9.29.2011

Sisi Lain Konflik Film.


Aku suka menonton film, namun tidak terlalu up-to-date. Hanya kalau waktu senggang saja kecuali khusus untuk film serial, biasanya menyempatkan menonton 2-3 episode dalam satu hari, maklum penasaran. Selain melatih kemampuan Bahasa Inggris, mungkin karena aku sudah jadi salah satu generasi get philosophy from the movies, seperti kebanyakan kawan sekalian kini mungkin. Kedengarannya seperti malas membaca ya? Mungkin benar, tapi mungkin karena kita lagi butuh hiburan, jadi sekalian saja.

Pikiranku melayang, jauh dan bertanya-tanya. Mengapa sampai ada film? Aku dapati jawabannya sederhana karena memang ada cerita yang pantas untuk dibagi dan dipertontonkan, entah dengan maksud menghibur, menginspirasi atau mengajarkan tentang apapun. Lalu bagaimana kemudian sampai muncul nuansa hiburan, inspirasional dan edukatif itu? Aku kira karena ada pengalaman dari sang tokoh yang memuat konflik dalam hidup nya entah sebagian atau seluruh.

Ya, konflik yang secara kejiwaan dan pikiran mempengaruhi sikap dan jalan pikiran sang tokoh mulai dari cara bergaul dan kehidupan sehari-harinya. Sampai akhirnya sang tokoh menemukan maksud dari kehidupannya yang penuh konflik atau semacam logika berpikir yang menjelaskan mengapa akhirnya ia memilik hidup yang berkonflik. Dan akhirnya disuatu titik pada babak kehidupannya, kesadaran dan pengalaman itu menjadi pelajaran yang bagi para sineas kini menjadi modal dasar untuk dibesut menjadi sebuah karya yang kita sebut: Film.

Kalau pernah menonton Film serial Prison Break mungkin Michael Scofield yang jenius bertanya-tanya mengapa sejak kecil ia hidup berdua saja dengan saudara nya Lincoln Burrows, rupanya setelah 30 tahun kemudian terungkap bahwa kejeniusannya membawanya pada usaha untuk mengeluarkan Lincoln dari hukuman mati, empati yang muncul dari sifat dasar sang tokoh yang sejak kecil hidup dalam kemandirian bangkit menjadi pedoman setelah mengetahui bahwa Lincoln kakaknya berhutang $90.000 untuk menopang hidup dan menyelamatkan masa depannya.
Ah memang selalu ada rahasia ALLAH. SWT untuk setiap alasan, entah kita yang menemui takdir atau takdir yang menemui kita. Pasti bertemu juga.

Menonton film dengan bumbu konflik yang kadang rumit dan menekan jiwa para tokoh didalamnya memberi pelajaran tersendiri bahwa setiap orang pasti memiliki ujian masing-masing yang tidak sama, jika kadang aku mulai merasa segala sesuatunya menjadi sulit, maka pengalaman dari film tadi dan keyakinan akan kekuatan doa bisa mengembalikan spirit dan menjalani lagi hari hari sebagaimana biasa apa adanya, tanpa banyak apa atau mengapa. Karena pada akhirnya pasti bertemu juga dengan hari yang dijanjikanNYA. Entah kematian yang indah (semoga) atau hidup dengan rencana terindahNYA. Sebab aku hanya bisa berusaha dan berdoa lalu hanya ALLAH.SWT yang maha tahu, apapun.

*) Tulisan ini terinspirasi dari hasil melamun dikelas pas perkuliahan Pajak Penghasilan Pemotongan dan Pemungutan siang hari tadi. Maaf pak Dosen, kali ini pikiranku tidak sejalan dengan tubuh ini.

P.S:
-----
Gambar diambil dari sini,melalui google.

2 komentar:

  • Didik Yandiawan says:
    29 September 2011 at 23:38

    film favoritku shawsank redemption..mantep banget nih ceritanya.

  • Erikson Bin Asli Aziz says:
    30 September 2011 at 05:55

    @DidiK: kalau begitu salam buat Andi Dufrense ya Dik, kapan2 mungkin bisa ketemu di Zihuatenajo. :D

Post a Comment

Jangan ragu untuk komentar.. :) Dan untuk menjaga komentar spam, mohon isi dulu kode verifikasi nya.. Trims.