Mozaik Perjalanan Mudik


Saya:"tappphhh.. tappphhhh...tapphhh... (dibaca dengan kondisi slowmotion 1/8)... pakkkkk... tungguuuu pakkk..pakkk.."
bapak2:"cepat mas... da mau diangkat jembatan niii... da mau nyebrang kapal niii..."
Saya:"yooo...makasihh pakkk... (sambil melompat ke dalam kapal)... tappphhhh... wah jadi penumpang yang terakhir yaa..?"


Assalamualaikum kawan2 sekalian apa kabar??? semoga baek2 selalu ya, amin.. da lama ni gak ngeblog.. maklum kemaren2 itu saya mudik dan secara di tempat saya, saya gak bisa bebas berinternet2an, selain karena warnet jauh, juga karena Hp saya g bisa buat internetan (ato kayaknya saya gak bisa setting ya wkwkwkw :P) terus juga belum punya modem, kl udah tentu saja.. blogging will be whenever dan wherever.. hihihiihii nahhh.. itu adegan yang diatas itu adalah kejadian nyata yang merupakan sepenggal cerita kecil dalam perjalanan mudik saya kemaren itu, sekilas mirip adegan waktu Dian Sastro/Cinta ngejer Nicholas/Rangga di pintu boarding pass bandara di film Ada Apa Dengan Cinta ya.. hehhehee (diiyain lahhhh demi Erikson hahahhaha :P), terus gimana cerita perjalanan mudikmu sonn?????

Tidak seperti biasanya, yang saya keseringannya memperpanjang benang yang kusut dengan cara menambah rute perjalanan yang GAK perlu, akhirnya dalam mudik kali ini atas rekomendasi kawan saya, saya berangkat langsung ke Pelabuhan Merak naek bus langsung ke sana dari Slipi (tepatnya di depan RSAB Harapan Kita), dan gini urutan ceritanya :P

Jumat, 19 Juni jam 17.00
saya langsung ke Slipi barengan dengan seorang kawan (Si Boy) yang pulang ke situ juga, naek patas P6, dari Gatsu ke Slipi Jaya, saya sudah pahamlahh.. jam segitu itu pastilah sedang jam macet. jadi dah gak terlalu panik lagi, tapi yang gak enaknya itu waktu busnya menyalahi trayeknya, yang semestinya kami bisa turun di Slipi Jaya, laaaa ini malah cuma di turuni bates Slipi karena busnya mau muter balik.. akhirnya kami nerus lagi naek KOPAJA kecil, dan gak lama kemudian kami sampai.. saya juga sempatkan istirahat, sholat dan makan di rumah kawan saya ini, dan lepas jam 7 malam, tepatnya jam setengah 8 malam, saya pamit dan langsung ke tempat dimana bus2nya itu sering ngetemmm... (didepan RSAB Harapan Kita), kemudian naek bus.. dan seperti biasa.. begitu bus jalan, saya sempatkan baca2 buku2 sedikit yang memang selalu saya bawa kl saya sedang jalan, cuman sayang gak akan bertahan lama..wkwkkwkw... setelah itu malah bukunya balik membaca saya yang ketiduran :P

