Posts

Idealita Kontra Realita

Image
Sudah sebulan lebih aku pindah seksi. Kali ini di tempat yang sangat sibuk, itu sebabnya banyak yang enggan masuk seksi ini. Seksi Pelayanan namanya. Aku sendiri bersikap biasa saja, antara sungkan menunjukkan keengganan atau kecenderungan mengikuti jalan hidup. Tapi sejujurnya aku melihat ini sebagai tanggung jawab atau amanah. Itu sebab mengapa aku bisa melihat kehadiran semangat dari dalam diri sebagai wujud idealita. Sayangnya, di seksi yang baru ini aku lebih banyak tersadar bahwa idealita berbenturan dengan realita. Pada minggu pertama aku ditempatkan di loket terdepan sebagai petugas penerima laporan dan atau permohonan. Hal yang menyenangkan menjumpai banyak wajah. Tapi di saat yang sama justru menjadi hal yang menjengkelkan bilamana bertemu dengan pribadi yang suka menentang aturan, meremehkan petugas dan mau nya tahu beres tanpa mau diberi arahan. Dan saat itu, sekitar pukul 11.00 WIB hari Kamis tanggal 25 Februari 2013. Aku mendapati rekan sebelah meja berhadapan dengan pe...

Sekip dan Mozaik Satu Dekade.

Image
Tahun 2003 akhir saat itu. Aku dengan enam teman sekolah jauh- jauh dari Baturaja datang ke Palembang untuk ikut tes uji coba STAN. Kami menginap di penginapan sederhana milik pemerintah di daerah Sekip. Itulah kali pertama aku tahu wilayah ini. Karena memang meski besar di Baturaja, aku cukup jarang mengelilingi Palembang. Kini, 10 tahun sudah berlalu sejak masa 2003 itu, setelah berputar dalam banyak liku perjalanan, jarak dan pengalaman. Tidak kukira ternyata aku akan menjadi kian akrab dengan daerah ini, tiap kali kekasihku datang ke Palembang, ia menginap di Sekip. Karena disitu ia sempat tinggal lama dengan keluarganya semasa menyelesaikan kuliah 6 tahun lamanya. Sehingga aku jadi makin sering ke daerah ini. Terlebih di saat- saat seperti ini menjelang pernikahan kami, komunikasi dan segala persiapan harus lebih intens dan mantap. Setidaknya untuk beberapa waktu kedepan, aku kira, aku memang akan berjodoh dengan daerah ini. Kami memilih untuk mengontrak rumah sebagai tempat tin...

USM STAN: TPA, Bahasa Inggris dan Pernak- Perniknya

Image
Menarik saat mengingat bahwa sejak 2003 aku mulai biasa mengerjakan soal- soal seputar tes potensi akademik atau TPA biasa disingkat orang. Bagiku, memecahkan kerumitan di soal sejenis ini sama menariknya dengan memecahkan soal Trigonometri, Logaritma atau Fisika Dinamika Gerak Lurus. Aku mulai akrab dengan tipikal soal TPA karena saat itu aku mulai terpikir untuk melanjutkan sekolah di STAN. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Waktu itu aku kelas 3 SMA. Rentetan Pengalaman dengan TPA. Seingatku sudah sekitar 8 kali aku ikut tes TPA, yang pertama waktu Try Out STAN di tahun 2003 dan hasilnya aku ada di peringkat 60-an dari sekitar 100 peserta lalu di tahun 2004 dan berhasil menjadi peringkat 1 dari 350an lebih peserta, dan ditahun yang sama aku ikut Try Out di Palembang tapi hasilnya tidak diketahui. Kemudian aku juga ikut Try Out yang diadakan sebuah lembaga Bimbingan Belajar dengan peringkat 1 dari 5 peserta saja, karena memang pesertanya sedikit. Sekitar Juni 2004 aku ikut USM STAN ...

Rokok, Hak Asasi dan 5 Fakta Ironi.

