9.03.2010

A Story of Kingstone


Kingstone disini bukan ibu kota Jamaica di kepulauan Karibia, Kingstone disini juga bukan homofone dari nama merek flashdisk, tapi Kingstone itu artinya Baturaja, Ibu kota kabupaten OKU (Ogan Komering Ulu) Induk yang ada di provinsi Sumatera Selatan. Aku lahir disini. Baturaja, hampir 23 tahun lalu.. kemudian setelah lebih 6 tahun merantau ke Ibu Kota, Baturaja telah banyak berubah..

Baturaja sudah tambah ramai daripada era dulu, kalau dulu pusat ekonomi masyarakat cuma satu dua sentra, kini sudah banyak.Mulai dari pasar Inpres bahkan Mall juga sudah ada beberapa, diantaranya Raja Mall dan Kanio Mall, pasar tradisional mulai tergeser oleh kehadiran toko-toko swalayan waralaba semisal Indomart atau Alfamart. Praktis, penduduk tinggal masuk ke Mall yang menyuguhkan diskon, atau memilih sendiri barang belanjaan ke ruangan sejuk ber-AC. Penambahan sentra ekonomi ini juga diiringi oleh perluasan area perkotaan, Jalinsum (Jalan Lintas Sumatera) yang dulu sepi kini sudah mulai tersentuh pembangunan, setidaknya sudah ada dua trade-mark kenamaan representasi kemajuan Baturaja, yaitu Masjid Agung Islamic Center dan Kolam Renang Baturaja (Standar Internasional). Kedepan mungkin area ini bakal ramai oleh hunian semcam ruko dan perumahan penduduk, khususnya setelah pembukaan lahan secara besar-besaran mulai terasa dan terlihat sepanjang jalan lintas ini.


Raja Mall dari depan.


Dulu Baturaja belum mampu menawarkan kesempatan pendidikan yang berkelanjutan karena terbatasnya jumlah Sekolah Tinggi atau Universitas atau Lembaga Pendidikan lainnya. Namun kini, pemuda-pemudi Baturaja dan daerah sekitarnya dapat merasakan bangku Universitas, setelah kehadiran Universitas Baturaja (UNBARA), STIE, STAI, STAIN, LPPK. Bahkan untuk level SMA pun pilihannya sudah banyak, jika dulu hanya ada satu dua SMA, kini jika dihitung untuk level SMA/Sederajat sudah lebih dari sepuluh. Pembangunan intelektuali ini dengan nyata dapat dilihat telah diiringi oleh pembangunan infrastruktur yang lumayan mengangkat citra Baturaja, semisal pembangunan kantor perijinan terpadu di salah satu pusat keramaian (dulu area ini adalah terminal) juga penambahan jembatan yang menghubungkan banyak lokasi di Baturaja yang makin membuat lalu lintas makin lancar dan mobile.


Taman Kota Baturaja


Baru-baru ini Baturaja juga sudah melaksanakan pemilihan kepala daerah, dan semoga saja pembangunan yang telah ada ini tetap dijalankan dengan tetap mengedepankan prioritas utama yaitu pembangunan yang membawa manfaat baik jangka pendek dan jangka panjang pada masyarakat Baturaja. Menjadikan Baturaja sebagai kota yang tetap tangguh ditengah gempuran era modernisasi dan globalisasi tanpa kehilangan ciri khas kebanggannya, terutama dari nilai histori dan kebudayaan.

Ramainya pusat kegiatan ekonomi di Baturaja sekarang ini layak dipertahankan dengan prinsip menguatamakan kesejahteraan rakyat, bukan karena lobi-lobi politik atau kepentingan pihak yang berkekuatan uang. Majunya perekonomian bukan diukur dari banyaknya Mall atau swalayan waralaba, namun diukur dari kemampuan masyarakat mengikuti kemajuan dan perkembangan itu, jika akibat pembangunan ekonomi konsumtif semacam ini menyebabkan semakin banyak penduduk yang kehilangan pekerjaan, semakin banyak penduduk yang hidup dibawah standar normal pemenuhan kebutuhan sehari-hari, maka kemungkinan besar ada yang terlewat dalam proses pengambilan keputusan atau kebijakan tersebut. Bolehlah jika Pemerintah Daerah Baturaja dalam hal ini dipimpin oleh Bupati melakukan evaluasi.


Kolam Renang Baturaja


Kemajuan SDM merupakan indikator kuat akan keberhasilan suatu daerah di masa depan, institusi pendidikan di Baturaja telah banyak menelurkan lulusan-lulusan yang memegang sertifikat atau ijazah tertanda LULUS dan semoga memiliki kualifikasi yang layak. Namun sudah mampukah Pemda Baturaja menciptakan iklim yang kondusif bagi lulusan tersebut untuk mengaplikasikan keahliannya dengan berwirausaha, karena memang sulit untuk menjadi PNS di Baturaja, mulai dari tahapan seleksinya sampai berkembangnya rumor sogok-menyogok didalamnya. Pembangunan dibidang pendidikan di Baturaja memang menyenangkan, namun aku kurang tahu pada prioritas urutan keberapa sektor ini diutamakan, jika saja di tempat yang strategis di kota ini dibangun pusat kegiatan remaja (student center) semacam gelanggang, perpustakaan dan diikuti sosialisasi yang gencar dan berkelanjutan mungkin lapangan Ahmad Yani yang telah disulap menjadi taman kota, akan berubah menjadi sepi dari kegiatan santai yang kurang bermanfaat.

