu hanyalah sekejap-sekejap saja, sekejap sekali..
Jadi kenapa aku sandarkan hidupku kepada dua kalian? kalian ituu.. hahahah cuma selintas-selintas saja datangnya..


Akhirnya, semuanya berjalan sesuai ritme, aku lalu bangun dan dapati aku tertinggal..
Kemudian, aku berusaha mengejar, tapi aku justru telah semakin terputar terlempar..
Lalu, aku diam..tercekat dalam kesendirian..
Dan aku hanya bisa berusaha tenang lalu tersenyum dan mengatakan..
Aku Memang Harus Menghadapi ini Sendirian..

Tiba-tiba, semua terasa semakin bergejolak..
Aku gembira karena harapan, sekaligus..
Aku juga terluka karena harapan..
Lalu kalian berdua.. kenapa kalian berikan aku harapan??
hahaha.. Bolehlah aku katakan..
Aku Menyesal Telah Mengenal Kalian???..

Dalam suasana yang muram suram dan hitam..
Diantara keterpurukan yang kian terjerembap..
Aku bangkit berdiri untuk melawan..
menikmati rasa sakit dan mengubahnya menjadi kegembiraan..
Karena Tidak Ada Pilihan Lain, Selain Aku Harus Terus Berjalan..

Semua ini mungkin cuma masalah perasaan..
Karena kalian berdua itu semu, tak nyata, tak tampak dan tak berwujud..
Yang ada cuma lonjakan rasa bahagia atau hati dan wajah yang diam..
Tanpa ekspresi..lalu mati dalam hitungan detik atau menit..

untuk kemudian pergi silih berganti..
sibuk dengan permainan dan dunia kalian sendiri..
Cuma bisa aku katakan adalah..
Akan Kuperlakukan Kalian Sebagaimana Kalian Memperlakukan ku, Hanya Sebentar-Sebentar Tiada Lekat Dihati, Apalagi nurani..

Aku dapati aku menipu diriku sendiri dalam harapan semu..
Aku dapati diriku terkapar terjebak harapan..
Tapi dalam renunganku yang terdalam,aku temui dan sadari bahwa..
ALLAH.SWT Tidak Akan Pernah Meninggalkan ku..

P.S:
-----
Diluar hujan.. Semoga rahmatNya tercurah didalamnya untuk kita semua, amin..

gambar diambil dari http://bethanytoronto.files.wordpress.com/2008/11/dontgiveup.jpg

13 komentar:

  • suwung says:
    1 December 2009 at 16:09

    mrenung diam diam atau diam diam merenung?
    sik tak renungkan sik

  • kosong says:
    1 December 2009 at 16:16

    sip dapat pertanax

  • irmaniz says:
    1 December 2009 at 16:19

    ehmmm.. Amiien :)

  • Erikson says:
    1 December 2009 at 16:20

    @suwung: dua duanya salahhh.. kan judulny Renungan Dalam Diam.. *horeeee berhasil membantah om suwung* =))

  • Erikson says:
    1 December 2009 at 16:25

    @kosong:hahahah kalah cepat ma si suwung noh!!! b-(

  • Erikson says:
    1 December 2009 at 16:29

    @Irma: malu ahh ada Mrs.Arrazaq.. *sembunyi dibalik buku, pura2 baca* :p:p:p

  • Fly^Pucino says:
    2 December 2009 at 04:28

    Dalam nian... Perjalanan memang belum usai rik. Kau blm liat ujungx to?

  • Erikson says:
    2 December 2009 at 07:07

    @AD: masih dalam segitiga bermuda kayaknya fa wkwwkwk ujungnya??? hehehhehe belum tau lah, doain aja biar sabar, dan indah pada waktunya *sambil nyanyi megang mike* 8-}

  • Fajar says:
    2 December 2009 at 07:30

    mantap nih....renungan dalam diam.....btw tengkyu telah berkenan mampir di gubukku....

  • irmaniz says:
    2 December 2009 at 12:43

    yeeee....malu2 kucing... :P:P

  • Erikson says:
    2 December 2009 at 17:16

    @fajar: makasih sob, iya itu hasil renungan antara diam dalam emosi yang tertahan, berusaha ditahan daripada keluar dan menjadi sesalan... alias berusaha tegar dan sabar..

  • berkejaran says:
    10 December 2009 at 12:26

    hihihihii

    aku slalu mengagumi org yg pandai berolah kata menyalurkan nuraninya

    berkejaran like this

  • Erikson Wijaya Bin Asli Aziz says:
    10 December 2009 at 12:30

    @GWN: jadi malu ni gan.. makasih ya gan.. tulisan2 agan juga OK .. :D:D:D:D:D:D:D:D

Post a Comment

Jangan ragu untuk komentar.. :) Dan untuk menjaga komentar spam, mohon isi dulu kode verifikasi nya.. Trims.