5.03.2009

Gran Torino 1972.


assalamualaikum.. kawan2 sekalian.. coba perhatikan baik-baik lagi judul postingan BSE kali ini, G.R.A.N. T.O.R.I.N.O; wew.... bagi yang gemar automotive, mungkin sudah paham bahwa itu adalah nama sebuah mobil produksi tahun 1972, tapi mungkin hanya beberapa saja yang sudah tahu bahwa GRAN TORINO, ini adalah juga judul sebuah film produksi tahun 2008?? :D hehehe, saya termasuk yang sedikit..itu, maklumlahh.. saya suka menonton DVD kalo sedang ada waktu senggang.. pas akhir pekan misalnya. jadi dalam film itu dikisahkan tentang seorang Amerika yang juga seorang Veteran Perang Vietnam yang diusia mudanya turut terlibat dalam perang yang terjadi di Korea itu, ia bernama Walt Kowalski, diperankan oleh Clean Eastwood, kehidupan Walt (begitu orang2 menyapanya, meski ia lebih senang dipanggil Mr. Kowalski :D) sebagai veteran perang tidak pernah merasa sepi meskipun anak2nya telah masing2 memiliki keluarga sendiri2, karena ia didampingi seorang istri, namanya Daisy dan seekor anjing kesayangannya.

.tetapi semuanya berubah ketika istri tercintanya meninggal, dan ia harus melakukan dan menghadapi segala sesuatunya sendirian, sesekali ia hanya bisa 'ngobrol2' dengan anjing kesayangannya itu sambil melihat2 poto2 ia dan istrinya dalam album keluarga atau poto2 dimasa2 ia masih menjadi tentara. dulu ia sebagai seorang tentara yang mandiri, dan kuat, oleh karena itu sepeninggalan istrinya ia merasa tak mau merepotkan siapapun, termasuk anak2nya, ia lebih nyaman tinggal sendiri dan membereskan pekerjaan2 rumah sendirian pula. bahkan ia marah besar ketika anak2nya memintanya untuk pindah ke Panti Jompo dengan fasilitas mewah.. (saya sambil berpikir, kenapa bisa sampai ada anak yang begitu enggan menjaga orang tua mereka, apa karena sudah terlalu sibuk?takut terbebani?.. saya juga sambil berdoa, jangan sampai saya jad seperti itu.. amin :D)

sebagai seorang mantan prajurit, Kowalski selalu bersikap tegas dan menimbulkan kesan sangar bagi siapapun yang belum mengenalinya, oleh karena itulah anak-anak dan cucu-cucunya juga lebih sering merasa takut jika berhadapan dengannya, padahal yang sebenarnya adalah Kowalski adalah orang yang baik dan perhatian terhadap orang yang ia sayangi,cuman ia memang sulit akrab dengan orang lain, sekalipun orang2 disekitarnya yang sering ia temui.minggu lepas minggu, cerita hidup kesendirian Kowalski mulai sedikit berubah semenjak kedatangan satu keluarga pendatang asia yang menjadi tetangga barunya, mereka berasal dari Vietnam. diceritakan bahwa keluarga itu pergi dari Vietnam karena adanya pemaksaan paham komunisme yang terjadi disana sehingga mereka pindah ke Amerika. Adalah Tao dan Sue, dua orang bersaudara yang merupakan putra dan putri keluarga itu. dalam kesehariannya Sue lebih memilih untuk melanjutkan pendidikan sementara karena keterbatasan ekonomi,meskipun cerdas, adiknya Tao, akhirnya tetap tinggal dirumah bersama keluarga membantu mengerjakan pekerjaan2 rumah, sehingga sering dianggap lemah dan tidak memiliki masa depan.

dilingkungan tempat Kowalski dan keluarga Tao tinggal, memang sudah banyak gang2 jalanan yang suka berbuat kejahatan dan merugikan orang banyak, ketika suatu hari Tao berjalan pulang kerumahnya, dimana kemudian ia bertemu gang jalanan yang terdiri dari pemuda2 yang berasal dari Asia (sepertinya Asia Timur dan Tenggara), bernama Hmong. gang ini kemudian memaksa Tao untuk menjadi salah satu dari mereka, membantu mereka berbuat kejahatan, Tao akhirnya menjadi bagian dari mereka,dan kejahatan pertama yang ia lakukan adalah terhadap Kowalski, yakni dengan mencuri Gran Torino kesayangan Kowalski pada suatu malam, namun gagal, karena ia hampir saja tertembak setelah ketahuan oleh Kowalski yang tiba2 saja terjaga. Tao menyadari perbuatan salahnya dan ketika keesokan harinya gang Hmong hendak memaksanya pergi,ia menolak, sehingga terjadi perkelahian yang ternyata mengganggu istirahat Kowalski, Kowalski pun hanya berniat menghentikannya dengan mengancam akan menembak gang Hmong, jika mereka masih saja berbuat onar. dari situ keluarga Tao, berterima kasih sekali pada Kowalski yang telah menyelamatkan keluarga itu dari gangguan Hmong, dan saat itu juga Tao berterima kasih sambil juga meminta maaf atas niat jahatnya untuk mencuri Gran Torino kesayangan Kowalski, Kowalski hanya menjawab :
"once you come to my property, you are done!!!"