Jumat, 19 Juni jam 22.00
saya sampai di Pelabuhan Merak, dan setelah 10 menit jalan kaki ke tempat pembelian antrian loket, saya ngantri bentar ke toko buat beli makanan kecil sama minuman ringan, dan kemudian menuju loket karcis dan beli satu buat kapal ferry ekonomi dewasa. dan dari situ saya jalan terus ngikuti selasar lorong menuju ke dermaga, sampai akhirnya menjelang sampai ke tangga penghubung masuk ke kapal.. terjadilah kejadian yang saya tuliskan di pembukaan postingan ini :D, setelah berada di dalam kapal, saya cari posisi tempat duduk yang kira enak pemandangannya, yang kira2 dari situ saya bisa ngeliat bintang yang hanya akan keliatan indah dalam gelapnya malam (arggghhhh bahasanyaaa ngeri niannn sonnn :P), akhirnya dapat saya tempat duduk diantara sejumlah pemuda yang telah melalui masa2 dimana mereka masih berusia 30an tahun :P, dan saya duduk diantara mereka sambil menawarkan makanan kecil yang tadi saya beli, tapi mereka cuma senyum gak ada respon yang sama saya artikan sebagai perkataan :"gak apa2, buat kau aja son.. kami tau kau (pe)lapar :P" dan saya jawab :"makasih...makasih sekali kl gt yaa huehuehuehue"
1,5 jam pertama saya duduk disitu, saya mulai merasa bosan (ahhh selalu gak pernah betah :P) akhirnya saya menemukan tempat yang mantappp.. yaitu di bawah dekat dinding cerobong asap kapal yang tinggi dibagian luar kapal, dan disitu ada 3-4 pemuda (ini memang bener2 pemuda :P) yang tampak sedang ngobrol serius, namun setelah saya mintakan ijin untuk duduk dekat mereka di tampat itu, dan mereka tak keberatan, akhirnyaa.. nahhh... ini baru tempat yang mantap.. disitu saya langsung merebahkan tubuh, berbaring. sambil kedua tangan saya yang berlipat, sandal, dan tas gendong saya dijadikan bantal, kedua mata saya cuma menatap keatas, melihat bintang2 berkedap kedip, langit yang luas dan terdengaran debur air laut yang terhantam terbelah di bawah sana, di lautan lepas selat sunda.. Bumi ciptaan ALLAH.SWT benar indah dan luas, banyak hal2 yang bisa buat kita berucap Subhanallah ... (awassssssss....... Eriksonnnn kerasukannn jin muslimm woiiiii wkwkwkkw :P) dan tak terasa, kapal ferry nya sudah akan sampai di Pelabuhan Bakauheuni, Provinsi Lampung. saya segera bangun dan bergegas turun mendekat ke tangga keluar kapal menuju Pelabuhan.


Sabtu, 20 Juni jam 01.00
saya melanjutkan perjalanan dari pelabuhan Bakauheuni ke stasiun Rajabasa dengan menggunakan bus dan ketik dalam perjalanan didalam bus inilah saya duduk bersebelahan dengan seorang pemuda berumur 25 tahun, nama panggilannya Komet yang rupanya sedang bekerja di Surabaya sebagai teknisi las kapal laut, kali ini dia sedang dalam perjalanan ke Lampung, menjumpai anak dan istrinya, karena memang ia jarang pulang, hanya pulang jika ada kapal dari suatu daerah tempat ia mendapat proyek las menuju Lampung, bisa jadi dari Kalimantan dan Surabaya, jika ada ia bisa ikut menumpang, jika tidak ia akan tetap disana, kami berbicara banyak hal didalam bus itu, mulai dari cerita pernikahannya, kebahagiaan nya atas telah lahirnya putrinya sampai akhirnya sudah sekitar jam 4 pagi dan saya akan turun di stasiun Rajabasa sementara dia akan turun di pinggir jalan sebelum saya, dan kemudian dia menyarankan saya untuk sebaiknya tidak turun di stasiun, tetapi lebih baik di Pool Damri Lampung saja, lebih aman daripada Rajabasa, mana masih sangat pagi pula kan... ya udahhhh.. diri saya ikutin sarannya beliau itu, dan waktu udah sampai ke Pool Damri itu saya mencoba menghubungi kawan2 saya yang ada di dekat2 situ, tapi memang rupanya memang dasar saya yang g tau jam2 orang istirahat.. ya jelasss aja g ada yang masuk wktu di telpon2.. jadinya saya mutuskan buat ke Stasiun Kereta Api Tanjung Karang, naek ojek pagi2.. setelah nego sama abang ojeknya akhirnya sepakat bayar 10.000 sampe stasiun, nah.. selama di perjalanan itu.. buat biar gak sepi, saya ajak abangnya cerita, rupanya abangnya pun ramah.. jadilah banyak yang kami obrol2kan, mulai dari kriminalitas yang sering dialami orang yang sedang dalam perjalanan di daerah situ itu, terus penglaman dia sebagai tukang ojek dan akhirnya diri saya diceritain sama abang ojek itu kalo bisa misalkan ditanya sama abang2 ojek atau sopir2 angkot mau kemana, jangan didiemin, jangan juga terlalu ramah, tapi biasa aja.. dan buat amannya jawab aja "sudah dijemput dan tadi suda di telepon", selesai perkara. ketimbang ngediemin entar malah abang2nya tersinggung tar malah dikerjain ma mereka, rugi fisik dan rugi materi bisa2. abang ojek itu juga cerita ke saya kode2 yang sering dipake sesama calo kalo mau ngerjain penumpang yang bisa berujung terkurasnya harta yang dipakai dan isi dompet.


