12.31.2009

Part III: Pendakian Gunung Semeru


Diujung lelahku, Puncak Mahameru..

Jumat, 25 Desember 2009 (21.00 WIB), diantara kegelisahan saat dipeluk dinginnya kalimati..

Malam itu di Kalimati, setelah tenda kami dirikan, setelah memasak konsumsi seadanya yang diiringi canda tawa dan setelah makan bersama tentunya.. semua kami tertidur (hahaha saya tidur tanpa sleeping bag, hanya mengandalkan jaket tebal tanpa alas matras, parah!!!).. pulas.. (kecuali si Yudha,begitu menurut pengakuan ybs,hehehe kenapa yud??) sambil dipenuhi janji untuk terbangun tepat pada pergantian hari beberapa jam lagi, yaitu pukul 00.00 dan memulai perjalanan ke Puncak Mahameru..

Assalamualaikum wr wb and dear all.., langit di Kalimati bertabur bintang pertanda cuaca cerah atau sebuah kondisi yang baik untuk mendaki ke Puncak.. meski dicekam rasa cemas bilasaja ditengah pendakian nanti badai datang atau hujan turun maka kami siap-siap untuk berbalik pulang kembali.. apapun yang terjadi demi keselamatan setiap diri kami..

Mereguk nikmat coklat susu
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta


Sabtu, 26 Desember 2009 00.00 WIB
Semua kami sudah terbangun, disambut dengan udara Kalimati yang dingin namun tidak ada pilihan lain selain keluar dari tenda, bersiap dan berdoa sebelum mulai perjalanan ke Puncak Mahameru, hahaha seperti direncanakan maka saya segera berganti kostum mengenakan kaos 5CM yang saya beli disebuah boutique di daerah Petukangan Jakarta Selatan, pemiliknya seorang cewek adik kandung pengarang novel 5CM (kl mau pesen juga sms saya saja, nanti saya kasih nomor HP ybs :D) dan begitu semua siap maka kami berkumpul berdoa dan mulai melangkah menuju Puncak Mahameru.. sementara semua peralatan dan tenda kami tinggal di Kalimati, hanya membawa persediaan air minum dan snack secukupnya.. (sialll lupa bawa dopping coklat dan madu hhehehe)

Beberapa meter meninggalkan Kalimati kami mulai memasuki kawasan Arcopodo.. dan ini merupakan daerah dengan medan yang luar biasa miring, curam dan berat, tanah rerumputan kayu, pepohonan tumbang dan bebatuan.. saya mulai merasa lelah.. saya tidak bisa mengikuti rombongan didepan yang terus berjalan melintas medan Arcopodo ditambah dekapan dingin yang menusuk-nusuk, dan saya tertinggal, memaksakan kaki-kaki ini untuk terus melangkah dan melompat-lompat mulai terasa tidak mungkin sementara tiba-tiba kaki ini merasa lelah dan kaku.. ya Kram lah ini.. dan tak ada pilihan lain.. saya beristirahat 5menit dibawah pohon didalam malam gelap cuma berterang senter..

Kemudian rombongan dibawah mulai menyusul saya, mereka melihat saya dan akhirnya duduk berhenti sejenak membantu saya , kaki saya mulai dilenturkan biar tidak kaku kram lama-lama oleh si Fikam (Bolang) dan ditengah2 rasa lelah itu saya melihat menunduk kebawah ke baju yang saya pakai, yang didadanya tertulis 5CM, lalu cerita didalamnya mulai tanpa sadar saya putar kembali dalam ingatan saya..tentang doa, tentang keyakinan dan kemauan untuk percaya yang akhirnya membuat saya kembali dapat berdiri melangkahhh.. ya dengan kata lain saya malu dengan baju ini kalo g sampai puncak heheheh...

Mahameru berikan damainya
Didalam beku `Arcapada`
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa


Sabtu, 26 Desember 2009 02.00 WIB
Perlahan mendaki terus mendaki bersama beberapa kawan yang bersedia menemani kaki yang lelah ini.. 'ayo bazzz demi blog bazzz... demi bloggg biar seru ceritanyaa ayo ayo jalan terussss' hahahahha terima kasih banyak pada Danang selaku TL atas dukungan semangat nya...wkwkkwkwkw di Arcopodo ini mungkin karena gelap atau karena hanya mitos saya sama sekali tidak melihat adanya Arca kembar yang katanya merupakan peninggalan kerajaaan Majapahit, ada yang bilang hanya mata orang tertentu saja yang mampu dan tahu posisinya.. yahhh... mungkin mata saya belum sakti atauuuu mesti 7 kali naek turun Semeru baru bisa.. hahahhaha :D