Pembangunan SDM selain dibidang intelektual juga sebaiknya diiringi pembangunan di bidang kerohanian, keberadaan Islamic Center menunjukka adanya niat Pemerintah Daerah Baturaja membangun penduduk Baturaja dalam hal tersebut. Namun niat yang telah direalisasikan dalam pembangunan Masjid yang megah ini akan semakin mengakar-rumput seandainya kegiatan dibidang kepemudaan-keagamaan digalakkan dengan kontinyu sehingga tumbuh rasa memiliki dan menghidupkan kehidupan didalamnya. Apalagi keberadaan sarana yang sudah tersedia didalam kompleks Masjid ini. Tinggal lagi bagaimana agar Masjid ini tidak melulu diramaikan oleh sesepuh-sesepuh Baturaja tapi juga oleh tunas-tunas yang akan memimpin dan mengelola di era mendatang.


Islamic Center Baturaja


Kadang aku merasa jika sedang berkendaraan di Baturaja, tak ubahnya aku sedang di Jakarta atau Palembang. Karena Baturaja sudah ramai bahkan cenderung pada keadaan ramai yang menyesakkan, dengan kata lain keramaian ini memunculkan kondisi yang tak teratur, dibidang lalu lintas khususnya. Bidang jalan yang sempit tampaknya belum mampu memperlancar arus lalu lintas, sehingga pada titik-titik tertentu kemacetan tak bisa dihindari. Belum lagi panas teriknya membuat tensi emosi menjadi tinggi, khawatir mendorong pada keadaan yang lebih buruk lagi. Ruas jalan di kota ini memang sudah banyak ditambah, namun terpusatnya sentra-sentra kebutuhan masyarakat membuat ketimpangan volume lalu lintas. Jalan baru yang dibangun seiring dengan jembatan tambahan belum maksimal difungsikan, karena memang kegiatan masyarakat tidak banyak disitu,sehingga sekarang fungsinya hanya sebatas sebagai jalan tembus.


Jembatan Ogan IV


Bagaimanapun, aku adalah bagian dari kota ini, lahir disini dan tumbuh besar disini selama 18 tahun. Tulisan ini cuma kontribusi dan bentuk kepedulian saja, bukan kritik atau sebuah celaan karena aku juga sadar aku belum banyak berbuat bagi kota ini. Mungkin kelak aku bisa berbuat sesuatu yang lebih nyata buat kota ini, Bismillah. untuk sekarang cukuplah melakukan yang terbaik sebisaku dibidang yang aku dalami di Jakarta, Pajak. Karena ini merupakan karunia yang diberikan ALLAH.SWT untuk ku agar bisa kukembangkan, sama seperti dulu saat aku duduk di bangku SMU N 1 Baturaja dan begitu bersemangat menggali ilmu dan memperkayak diri secara akademis.

Salam

Terima Kasih

12 komentar:

  • BABY DIJA says:
    3 September 2010 at 09:03

    kingstone = baturaja

    ada ada aja nih Om

  • BABY DIJA says:
    3 September 2010 at 09:04

    oh ya Om.. lupa bilang

    Dija mau merayakan ultah yang ke setengah
    nanti Om diundang deh..

    tunggu aja

  • Elsa says:
    3 September 2010 at 09:07

    semoga ada satu saja pemerintah kota baturaja yang membaca postingan ini ya Son..
    trus satu orang itu tersentuh, kemudian mengusahakan ..entah gimana caranya.. agar Kingstone yang tercinta bisa sedikit dipermak jadi lebih baik.
    amiiiiiiin

  • Erikson Wijaya Bin Asli Aziz says:
    3 September 2010 at 09:39

    @Dija: heuheue.. Iya Dija, biar kesannya Kingstone itu dimana lah haha.. wah udah 6 bulan aja ya, o ya om inget, waktu pertama kali buka blog dija pas om baru ngampus lagi awal tahun ini. iya bener hehehe... semoga sehat selalu Dija..

  • Erikson Wijaya Bin Asli Aziz says:
    3 September 2010 at 09:44

    @Elsa: iya makasih Mbak, memang begitu harapannya, sukur2 yang bikin tulisan yg sifatnya konstruktif buat Baturaja makin banyak, semacam arus dari bawah oleh dunia maya hehehe... ;)

  • Baby Dija says:
    3 September 2010 at 10:01

    wuuuaaaaaaah....
    fotonya jadi banyak.
    bagus bagus ya Kingstone.
    kolam renangnya bagus
    masjidnya bagus...

    Gak pingin ajak Dija kesana Om?
    hehehhe

  • Erikson Wijaya Bin Asli Aziz says:
    3 September 2010 at 16:51

    @Dija: hahahha.. nanti kl Dija udah gede boleh juga, tp kayaknya Surabaya sama Baturaja g beda jauh panasnya hehhehe..

  • jizu says:
    4 September 2010 at 02:04

    kau kembali kesanakah son? penempatan disana?

  • Erikson Wijaya Bin Asli Aziz says:
    4 September 2010 at 10:13

    @Jizu: aku insyaALLAH lulus Nov/Des 2011 Jizu, kepikiran buat penempatan di kampung halaman :) gmn kabar?

  • Dewi Indrasta says:
    17 September 2010 at 07:51

    lucu ya
    baturaja disebut kingstone
    tapia emang bener.

    usul aja sama pemkot, suruh ganti nama ajdi kingstone. kan keren

  • widya says:
    11 January 2012 at 09:52

    wuihh keren..dek sengaje ketemu blog ini.. pas dikinak punye erikson.. :D mantap bro..

  • Erikson Bin Asli Aziz says:
    12 January 2012 at 01:13

    @Widya: nahh makasi Wid sudah mampir dan selamat sudah tersesat di blog ku hahahaha... :)

Post a Comment

Jangan ragu untuk komentar.. :) Dan untuk menjaga komentar spam, mohon isi dulu kode verifikasi nya.. Trims.