sejak saat itu, keluarga Tao sangat menghormati Kowalski, karena merasa telah dilindungi olehnya. mereka rajin mengiriminya makanan sebagai ucapan terima kasih dan juga karena tahu bahwa ia hidup sendirian, suatu hari, keluarga Tao meminta Tao untuk mencari pekerjaan, agar tidak melulu berdiam dirumah mengerjakan pekerjaan rumah, yang dianggap sebagai pekerjaan wanita. kemudian Sue, kakak Tao, meminta Kowalski agar mau menerimanya bekerja padanya, untuk membantunya membereskan pekerjaan-pekerjaan yang biasa dilakukan Kowalski sendirian, awalnya ia menolak, kemudian karena niat baiknya membantu Tao, Kowalski menerimanya. tugas pertamanya adalah menghitung burung yan bertengger di pohon didepan rumah Kowalski (ini karena memang Kowalski merasa tidak butuh bantuan apapun, ia terbiasa menyelesaikan sesuatu sendirian :P) namun Tao meminta Kowalski memberinya pekerjaan yang lebih berat, lalu Tao pun dimintakan membenahi atap rumah dan menebang pohon, dan akhirnya dengan susah payah, selesai juga tugas yang berat itu oleh Tao.

suatu hari ketika Kowalski meminta Tao membersihkan kebun di pekarangan samping rumahnya, Kowalski berjalan2 santai hanya untuk menemani Tao berbicara, ia ingin tahu lebih banyak tentang kawan kecilnya itu, selama ini yang ia tahu, Tao adalah pemuda yang bernyali kecil,jarang berbicara sehingga sulit diterima dalam pergaulan, dimatanya Tao mampu mengerjakan tugas2 rumah tangga keluarga saja, namun belum tentu dalam pergaulan dan tantangan diluar untuk pekerjaan yang lebih berat. Kowalski mengatakan bahwa tak mungkin Tao terus2an menggantungkan hidup hanya dengan bekerja padanya, ia ingin membantu Tao mendapatkan pekerjaan yang lebih lagi, namun terlebih dahulu ia ingin menjadikan Tao menjadi lebih bermental, lebih bernyali, lebih mampu bergaul dan lebih berani berbicara dengan siapapun, Tao pun diajarinya bagaimana berbicara lebih berani dan meyakinkan lawan bicaranya, kurang lebih tentang bagaimana seharusnya sikap dan cara ketika seorang laki2 berbicara dan bergaul dengan lebih jantan. berkat bantuan Kowalski, akhirnya Tao diterima bekerja sebagai buruh bangunan di suatu proyek kenalan Kowalski. dan ketika Tao hendak berjalan2 dengan kekasihnya (Tao menjadi terbuka terhadap lawan jenis, karena Kowalski), Kowalski meminjamkan Gran Torino kesayangan miliknya.

beberapa hari berselang,ketika pulang dari bekerja, Tao dicegat oleh gang Hmong dan ia dipukul, Kowalski mengetahui hal ini dan diam2, ia menemui gang Hmong dan menghajar salah satu anggotanya dan meminta mereka untuk tidak mengganggu Tao. gang Hmong membalas dendam dengan menembaki rumah Tao secara tiba2 pada suatu malam, dan Sue, kakak perempuan Tao diperkosa (maaf, red) oleh mereka. keluarga Tao terpukul, mereka merasa tidak lagi memiliki tempat yang nyaman untuk tinggal, bahkan di Amerika pun, ia masih mendapatkan ganngguan dan yang lebih disayangkan lagi adalah karena pelakunya adalah orang2 yang satu ras dengan mereka. Kowalski benar2 marah dan segera ia membantu keluarga Tao dengan suatu cara yang tidak akan merugika siapapun juga, bahkan bagi dirinya sekalipun. ketika Tao keesokan paginya memintanya berangkat bersama2 menemui Hmong, ia mengatakan:'No, you've to go home now,and come back here at 4 o'clock this afternoon', sorenya, Tao datang menemui Kowalski dan ia dapati Kowalski sedang mempersiapkan senjatanya dan ia diajak ke gudang bawah untuk kemudian Kowalski mengambil suatu lencana kehormatan yang ia dapatkan sebagai penghargaan dari kesatuannya, dan ia sematkan ke Tao. namun tiba2, Kowalski secara mendadak meninggalkannya dalam gudang itu dan menguncinya dari luar, ia hanya mengatakan, biar ia sendiri yang menyelesaikannya. sebelumnya ia telah menelpon Sue dan memintanya membukakan pintu untuk Tao, ia memberitahukan dimana ia menyimpan kunci rumahnya dan ia juga telah menitipkan anjing kesayangannya ke rumah keluarga Tao.