Sabtu, 20 Juni jam 05.00
Saya sampai di stasiun Tj.Karang dan akhirnya setelah sholat shubuh di masjid deket2 situ, saya dihubungi kawan saya dan akhirnya beneran dijemput buat sekedar istirahat dan sarapan pagi (waaa... mau mau mau mau mau :P) sembari nunggu kereta yang berangkat jam setengah 9 pagi. setibanya dirumah kawan saya itu (namanya Indra) saya istirahat sbentar sambil cerita2, dan akhirnya saya baru ingat bahwa kawan saya ini baru sekitar beberapa minggu lalu balik dari Eropa sebagai wakil provinsi Lampung dalam festival kesenian negara2 Asia di Eropa, (Belgium, Den Haag, Dusseldorf, Paris) dia cerita bahwa dia terharu waktu bisa megang secara langsung Menara Eiffel di Paris, Perancis, yang berdiri megah mengangkangi sungai Sheine. terus dia juga cerita dia sempat ke Madame Tussaude, yaitu pembuat patung lilin dari orang2 tekenal di dunia, terakhir katanya dia ngeliat Patung lilinnya si Angelina Jolie dan Barrack Obama. diri saya tanyain kan, sempat pegang2 salju gak (pertanyaan mu itu sonnn.... berbobot niannn..wkwkkwkw) katanya enggak karena memang sedang musim panas.. jadinya gak ada salju. dan sambil sarapan dia kasih saya oleh2 mainan kunci berlambang Menara Eiffel. saya bingung mau ngasih balik apa yaaa... hahahaha akhirnya balesannya saya kasih tulis cerita di blog ini aja ahh.. hueueue...

Sabtu, 20 Juni jam 09.00
setelah diantar balik ke stasiun, dan pesan tiket ke Baturaja, saya masuk ke gerbong kereta dapat bangku nomor 10C, dan sebelumnya saya sempatkan beli cemilan jg buat makan dijalan, dan waktu kereta sudah mulai jalan, saya buka cemilannya dan tawar2 ke kiri kanan, pada senyum2 doang yang dengan polos saya terjemahkan sebagai kalimat :"udah son..gpp, kamu aja, kami tau kok kamu (pe)lapar :P", kereta yang saya naiki itu adalah kereta ekonomi yang yaa.. harus setiap saat rela didahului kereta bisnis apalagi eksekutif, lebih parah lagi kereta angkut batubara (kl yang ini jelaslahh.. secara sekali angkut dapat omzet puluhan juta) dan dalam kereta ekonomi yang saya tumpangi ini, yang namanya pedangang asongan berseliweran setiap saat beradu sibuk dengan pengamen yang sudah dari dulu saya hapal betul muka2nya.. yang kl abis ngamen bakal minta partisipasi kita dalam bentuk uang atau sebatang dua rokok, ada yang minta secara sopan dan ada juga yang dengan ramah (rajin marah2, red), di kereta ekonomi semacam ini sudah sangat biasa kalo kita mendengar keluhan dan umpatan masyarakat yang kecewa atas pemerintah, mahal2nya harga, sarana umum yang bobrok tak terurus atau pungli2 yang terjadi didepan mata. ada yang bicara dengan gaya seperti politikus handal yang bercakap didepan sorotan tajam kampu kamera yang terhubung dengan jutaan layar kaca pemirsa, ada juga yang bercakap dengan nada tinggi untuk kemudian melemah setelah menyadari bahwa suaranya sulit untuk terdengar ke mereka2 yang duduk diatas itu. wekekekekke... dan sembari dengan itu lalu lintas perjalanan asongan tetap sulit dihentikan, ada salah seorang pedaganga yang membuat kami terkejut dengan tereak2 mengatakan:'kain kafannn..kain kafannn...kain kaffannn' ooohhh...rupa2nya dia sedang jualan tissue yang dari pagi gak laku2 dan buat narik perhatian dia bilanglah sedang jualan kain kaffan, ada juga yang bilang gini:"tahu goreng..tahu goreng.. mumpung saya sedang ulang tahun diskon 50%" kemudian ada seorang ibu2 yang mau beli dan waktu dibilang harganya 1000 perbungkus, ibu itu langsung bilang "ahh..kok sama saja katanya didiskon kok masih 1000juga, aku da sering naek kereta ni jadi jangan tipu2 gitu yaa.." :P

