3.16.2013

USM STAN: TPA, Bahasa Inggris dan Pernak- Perniknya

Menarik saat mengingat bahwa sejak 2003 aku mulai biasa mengerjakan soal- soal seputar tes potensi akademik atau TPA biasa disingkat orang. Bagiku, memecahkan kerumitan di soal sejenis ini sama menariknya dengan memecahkan soal Trigonometri, Logaritma atau Fisika Dinamika Gerak Lurus. Aku mulai akrab dengan tipikal soal TPA karena saat itu aku mulai terpikir untuk melanjutkan sekolah di STAN. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Waktu itu aku kelas 3 SMA.

Rentetan Pengalaman dengan TPA.

Seingatku sudah sekitar 8 kali aku ikut tes TPA, yang pertama waktu Try Out STAN di tahun 2003 dan hasilnya aku ada di peringkat 60-an dari sekitar 100 peserta lalu di tahun 2004 dan berhasil menjadi peringkat 1 dari 350an lebih peserta, dan ditahun yang sama aku ikut Try Out di Palembang tapi hasilnya tidak diketahui. Kemudian aku juga ikut Try Out yang diadakan sebuah lembaga Bimbingan Belajar dengan peringkat 1 dari 5 peserta saja, karena memang pesertanya sedikit.

Sekitar Juni 2004 aku ikut USM STAN dan lulus untuk Prodip I. Kemudian dalam rangka persiapan lanjut sekolah ke STAN kembali untuk program DIII, dan aku ikut tes di tahun 2008 tapi belum berhasil sehingga untuk persiapan yang lebih baik di tahun depan aku ikut Try Out di kota Depok tahun 2009. Hasilnya peringkat 1 dari sekian ratus peserta. Dan terakhir di tahun 2009 untuk kali kedua akhirnya Alhamdulillah aku lulus dan bisa kembali kuliah di STAN. Rencananya tahun depan aku akan ikut tes kembali untuk bisa kuliah di program DIV STAN.

Sederet pengalaman diatas menunjukkan bahwa kecakapan dibangun lewat ketekunan dan keberhasilan dibangun lewat kegigihan tekad serta doa untuk bisa terus bertahan dan maju.

TPA, Bukan Soal Biasa.

Tipe soal TPA menuntut penyelesaian dengan nalar yang baik karena pemecahanya bukan lewat rumus baku seperti pada ilmu Eksakta. Biasanya satu soal TPA mengandung informasi sebagai petunjuk solusi, namun petunjuk itu menyebar, seolah tidak saling terhubung dan tidak lengkap. Sehingga dalam menyelesaikannya kita harus mampu menghubungkan 'clue' yang ada agar terlihat keterkaitanya. Disaat yang sama itulah baru ketahuan titik kosong yang hendak kita cari tahu sebagai jawaban. Jadi, jangan harap soal TPA akan dengan gamblang memberi petunjuk yang mudah dalam menjawab.

Contoh: Setiap Minggu Agus mendapat uang saku dari orangtuanya. 1/3 dari uang sakunya ia gunakan untuk ongkos dan 2/5 dari sisanya ia belikan jajanan. Setelah digunakan untuk ongkos dan jajan, ia masih memiliki sisa Rp. 24.600,- untuk ditabungkan. Berapakah jumlah uang saku yang diterimanya dalam satu bulan?

Jawab: Petunjuk 1: Uang saku diberikan secara Mingguan. Sebesar Rp. X,-Petunjuk 2: 1/3 untuk ongkos, 2/5 dari sisanya untuk jajan. Petunjuk 3: Setelah jajan dan ongkos masih sisa Rp. 24.600,-Petunjuk 4: Soal meminta jumlah uang saku dalam satu bulan.