Image
Bukan hal yang mudah bagi saya memutuskan untuk menuliskan hal ini. Sedari kecil saya sudah akrab dengan asap rokok. Ayah saya perokok berat. Begitu juga keluarga, baik dari pihak ayah maupun pihak ibu. Di lingkungan teman sepermainan masa remaja pun setali tiga uang. Kondisi ini berlanjut saat saya memasuki dunia kerja dimana mayoritas teman lingkungan kerja adalah para perokok. Dan kebetulan pula, dunia pendakian gunung yang saya gilai turut membuat saya masuk dalam pergaulan yang sebagian diikat oleh rokok sebagai identitas. Bahkan untuk beberapa waktu lamanya saya akui saya sempat menjadi perokok, walau tidak sampai pada fase kecanduan, murni sebagai pelarian semata. Intinya saya akrab betul dengan aroma asap dari rokok yang dinyalakan, cita rasa tembakau didalamnya atau manis gabus filter di ujung batangnya. Rentetan pengalaman itu membentuk pola pikir saya bahwa merokok itu hak. Setiap orang sah- sah saja untuk menikmatinya. Terlebih untuk mereka yang sudah belasan atau puluhan ...

Prahara Baturaja: Potret Buram Disharmoni TNI POLRI

Image
Cerita disharmoni TNI & POLRI bukanlah kabar baru di negeri ini. Peristiwa kerusuhan yang dilakoni dua institusi ini terakhir terdengar di Gorontalo, Sumatera Utara (Belawan) dan Maluku (Masohi). Ketiganya terjadi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Dan hari ini, cerita kelam itu terjadi lagi. Markas Polres Ogan Komering Ulu, Baturaja, Sumatera Selatan habis dibakar oknum TNI dari kesatuan Yon Armed Martapura. Pertanyaan kemudian muncul. Ada apa? Sebuah Kronologis dan Konflik Individual Personil Menarik untuk dicermati. Bagaimana sebuah isu personal individu kemudian bisa mengalami eskalasi hingga tataran institusional. Pasca rekonstruksi perkara di Mapolda Sumsel terungkap bahwa Prahara Baturaja bermula dari rasa sakit hati oknum POLRI yang tengah bertugas di pos jaga mendapati serangan verbal dari oknum TNI yang sembari melaju dengan sepeda motor. Mulutmu harimaumu. Pepatah ini kemudian muncul menjadi kebenaran bagi sang oknum TNI. Oknum POLRI yang dikuasai emosi dan sakit hati...

Pajak Sebagai Jalan Tengah Polemik Buruh dan Pengusaha

Image
Di tahun 2013 ini, hubungan antara buruh dan pengusaha belum sepenuhnya reda dari prahara. Setidaknya bila sepanjang tahun lalu demonstrasi oleh aliansi kaum buruh berlangsung masif dan berkelanjutan sehingga menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial yang tidak sedikit. Kini di awal tahun 2013, gerakan serupa masih berlangsung dengan tuntutan yang sama, kesejahteraan. Namun praktik di lapangan menunjukkan bahwa banyak pengusaha/perusahaan yang belum menerapkan UMP terbaru sehingga nasib dan kesejahteraan buruh masih menggantung tanpa kepastian. Upah Minimum Provinsi atau UMP yang beberapa waktu lalu mengalami kenaikan di beberapa daerah, termasuk Jakarta merupakan tanda kemenangan atas upaya kaum buruh menuntut kesejahteraan. Jakarta selaku barometer ekonomi nasional menjadi kiblat bagi daerah lain untuk melakukan hal serupa, sehingga aksi lokal yang dimotori aliansi buruh di beberapa titik di wilayah Jabodetabek di sepanjang tahun lalu menjadi aksi nasional kaum buruh di berbagai wilay...

Mereka Wanita

Image
Wanita cuma punya satu hati, satu kehidupan dan satu sandaran. Ini jawaban mengapa wanita tidak bisa secepat kilat jatuh hati, karena sekali hatinya tertambat, itulah sudah semua. Hatinya, hidupnya dan sandaranya akan diserahkan semuanya pada kita kaum lelaki. Jujur saja kita sebagai lelaki mengakui ini sebagai simbol keagungan wanita yang bernama kesetiaan. Hati mereka terlalu tulus untuk bersilat lidah dan tipu muslihat. Ketulusan itu yang sulit ditembus, yang kita lelaki hendak dapatkan sebenarnya ketika dengan banyak cara berusaha memikat wanita. Wanita diciptakan Tuhan sebagai jalan masa depan kehidupan, melalui prosesi suci perkawinan. Hidup yang didominasi kita kaum lelaki, tak akan punya arti tanpa wanita. Sejarah yang tercatat dalam kehidupan secara turun temurun hanya akan ada lewat rahim mereka wanita. Perjuangan hebat dan berat seorang wanita meneruskan kehidupan adalah bukti bahwa mereka kuat dan liat menahan satu hal yang belum tentu kita lelaki sanggup lewati. Wanita ...