malam harinya Kowalski mendatangi markas Hmong dan mengetahu hal ini, Hmong berhamburan ke pintu markas dan mengarahkan pistol untuk menembak Kowalski. semua penduduk didaerah itu melihat kejadian tersebut, ketika Kowalski hendak menyalakan rokok, Hmong mengira ia akan mengambil pistol yang tersimpan dibalik jaketnya, segera kemudian Hmong menembaki Kowalski, hingga ia tewas, lantaran butiran peluru menembur tubuhnya. rupa2nya memang ini yang diinginkan oleh kowalski, ia memang menginginkan agar ia mati tertembak oleh Hmong, ia sengaja datang tak membawa senjata, yang ia inginkan agar Hmong ditangkap polisi dan dihukum atas kejahatan yang telah ia lakukan terhadap keluarga Tao. karena Kowalski sendiri sudah tidak ingin melakukan penembakan terhadap orang2, setelah dalam perang Vietnam ia telah menambak banyak orang, dan mungkin ia berpikit ini adalah cara yang dapat ia lakukan atas penyesalannya melakukan penembakan terhadap orang2 dalam perang Vietnam. semua anggota gang Hmong ditangkapi polisi, mereka di penjarakan. setelah kematian Kowalski, pengacaranya membacakan surat wasiat yang berisikan pembagian harta2 miliki Kowalski. dan salah satunya disitu tertulis bahwa Mobil Gran Torino 1972, diwariskannya ke Tao Vang Lor dan meminta agar mobil itu dirawat serta dibiarkan seperti aslinya tanpa ada modifikasi apapun seperti yang telah dilakukan gang2 jalanan yang pernah ia lihat.

mmm.. mungkin beberapa dari kita tidak memiliki keberanian yang cukup untuk bergaul secara lebih luas, apalagi untuk berbicara dengan sikap yang berani dan meyakinkan, tapi sebenarnya jika rasa minder dan rasa takut terus tetap saja dibiarkan membatasi, maka akan terjadi ketidak tahuan arah kemana harus berjalan, walau memang tidak mudah melepaskan rasa minder dan takut itu, butuh waktu, kemauan dan bimbingan agar pelan2 bisa berubah, seperti yang dialami Tao. Tao telah diajari banyak hal oleh Kowalski, dan sebaliknya Kowalski pun telah merasa berguna hidupnya dengan membantu Tao. prinsip yang mendasari perbuatan untuk mau tampil berani dan meyakinkan adalah karena memang kita diciptakan ALLAH.SWT sama, putih tidak lebih baik dari hitam, pendek tidak lebih buruk daripada tinggi, tapi keimanan dan ketaqwaaan lebih dari apapun untuk menjadikan diri lebih baik dimataNYA, amin..

Wassalamualaikum

2 komentar:

  • UWO says:
    4 May 2009 at 09:03

    sechawraaaa...yg maen clint eastwood, saya percaya film-nya memang sebagus yg diceritakan bung erik.

    hmmm..kalau bentuk postingannya kearah resensi film seperti ini, ada baiknya kalau nama sutadara dan beberapa nama pemeran lain jg disebutkan(eg.yg jd Tao and Hmong).kalau bisa ending-nya jgn diberitahu secara gamblang, supaya kita2 yg blm menonton ini lebih penasaran utk ikut menonton. sekedar saran saja bung....

    eeehhh...setelah saya membaca ttg Gran Torino, saya melirik ke sisi kanan blog ada "Daftar Film Favorit Erikson", eeehhh...ternyata tidak bisa di-klik, hehehe..saya pikir ada resensinya jg...

    anyway, saya suka ada paragraf terakhir yang memberi pesan moral dari film tersebut.

  • Erikson Wijaya Bin Asli Aziz says:
    6 May 2009 at 07:17

    terima kasih UWO atas masukannya :)

Post a Comment

Jangan ragu untuk komentar.. :) Dan untuk menjaga komentar spam, mohon isi dulu kode verifikasi nya.. Trims.