11.30.2009

Semangka, Kakao dan Hukum di Negeri ku


Buah Semangka dan Buah Kakao rupanya tidak lebih berharga dari pada uang kucuran 6T lebih dan atau dari nama baik dan penegakan harga diri sebuah institusi, buktinya, kasus tuduhan pencurian buah semangka dan buah kakao telah dengan mudah menyeret pelakunya kedalam sel tahanan, ketimbang kasus Bank Century dan perseteruan KPK-POLRI yang kian lama kian panjang dan membingungkan..

Assalamualaikum wr wb dan good day kawan2 sekalian hehhehe.. sekali waktu terlintas dalam pikiran saya dari dulu kasus KPK-POLRI makin lama bukannya makin jelas, tapi makin jelas bahwa ini tidak jelas (hahah ini kata dosen PPN saya dulu waktu jelaskan tentang materi PPN yang rumit buat saya), klaim sumpah bermunculan, saksi silih berganti duduk di persidangan, sementara ahhhh.. gigi taring sang macan yang seharusnya bisa lebih ganas, sama sekali belum terasa gigitan bahkan aumannya pun tidak bergema.

Cukup disitu??tidak!. Belakangan marak juga tuntutan untuk usut tuntas kasus bank century yang melibatkan dua pejabat negeri ini. saya khawatir mereka cuma pemain yang diminta melakukan itu sesuai dengan kemauan sang dalang yang sekarang belum tau siapa dan dimana. Uang 6T lebih yang bisa digunakan untuk kesejahteraan masyarakat lewat pembangunan yang membangun lahir dan batin, kini justru dikucurkan untuk penyelamatan Bank Century yang kata salah seorang Negarawan kita sejatinya adalah kasus kriminal.Perampokan Berdasi.Penipuan yang dirasionalisasi.

Sebuah Twilight Zone akhirnya muncul sebagai pembanding, kasus pencurian yang tidak disadari seorang Mbok Minah telah menjadi tamparan bahwa kenyataan Mbok Minah yang tidak memiliki kuasa dalam bentuk uang dan harta telah menjadikannya dengan mudah diseret ke Penjara, padahal ia pun tidak tahu bahwa ia sedang mencuri, yang ia tahu ia hanya mengambil sisa pengolahan kakao yang teronggok seperti tidak dimanfaatkan. Atau tentang pencurian Semangka yang telah membuat tertuduh pelakunya mendekam di Penjara selama berhari-hari.

Mbok Minah dan Tertuduh Pencuri Semangka itu memang bukan Anggodo atau Anggodo-Anggodo lain yang dengan uang dan kepentingan mereka bisa mengatur hukum di negeri ini dalam wujud uang demi memudahkan kepentingan mereka, sementara itu apalahh yang bisa diperbuat Mbok Minah dan Pencuri Semangka itu????Mereka tidak punya apa-apa yang bisa membuat aparat negara ini terjerat dalam perputaran kepentingan masing-masing. Dan akhirnya saya mengutip kata-kata Mafmud MD yang saya tujukan untuk aparat negara ini:'Jangan sekali-kali melawan kekuatan arus bawah' Mbok Minah hanyalah bagian kecil dari miliaran bagian kecil lainnnya yang jika bersatu dapat meruntuhkan hegemoni penguasa sekaliber Soeharto sekalipun..

Wassalamualaikum

21 komentar:

  • Fly^Pucino says:
    30 November 2009 at 13:24

    Busyet dah! Luar biasa! Blom bc.. Tp yg ptg, PERTAMA LAGI GAN!! (bc dl ah..)

  • Fly^Pucino says:
    30 November 2009 at 13:26

    Iyo..miris.. Hakim yg ketuk palu aj ikut nangis tak kuasa bergerak. Hanya ad st kata:LAWAN!!

  • Erikson Wijaya Bin Asli Aziz says:
    30 November 2009 at 13:36

    @AD: #1. silahkann.. makasih banyak fa..
    #2.ya inilah bentuk perlawanan yang bs EW buat, blogging mana tau anggodo iseng2 baca.. ;))

  • Omiyan says:
    30 November 2009 at 14:26

    kasus aneh Anggodo ga diapa2in sama SBY, kok bisa ya SBy takut ma anggodo, waktu ada mahasiswa menghina SBy langsung tangkep lha ini uanehhhh

  • Erikson says:
    30 November 2009 at 14:35

    @omiyan: iya bikin kita jadi curiga aja ya.. harus nya sama, ditangkap juga, direkaman padahal sudah jelas.. jadinya sekarang kita cuma kayak lagi nonton opera van indonesia.. *meringis sedih, ngakak geli*

  • Elsa says:
    30 November 2009 at 14:44

    males ah kalo ngomongin KPK-POLRI, boseeeeeeeeeeeeeeen........

    males!!!! soalnya ketauan gak bakalan clear!