Akhirnya Arcopodo terlewati, dan mulai memasuki kawasan Cemoro Tunggal, suatu kawasan bebatuan dengan medan lereng pasir tandus.. yang hanya ditumbuhi satu pohon Cemara.. tapi kok saya sama sekali g lihat pohon cemaranya ya??? yang ada batu pasir ditepian lereng yang harus dilalui dengan ekstra hati-hati kalau tidak mau masuk jurang terjal gelap itu.. meski medannya pendek, Cemoro Tunggal ini sangat ekstrim membuat tracking terasa lebih menantang sementara ketika sudah tiba di penghabisan dr ujung kawasan Cemoro Tunggal itu, lampu senter pendaki yang lebih dulu menyala merambat pelan mendaki lereng Mahameru..berbaris berjejer menanjak dari atss kebawah.. Saya dan kawan-kawan mulai menapaki jalur itu, jalur yang merupakan kaki Semeru..

Sabtu, 26 Desember 2009 03.00 WIB
Saat mulai menapaki jalanan ke Puncak Mahameru, medan yang terbentang adalah lahan pasir yang gembur, bukan pasir murni sebetulnya tapi bongkahan kerikil-kerikil kecil yang sepertinya jatuh dr semburan muntahan dari Puncak Semeru, sehingga tidak bisa dijadikan pijakan khawatir longsor jatuh kebawah mengenai pendaki yang lain.. sehingga jarak antar pendaki sangat diperhatikan.. diusahakan selang seling dengan jarak 1 meter untuk amannya.. setiap dua langkah pijakan selalu membuat saya terseret satu langkah mundur kebelakang karena pasir yang yang gembur itu.. membuat perjalanan terasa semakin berat.. ditambah lagi gerimis kecil dari kabut yang mulai berarak..sementara jauh diujung sana dalam damai gemerlap lampu kota Malang terlihat menyala-nyala terang dalam gelapnya shubuh di lereng Mahameru

Nafas kembali mulai terengah-engah, langkah kaki mulai terasa terhempas.. hanya doa dan takbir yang saya ucapkan setiap kali ingin melangkah karena berat dan semakin melihat keatas maka Mahameru itu terasa semakin jauh untuk digapai, terasa tak akan sampai.. berat ini brooo berat berat berat brooo berat!!!!!! langkah-langkah kaki yang begitu kecil ini terasa tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan bentangan jarak super curam dan medan pasir yang mendasari perjalanan ke Mahameru.. beberapa kali saya istirahat sampai akhirnya beberapa meter dari puncak Mahameru langit mulai terang menampakkan pemandangan yang membuat saya sadar bahwa kini saya sedang berada di atas awan.. yang ada hanya bentangan awan.. awan dan sekali lagi hanya awan..

Nang..minta Takoyaki yaa wkwkkwkw

Sampai Sunrise itu tiba, saya baru sadar bahwa saya terlambat sampai ke puncak, tidak bisa saya nikmati sunrise dari Mahameru, hanya dari lereng gunungnya.. ya tak apa karena meski kaki saya mulai pegal namun semangat saya untuk sampai ke puncak tidak boleh dan tidak akan bisa pegal.. akhirnya saya kembali melangkahkan kaki ini.. terus dan terus.. rasa iri menyergap ketika melihat rombongan yang sudah duluan dari saya sudah tiba dipuncak, mereka terlihat duduk santai diatas bebatuan menikmati pemandangan dari Puncak Mahameru.. namun saya sadari bahwa merekapun tentunya telah melewati apa yang saya alami sekarang.. ini menyadarkan saya bahwa Hidup adalah proses yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan..

Sabtu, 26 Desember 2009 07.00 WIB
Satu dua hingga lima langkah saya buat.. terus dan begitu terus.. hingga akhirnya Saya tiba di Puncak Mahameru, dan tiba-tiba semua lelah, capek dan letih itu hilang seketika saat kaki ini tiba dipuncak, saat mata ini melihat bentangan datar puncak Mahameru, saat melihat sang merah putih berkibar di ketinggian 3676 mdpl, tanah tertinggi di pulau Jawa...

Saya bersujud, mengucapkan takbir, bersyukur karena akhirnya tiba juga di Puncak dan merasakan puas yang benar2 puas..dipuncak itu semua kawan2 menyambut saya, kami berpelukan satu sama lain, antara rasa bangga, haru, senang, dan entah apalagi yang tidak bisa disebutkan dengan kata-kata..saya berpoto barang satu atau dua ratus jepretan (halahh!!!! wkwkkwkwkwkw) kemudian memberi waktu pada diri saya sendiri untuk menikmati alam puncak Mahameru, menatap ke Kawah Jonggring Solaka tempat dimana Alm Soe Hok-Gie pernah menuruninya dan kemudian meninggal karena menghirup gas nya yang beracun. Dalam diam saya melepaskan pandangan ke setiap sisi Puncak Mahameru ini, mengigat setiap detil dan merekamnya dalam memori ingatan saya agar bisa saya kenang dan rindukan kembali.. tentang rasa damai, tentang kekuatan keyakinan dan doa, tentang kebersamaan dan perjuangan.. dan..

kepada Puncak Mahameru saya ucapkan terima kasih banyak You give me more than nothing, dan kepada team, I owe you more than thanks..