Langkah 1: Cari besar nilai uang saku dalam seminggu. Yakni cari nilai X. 1/3x --> untuk ongkos, sisanya 2/3x. 2/5 dari sisa dipakai untuk jajan, atau sebesar 2/5. 2/3x= 4/15x Sehingga: 1/3x + 4/15x + Rp. 24.600,- = x x= Rp. 61.500,-

Langkah 2: Kalikan nilai x dengan 4 untuk nilai uang saku bulanan. Sehingga didapat nilai Rp. 246.000,-

TPA pada Seleksi STAN

Diatas hanya salah satu contoh soal tingkat mudah dalam TPA, karena memang ada beberapa soal yang tingkat kerumitanya tinggi. Untuk STAN, seleksi TPA itu sendiri dibagi menjadi 7 jenis. Yaitu sebagai berikut;

#1. Tes kosa kata yang meliputi sinonim, antonim, dan klasifikasi kata. Akan tetapi, tipikal soal ini menyoal kosa kata yang tidak lazim dipakai sehari- hari, sehingga peserta harus terbiasa dengan kosa kata asing yang merupakan istilah yang kerap dipakai dalam media dan konteks tertentu. Aku pribadi membiasakan diri dengan banyak membaca serta memahami derivasi etimologi perbendaharaan kata yang kadang mirip makna dan ejaanya.

#2. Tes Wacana. Soal dalam bentuk wacana ini akan menyajikan sebuah wacana yang terdiri dari beberapa paragraf. Dan pertanyaan akan berkutat pada isi wacana itu seputar fakta didalamnya dan kesimpulannya. Kadang tipe soal ini memakan waktu, sehingga perlu untuk mencari cara menjawab dengan cepat dan tepat. Tidak ada salahnya menggunakan trik skimming (membaca kilat) atau menjawab dengan membaca soal lebih dahulu. Karena kita memang tidak dituntut untuk paham wacana tersebut.

#3. Tes Analisis. Peserta diberikan sebuah kondisi atau keadaan suatu situasi dengan syarat yang ditentukan. Solusi tipe soal ini biasa aku cari dengan menggambarkan syarat situasi itu dalam beberapa kemungkinan susunan. Biasanya terdapat satu yang mendekati jawaban yang dusediakan dalam pilihan.

#4. Tes Deret Angka dan Huruf. Pernah lihat sederetan angka dan atau huruf lalu kita diminta menjawab tiga isian deret selanjutnya? Di STAN soal ini selalu muncul. Bagiku tipe soal ini meminta agar kita menemukan pola deret tesebut yang kadang tersimpan dalam tiap deret digit didepan atau setelahnya atau saling lompat. Uniknya kadang pola itu tersimpan tidak langsung di tiap deret itu secara langsung tapi di turunan kedua setelah satu pola ditemukan.

#5. Tes Matematika Sederhana. Sederhana disini dalam arti bahwa soal dengan jelas menuntut perhitungan cepat atas jawaban, hanya saja soal tipe ini bukan sekadar menjumlah atau mengali. Tapi bagaimana pecahan atau bilangan berkoma harus dihitung cepat untuk dapat diambil persentase misalnya. Sesekali terselip juga Logaritma Sederhana dalam beberapa soal tipe ini.

#6. Tes Matematika Logika. Inilah tes tersulit karena rangkaian logika digabung dengan kerumitan cerita tentang angka sehingga untuk bisa dijawab harus di analisis dahulu. Aku terbiasa memetakan petunjuk pada soal menjadi rangkaian informasi yang mungkin bisa divisualisasikan. Biasanya ini cukup membantu dalam memecahkan soal. Slh bntuk sederhana tipe soal ini seperti yang aku jadikan contoh soal diatas.

#7. Tes Pola Bangun Datar dan Bangun Ruang. Tipe tes semacam ini menuntut peserta untuk mampu menggambarkan beberapa bangun atau bangun ruang dan pola didalamnya yang membentuk aturan tertentu. Semakin cakap mengimajinasikannya maka makin mampu peserta menjawab. Aku sering melatih daya imajinasi untuk menghadapi tipe soal ini dengan banyak latihan soal.

