11.20.2009

Ayah: Dunia Seorang Lelaki


Ayah itu adalah laki-laki yang telah menikah dan kemudian dari istrinya melahirkan soerang anak.. seperti dua orang yang pernah saya temui yaitu seorang tukang ojeg bernama Jaja dan Petugas Keamanan namanya lupa siapa ya...*memejamkan mata berusaha keras mengingat tapi sia-sia* MySpace gak tau kenapa kepikiran nulis ini, mungkin sebagai pembelajaran atau gambaran buat saya yang masih bujangan ini jika nanti menikah bahwa kehidupan seorang pria berstatus ayah itu punya cerita sendiri namun sama yaitu tentang rasa sayang terhadap anak..

Assalamualaikum dan good day kawan-kawan..ini dua buah cerita nyata dari dua orang yang berlainan, sebuah cerita yang sejujurnya saya katakan,tanpa niat mendramatisir keadaan, telah mengingatkan saya tentang apa yang menjadi kekuatan seseorang untuk tetap bertahan dalam hidupnya, yaitu orang-orang yang kita cintai, dan bagi seorang ayah maka anak-anak adalah dorongan terkuat mereka..

Buat Para Wanita: postingan ini bukan untuk menonjolkan gender atau mengesampingkan pengorbanan dan perjuangan mereka sebagai seorang Ibu, betulan ini cuma masalah penghargaan saya terhadap dua orang yang saya temui itu, dan usaha saya menjaga hikmah yang telah didapat.. Dan seperti yang disabdakan Nabi Muhammad SAW saya tetap ingat bahwa Surga ada dibawah telapak kaki kalian.. MySpace


Suatu Siang di kantor..Jam Istirahat..

beberapa bulan lalu saya saat saya mau turun makan siang di kantor, saya malas lagi naek keatas, soalnya gak enak makan sambil ngeliat komputer kerja, jadinya makan di TKP aja ya gannn.. (serasa buka kaskus) begitu sedang makan, disamping saya duduk seorang satpam yang kemudian saya ajak ngobrol, rupanya sudah 10 tahun beliau kerja sebagai petugas keamanan di kantor saya, lebih lama ya.. saya sendiri baru 4 tahun hehehe... sampai akhirnya dia tanya saya apakah sudah berkeluarga, dengan pasti saya jawab:'saya minum duaaa!!!' hahaha ya enggaklahh, saya jawab, Belum. akhrnya gantian dia yang cerita bahwa dia sudah punya anak 1 cewek sekarang sekolah SMP, nah pas yang ceritakan tentang anak inilah suasana cerita jadi agak dalam... dia sampaikan bahwa untuk keluarganya dia bekerja, terutama bagi anaknya.. baginya, ia katakan bahwa anak adalah harta satu-satunya yang dia miliki.. dan dia berharap banyak hidup anaknya bisa lebih baik dari dirinya.. Saya cuma mendengar dan mengaminkan dalam hati.. MySpace

Semalam di Gerbang Kantor..
Saya berniat menjemput kawan saya, yang baru datang dari Palembang, sambil menelepon buat janjian TKP ketemuannya.. MySpace saya duduk dipinggir jalan, gabung bareng dengan serombongan abang-abang ojek yang menunggu penumpang dimalam hari. Duduklah saya disamping abang ojek namanya Jaja, pas lagi duduk kemudian kenalan dan makan kacang bareng.. tapi gak ada yang seger-seger ya gannn (serasa kaskusan lagi..).. dia tanya kesaya, sudah berapa lama kerja jadi PNS dan beliau menyampaikan rasa sukurnya buat saya untuk rezeki ini, dan giliran beliau gantian cerita, sudah lebih dari 10 tahun kerja ojeg terutama setelah krisis moneter, alasannya karena ini yang resiko nya paling aman, meskipun kadang2 juga nerima kerja sampingan yang bisa bikin kepala jadi kaki atau kaki jadi kepala sehingga bisa menjamin kehidupan keluarganya, terutama anak-anaknya menurut dia yang masih sekolah..

Nah begitulah kira-kira, rupanya istilah darah-daging itu yang mengikat batin ayah bagi anak-anak mereka yang terwujud dalam bentuk pengorbanan demi darah-daging mereka.. dan saya yakin bagi mereka kelak melihat anak-anak mereka hidup layak atau lebih baik dari mereka adalah suatu kebahagiaan luar biasa sebagai bentuk kepuasan dari usaha dulu.. Dan masih menyiksa batin mereka jika anak-anak mereka belum menjadi demikian, antara gelisah dan khawatir tentunya.. antara rasa bersalah dan ketidak mampuan mengatakan apa-apa...