  • Erikson says:
    30 November 2009 at 14:51

    @Elsa: hehehehe.. dah langsung berpikir gitu ya mana tau mbak ada keajaiban, ada kuda hitam dalam kasus ini, ada kuda nil yang bakal nenggak mati buaya dan markus itu.. K

  • suwung says:
    30 November 2009 at 18:01

    semoga polri baca ini bos

  • Erikson says:
    30 November 2009 at 20:18

    @suwung: amin hehheheh... terutama yang mengalami dan terlibat... ;;)

  • Hariez says:
    30 November 2009 at 20:26

    hahaha..kasus besar melibatkan uang yang besar nahh..coba kalo hakim dibagi semangkanya sama pencurinya, kira2 bebas ga mereka ? :D

  • Erikson says:
    30 November 2009 at 22:55

    @Hariez: makasih ya komennya.. hahaha Semangka bakal buat apa dy bro???? makanya g digubris :D:D:D:D gak bakalan ngasih atau mempermudah kepentingan mereka soalnya..

  • affan says:
    1 December 2009 at 00:56

    iya, gw juga kadang aneh sama hukum diindonesia, kadang ga adil bgt yah... tp balik lagi... Itulah Indonesia... salam kenal rik... ehehehehe

  • Wongndeso says:
    1 December 2009 at 05:51

    Memang sangat Ironis sekali .... duit dan uang sangat berbicara di dalam dunia alabranta hukum di dunia ini ... semoga para pelaku dan praktisi hukum dapat ampunanNYA dan di lapangkan kuburnya .....=)) =)) =))

  • Erikson says:
    1 December 2009 at 07:16

    @affan: salam kenal juga pann!!!! iya lah mungkin g perlu lah kita tiru Jepang yang kl baru ketahuan indikasinya langsung mengundurkan diri atau harakiri, ini jelas2 suara rekamanya ada ya ujung2nya kayaknya di peti es kan juga kasusnya alias ditutup *mendingan maen gitar lagi*

  • Erikson says:
    1 December 2009 at 07:19

    @wongndeso: g tau lagi mau bilang apa bro.. tapi semoga aja kita diberi kekuatan buat melawan dan katakan tidak pada suap menyuap ;))

  • nuansa pena says:
    1 December 2009 at 08:35

    + sebuah bank bebas bekeliaran
    - sebuah semangka langsung masuk penjara

    + milyaran, penjara layaknya hotel top bintang
    - tak sesenpun, penjara layaknya pasar

    + kehidupan dipenjara lebih menguntungkan
    - kehidupan dipenjara puasa dan siksa

    + berduit nyata
    - tak berduti nyata
    ! potret hukum negaraku!

  • Erikson says:
    1 December 2009 at 08:49

    @nuansapena: narasi singkat, lebih kuat dari palu godam, lebih tajam dari peluru, terima kasih kawan ;)

  • Sang Cerpenis bercerita says:
    1 December 2009 at 09:49

    begitulah negara ini. btw, tuh fotonya ya?

  • Erikson says:
    1 December 2009 at 10:37

    @Fanny: hehehe sipp.. iya pan itu aku... kenapa rupanya? *ngarep dijawab ma fani,'ganteng juga ya'* wkwkkwkwkw =))

  • seseorang says:
    4 December 2009 at 08:02

    Namun perlu direnungkan juga, keadlilan seharusnya tidak melihat status seseorang, apakah lalu "pencurian (menurut media)" kakao atau semanggka itu dibenarkan?. Menurut saya hukum harus ditegakkan disemua masyarakat dan bentuk hukuman seharusnya disesuaikan dengan kesalahannya, misalkan para koruptor itu sebaiknya di ditembak mati. Yah..., tapi inilah potret negeri kita masih banyak PR yg masih harus kita kerjakan demi kejayaan bangsa kita (ceilah bahasanya)

  • Erikson Wijaya Bin Asli Aziz says:
    6 December 2009 at 21:51

    @seseorang: siapapun kau sobat, terima kasih atas komentarnya, dan tulisan mu adalah tentang kenyataan dan harapan, sama seperti apa yang sedang aku tuliskan ini ;))

Post a Comment

Jangan ragu untuk komentar.. :) Dan untuk menjaga komentar spam, mohon isi dulu kode verifikasi nya.. Trims.