Kabar baiknya adalah semua tipe tes tersebut adalah standar psikotes yang lazim diujikan di ujian masuk institusi swasta, pemerintah atau kampus kedinasan lain sehingga perbanyaklah porsi latihan agar terbiasa menyelesaikan soal- soal jenis demikian. Rekomendasi, bisa beli buku psikotes karangan Prof Yul Iskandar ada tiga seri disitu lengkap dibahas dan untuk variasi bisa beli buku kumpulan soal ujian masuk CPNS atau cari di internet dengan kata kunci 'kumpulan psikotes'.

Jangan Lupakan Bahasa Inggris

Satu lagi, dalam seleksi STAN peserta harus diuji Bahasa Inggris untuk pemahaman wacana, tata bahasa dan kosa kata. Jujur saja, menurut pendapat saya, tingkat kesulitan Bahasa Inggris ujian STAN setara dengan ujian TOEFL PBT. Sehingga bisa dimaklumi bila banyak peserta yang mengaku sulit di tahap ini.

Penting sekali untuk mengasah keahlian Bahasa Inggris dengan latihan soal TOEFL, makin sering makun bagus karena mempertajam naluri berbahasa dan memperkaya kosa kata, kedua hal ini sangat membantu saat ujian. Ujian Bahasa Inggris di STAN digabung dalam satu sesi tanpa jeda bersama TPA, hanya saja alokasinya dibedakan. Dari 150 menit waktu yang tersedia. Hampir 120 menit akan dialokasikan untuk TPA, baru Bahasa Inggris. Terkadang pengawas ujian tidak memberitahukan hal ini sehingga ada baiknya peserta bertanya sebelum ujian dimulai untuk menghindari kepanikan diakhir waktu.

Waspadai Sistem Minus, Nilai Mati dan Alokasi Waktu

Dalam ujian STAN diterapkan sistem minus dalam penilaian hasil ujian. Nilai 4 untuk jawaban benar, 0 bila tidak menjawab dan -1 untuk jawaban salah. Akumulasi nilai akhir adalah hasil perhitungan nilai tersebut. Sangat penting bagi peserta ujian untuk sebanyak mungkin menjawab dengan benar dalam ujian karena untuk masing- masing sesi TPA dan Bahasa Inggris peserta minimal harus memnjawab soal dengan benar 1/3 dari jumlah soal yang ada.

Hasil perhitungan nilai akhir disandingkan dengan syarat minimal 1/3 jawaban benar akan jadi penentu kelayakan peserta untuk 'diadu' secara nasional sebagai calon mahasiswa. Jika ada 5.000 peserta yang memenuhi syarat nilai akhir dan nilai mati, sementara diperlukan hanya 2.400 orang, maka 2.400 orang peringkat atas yang akan dinyatakan lulus dan berhak untuk daftar ulang sebagai mahasiswa.

Selain dua hal diatas perlu diketahui bahwa dengan jumlah soal sebanyak 180 buah alokasi waktu yang tersedia cuma 150 menit. Artinya, jika hendak dikerjakan semua, satu soal harus diselesaikan kurang dari satu menit. Saya sendiri tidak pernah menjawab semua soal ujian tapi semampunya saja. Selain pertimbangan waktu juga karena meminimalisir nilai minus yang khawatir justru menggerus perolehan nilai.

Sebagai contoh:

Dalam suatu ujian STAN, seorang peserta bernama Nathan berhasil menjawab 110 soal TPA dan 40 soal bahasa inggris. Dimana jawaban salah untuk TPA ada 10 dan ada 10 pula untuk Bahasa Inggris. Sehingga nilai Nathan adalah:

TPA : (110-10)X 4 + (10X -1) = 390 B. Inggris : (40-10)X 4 + (10 X -1) = 110 Total : 500.

Apakah Nathan lulus?