Wassalamualaikum

18 komentar:

  • Anonymous says:
    20 November 2009 at 14:32

    senangnya bisa berbagi, mudah2an dicatat sebagai amal yang akan memberatkan timbangan kebaikan pada hari perhitungan nanti. amin.
    http://cintaakhirat.blogspot.com

  • ahyar says:
    20 November 2009 at 15:02

    iya rik, kehidupan seorang pria berstatus ayah itu punya cerita sendiri. sebagai seorang "nahkoda" dr bahtera rumah tangga, ia bertanggung jawab mengantarkan "penumpang"nya sampai ke"tujuan" dgn selamat meskipun hrs mengorbankan kepentingan dirinya. tp sehebat2nya nahkoda, dia hrs berpegang pd "kompas" sbg penunjuk arah agar tdk tersesat di lautan kehidupan dunia.
    nb:
    nahkoda = ayah ,penumpang = anak & istri
    tujuan = cita2 kel yg sakinah mawaddah wa rohmah
    kompas = alQur'an, Hadist & ijma Ulama

  • Erikson Wijaya Bin Asli Aziz says:
    20 November 2009 at 15:42

    @anonymous: amin, terima kasih banyak mas teguh.. ya kadang2 ini cuma sekedar cerita sharing pelepas penat tapi alhamdulillah kalo bisa bermanfaat buat kita, linknya boleh ya kita tukaran..

  • Erikson Wijaya Bin Asli Aziz says:
    20 November 2009 at 15:57

    @Ahyar: nahkoda = ayah ,penumpang = anak & istri
    tujuan = cita2 kel yg sakinah mawaddah wa rohmah
    kompas = alQur'an, Hadist & ijma Ulama makasi banyak mas :D:D:D:D:D

  • bunda lyna says:
    20 November 2009 at 16:43

    pahit dan manis kehidupan orang lain memang bisa menjadi pelajaran buat kita

    ayah atau ibu, semua punya tanggung jawab yang sama, walau mungkin dengan cara yang berbeda

    semoga satu saat nanti mas erik bisa ketemu dan bertukar cerita dengan ibu yang hebat

    sehingga bisa membuat posting tentang perjuangan seorang ibu dan cintanya pada keluarga.

    salam kenal :)

  • Erikson Wijaya Bin Asli Aziz says:
    20 November 2009 at 16:53

    @bundalyna: sippp makasih mbak, salam kenal juga, aminnn :) tukeran link yokkk hehehe

  • mas ichang says:
    20 November 2009 at 19:36

    ketika gelar ayah sudah dipegang, maka lengkaplah siklus laki-laki itu.

    dalam islam kedudukan ibu adalah beberapa tingkat diatas ayah, namun lihatlah dialog antara anak dan ibu sama sekali tidak ada didalam Alquran. dan dialog antara anak dan ayah bahkan mendapat tempat khusus di surat Al luqman.....

    ayah...

  • Fly^Pucino says:
    20 November 2009 at 21:28

    Ayahku..,imam keluargaku. Hakim yg plg dsegani.., pembela yg paling dpercya, idola plg membanggakan. Dan yg selalu blg.."hormati ibumu,ibumu,dan ibumu.."

  • Erikson says:
    21 November 2009 at 00:08

    @ichang: terima kasih mas ichang, semoga ini bisa menjadikan kita sebagai anak untuk melakukan yang terbaik dalam membalas jasa-jasa beliau dan diberikan jalan bagi kita,amin... ya ALLAH..

  • Erikson says:
    21 November 2009 at 00:09

    @AD: ayahmu fa pasti bangga sama Asfa.. semoga amal ibadah beliau diterima disisi ALLAH.SWT amin..

  • mamah aline says:
    21 November 2009 at 09:42

    Setelah menjadi pria dewasa, harus siap menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab lahir bathin. Laki-laki diciptakan tuhan untuk menjadi tangguh dan kuat, salut..

  • Zahra Lathifa says:
    21 November 2009 at 12:00

    salam kenal....saya sangat mengagumi ayah saya :) dan begitu salut dengan perjuangannya...saya follow yak?

  • Erikson says:
    21 November 2009 at 12:10

    @bunda: terima kasih mbak atas masukannya insyaALLAH siap.. makanya ini mau terus belajar supaya nanti menjadi bertanggung jawab, kuat dan tangguh..

  • Erikson says:
    21 November 2009 at 12:10

    @Zahra: hehehe ayah nya Zahra pasti senang dan bangga dengarnya, silahkan follow, kita tukeran taruh di blog roll aja ok?

  • Elsa says:
    21 November 2009 at 15:59

    kapan ya dicanangkan HARI AYAH??
    di luar negeri kan ada tuh. di indonesia gak ada.

  • Erikson says:
    21 November 2009 at 16:30

    @Elsa: hahaha g tw mbak.. baru tau saya kl di LN ada hari ayah, dimana itu mbak???

  • zulhaq says:
    23 November 2009 at 14:04

    cieee fotonya olahan photofunia nih :)

    herannya, dengan pengorbanan ayah yang rata2 seperti itu, kok masih banyak yah anak2 yang justru mengeluarkan kata dan sikap kasar terhadap beliau *geleng geleng*

  • Erikson Wijaya Bin Asli Aziz says:
    24 November 2009 at 05:15

    @Zul: :)) tau aja kau sobbb wkwkkwkw jali maduu ehh jadi maluuu ;)) iyah mungkin karena g ngeliat atau dengar cerita pengorbanan ayahnya zull...

Post a Comment

Jangan ragu untuk komentar.. :) Dan untuk menjaga komentar spam, mohon isi dulu kode verifikasi nya.. Trims.