Sabtu, 20 Juni jam 15.30
kereta api yang saya tumpangi tak terasa sudah sampai di Stasiun Baturaja, kemudian saya turun setelah sebelumnya salam2 ucap makasih ke kiri dan kanan, dan rupanya saya sudah dijemput oleh Bapak saya, ketika lihat beliau saya langsung salim tangannya dan peluk beliau dan kami berdua pulang kerumah naek motor, saya dibonceng. dan 10 menit kemudian saya sampai dirumah.. disambut oleh Ibu,sodara2 dan kedua orang ponakan saya yang agak kecewa lantaran saya pulang gak bawa si buyung (laptop saya, red) jadinya mereka gak bisa ngetik2 lagi, dan saya bilangkan bahwa saya cuma pulang sebentar makanya ga banyak bawa barang, maaf ya..tar kl mamang pulang lebaran, InsyaALLAH si buyung diajak..hehhehe.. dan setelah salim (sungkem, red) ke Ibu saya makan dan sholat untuk kemudian istirahat di kamar saya dulu yang sekarang dikasih kan buat adik saya saja secara dah gak pernah saya pake lagii.. heehhehe..

Begitulah kira2 mozaik perjalanan mudik saya kemarin yang banyak menemui orang2 baik saya kenal ato enggak yang masing2 ngasih saya cerita yang kalo saya gabung2kan menjadi suatu gambar utuh dengan judul 'cerita kehidupan',dan langkah saya menuliskannya kedalam blog ini agar cerita itu bisa berubah menjadi suatu pelajaran positif yang mengendap dalam kepribadian saya, ya sukur2 buat kawan2 juga yang ngebaca blog ini, ok ya.. hehehehhe

Wassalamualaikum :D

Comments

  1. kok mudik nggak ajak2 sih, ah gak seru ah klo nggak ngajak aku. btw oleh2nya mana??? :p

    ReplyDelete
  2. entar dunia polar gak tahan pana2an... kan dirimu hidup di pole alias kutub kekekekke :)

    ReplyDelete
  3. hayah... tak kirain sampe paris kekekekekek

    ReplyDelete
  4. wow, ngeteng2 jadinya itu son
    eh eh gmn kabar kaw ketemu gandulaning ati
    masak g ditulis, hehehe

    ReplyDelete
  5. @cebong ipiet: masak aku berjalan sampe ke Paris, ada2 aja ni mbak ebong..kekekkekeke

    ReplyDelete
  6. @berkejaran: tunggu edisi selanjutnya.. heuheueuehue :P kl ini cerita perjalanan balik ke kampung dulu..

    ReplyDelete
  7. hmmm.. saya kok gak diajak ya? hehe.. :))

    ReplyDelete
  8. @Ae: mauuuuuu???? be ready for the next trip yakkssss kekekee 8-)

    ReplyDelete
  9. eriksonn,... ngapain pula menara eifel ada di batu raja.. kekeke

    ReplyDelete
  10. ni komen pake komputer Erikson, akun google nya ga di logout yaa.. aduhh kekekkee.. makanya dibaca ampe lengkap dulu baru di komen biar g kaget kok ada menara eiffel di situ hehe :D

    ReplyDelete
  11. 1. foto kedua: saya hapal sekali dgn bangunan warna merah-emas itu , tapi sampai sekarang tak tahu itu bangunan apa. tiap liat bangunan itu, dlm hati berkata, "Sumatera, i'm coming", ngeheheh..

    2. mendengar ceritamu, jd kangen ngeteng. tp harus sabar nunggu libur lebaran dulu. nanti insya Allah naek pesawat. lha???

    3. mudik terus kau ni rik......

    ReplyDelete
  12. ngeteng forever son.jadi kangen ngeteng bareng budak-budak KEMUSI pas kuliah.

    sukses selalu son!

    ReplyDelete
  13. @uwo: jangan uwo dah capek nyandang gelar Miss Ngeteng 2006 jiakakakakka :P btw, kemaren tu mudik wo.. maklum banyak yang kangen..

    ReplyDelete
  14. @putra: wew.. TP disini hehehehehe :)

    ReplyDelete
  15. wuah, berarti mudiknya ngeteng ya?

    salut deh, orang sukses seperti erikson masih mau ngeteng, hihhi

    ReplyDelete
  16. ya rerere hehhe, biasalah kadang mudiknya g s4 nyari2 tiket atau males ke terminal bis makanya yang bisa setiap saat ya ngeteng huehuehueeh :D

    ReplyDelete

Post a comment

Jangan ragu untuk komentar.. :) Dan untuk menjaga komentar spam, mohon isi dulu kode verifikasi nya.. Trims.

Popular posts from this blog

Melanjutkan Studi di UNSOED

Harapan Hari Tua

Selamat Jalan, Teman!