Belum tentu, karena harus dilihat dulu apakah untuk dua tes itu jumlah jawaban benarnya sdh diatas minimal 1/3 dari jumlah soal. TPA minimal 40 jawaban benar, Bhs. Inggris minimal 15 jawaban benar. Dan atas dual hal ini, Nathan jelas berhasil. Apa tentu Nathan lulus? Belum tentu karena masih harus dilihat berada dalam posisi berapa Nathan dalam pemeringkatan nasional. Jika masih dalam rentang yang dibutuhkan maka Nathan baru dapat dinyatakan lulus.

Santai, Jangan Tertekan.

Persiapan yang baik itu perlu, makin awal makin baik karena jelas makin matang. Untuk itulah menjelang ujian seharusnya sudah tidak perlu cemas lagi. Justru di saat tersebut sebaiknya diisi dengan kegiatan santai atau istirahat untuk rileks dan mengisi ulang energi supaya prima saat ujian. Tidur saja lebih awal semalam sebelum ujian. Bagi yang muslim ini malah memberi kesempatan untuk sholat tahajjud di sepertiga malam sebagai waktu yang mustajab.

Ada harapan gembira, menurut isu internal yang berkembang di lingkungan Kementrian Keuangan tahun ini STAN akan kembali menerima mahasiswa baru sekitar 5.000 orang. Sehingga bagi yang berminat dapat menpersiapkan diri jauh- jauh hari. STAN, bagaimanapun adalah sakah satu jalan untuk menjadi pribadi bermanfaat. Dan tiket masuk nya sederhana, cuma penguasaan yang baik tentang TPA, Bahasa Inggris serta Doa. Ohya, satu lagi, kadang faktor keberuntunfan juga ikut serta mengingat tipe soalnya pilihan ganda.

Selamat berjuang untuk kita semua, semoga berjumpa di kampus tercinta. Aamiin.

8 komentar:

  • Anonymous says:
    13 May 2013 at 19:05

    Alhamdulillah... artikel ini menginspirasi saya. I like it..!!! (y)

  • nes says:
    28 June 2013 at 15:35

    artikel yang bagus..

  • Anonymous says:
    8 July 2013 at 15:41

    artikel abang bagus,semoga sukses dunia akhirat bang

  • Erikson Bin Asli Aziz says:
    8 July 2013 at 16:14

    @Anonymous1: terima kasih, senang kalau bs bermanfaat, semoga sukses ya! :)
    @Nes: Trims.
    @Anonymoys2: Terima kasih Dek. Aaamiiin.. semoga begitu pula untukmu. :)

  • Nurfarida Safitri says:
    13 July 2013 at 11:11

    Terima kasih, bermanfaat sekali. Sukses USM STAN 2013. Aamiin... :)

  • denyoe says:
    19 July 2013 at 22:56

    Rik, ini kan bulan ramadhan..mohon maaf lahir dan batin ya..
    mohon dimaafkan segala kesalahan raden tepatnya dari tahun 2007 sampe 2013..
    paling banyak salah ma erik mungkin 2009 dan 2010 ya rik....
    mohon dimaafkan ya rik...
    you are my young brother...

  • Erikson Bin Asli Aziz says:
    20 July 2013 at 06:08

    @Denyoe: sama- sama Den. Hidup kita tentu tak akan jadi selebih baik ini bila kita tidak saling memaafkan dan mengikhlaskan sejak dulu. Terutama kini kalau bukan karena sms ungkapan yg terpendam yg Raden kirim ke istri Erikson (dulu msh sekadar dekat) mungkin Erikson g akan menikah dengan istri skrg. Hehe..

    Well, during that two years, it looked like going through either rambling or perplexious periods. But whatever it was, we've been learning from our lessons to be a better person and for a better life.

  • iip says:
    29 July 2013 at 11:30

    try it on!

Post a Comment

Jangan ragu untuk komentar.. :) Dan untuk menjaga komentar spam, mohon isi dulu kode verifikasi nya.. Trims.