Diujung lelahku, Puncak Mahameru...

Mahameru sampaikan sejuk embun hati
Mahameru basahi jiwaku yang kering
Mahameru sadarkan angkuhnya manusia


Wassalamualaikum

12 komentar:

  • rencong aceh says:
    31 December 2009 at 11:07

    photo paling atas mengingatkan kita akan sosok soe hoe gie yang sangat melekat dengan perjuangan dimasa orde lama.

    tapi photo ke-3,4 dan 7 mengingatkan kita akan seorang pemuda tampan yang tak lain adalah erikson,dan kini lebih gahar.

    selamat menjejak kan kaki di puncak simeru erikson.!!!

    terus lah menjejak kan langkah kaki mu di puncak gunung yang lain dan puncak impian mu...

    selamat berjuang!!!!

  • Elsa says:
    31 December 2009 at 12:46

    wuiiiiiih Kau Keren Son!!!! sudah mencapai puncak semeru...
    betapa menyenangkannya... subhanallah, bisa mengagumi kekuasaan Allah dari atas sana.

    setelah ini mo kemana SOn?

  • crappuccino says:
    31 December 2009 at 15:39

    Pertamax! Hehe.. pertamax komen di BSE maksudnya :D

    Sangar... ditunggu misi2 selanjutnya :D

  • Erikson Wijaya Bin Asli Aziz says:
    31 December 2009 at 15:58

    @Rencong Aceh: amin terima kasih atas komentarnya ... dan kelak smeoga bisa ke Leuser... ke tanah rencong aceh :)

  • Erikson Wijaya Bin Asli Aziz says:
    31 December 2009 at 15:59

    @Elsa: alhamdulillah mbak.. hehehe itulah bukti kekuatan doa dan keyakinan.. iya bisa melihat kebesaraNNY dari sisi lain Indonesia :)

  • Erikson Wijaya Bin Asli Aziz says:
    31 December 2009 at 16:00

    @craapucino: wahhh makasih ya... hahahah aku kira si FlyPucino ternyata pucino yang laennn terima kaish sudah komen dan berkunjung

  • Fly^Pucino says:
    31 December 2009 at 17:47

    Aku DATAAaaang! Jreng!jreng! Kaos 5 cm gan! Mau!mau!mau! Cem mana tapi gan..? Hohoho.. Pantesan makanx lahap bgt wkt turun.. Rpnya cm mkn coklat d atas gunung. Org gunung mknx ketela pohon gan. Ha ha ha..

  • Erikson says:
    31 December 2009 at 18:03

    @AD: hehehehe akhirnya aganwati ini muncull.. beneran mau kau bajunya????hahahahaa ketahuan betapa kalemnya aku kalo makan.. kasihan AD tempe yang kuniatkan aku kasih.. malah aku makan pelan pelan wkwkwkwk =)) peace ya sist.. hahaha

  • empe says:
    4 July 2010 at 06:55

    wew mas.. saya mau dong kontak hp buat mesen kaos 5 cmnya, insya Allah tahun ini kalo ga ada halangan akan ke mahameru :)

    mahameru adalah perjalanan hati

  • Erikson says:
    4 July 2010 at 11:00

    @empe:boleh... ini no hp yang punya boutiquenya.. namanya Kara 085694830454, sippp... btw, kalo jadi naek, kabarinnn donggg.. ini email ku sonzone87@gmail.com pengen lagi kesanaa.. :D:D:D:D

  • Zata Amani says:
    2 October 2012 at 23:07

    mas, kalau mendaki semeru mesti pakai sepatu tracking ya? saya lihat dari foto teman2 mas ada yg tidak.. menurut mas gimana?

    mohon bimbingannya mas, ^_^
    saya mau mendaki semeru, tapi kalau dengar dari teman2 saya sepertinya mengerikan sekali, tapi setelah baca postingan mas kok rasanya menyenangkan..

  • Erikson Bin Asli Aziz says:
    3 October 2012 at 09:50

    @Zata: Sangat direkomendasikan pakai sepatu trekking karena medannya berpasir trutama mnjelang puncak. Demi keselamatan. Naik gunung itu ya menyenangkan kl bs mnikmati tp ttp hrus hati-hati, jgn emosional. :-)

Post a Comment

Jangan ragu untuk komentar.. :) Dan untuk menjaga komentar spam, mohon isi dulu kode verifikasi nya.. Trims.