Posts

Menilik Ongkos Demokrasi

Image
Sudah 10 tahun lebih berlalu sejak rezim orde baru, otoritarianisme, hengkang dari tatanan kehidupan politik negeri ini, dan kala itu demokrasi lahir menjadi sistem baru yang dianggap paling tepat sebagai lokomotif menuju kemajuan dan perbaikan. Pertanyaanya sudah sampai mana kemajuan tersebut serta perbaikan yang dilakukannya? Laiknya lokomotif yang memerlukan bahan bakar, begitu pula demokrasi membutuhkan biaya. Berapa besar? Demokrasi memakan biaya dalam penerapannya, baik secara ekonomi atau atau non-ekonomi, dalam sistem demokrasi sudah pasti biaya yang dikeluarkan tidak sedikit untuk memfasilitasi aspirasi banyak pihak melalui pemilihan umum (Pemilu). Indonesia yang terdiri dari 33 provinsi dan 349 kabupaten (data dari sini ) tentu saja setiap periode tertentu harus menyelenggarakan pemilu dari berbagai level ini, sebut saja pemilihan anggota DPR/DPRD/DPD, pemilihan Kepala Daerah level Gubernur atau Bupati (Pilkada) serta Pemilihan Kepala Negara. Semakin berat jadinya beban APBN...

Dua Tahun Tak Lama

Image
Dua tahun bukan waktu yang lama, cukup tundukkan kepala sejenak lalu bayangan tentang hari 2 tahun lalu itu sudah muncul seperti masih kemarin saja, jelas dan hidup. Aku sukuri semua yang terjadi dua tahun ini pada hidupku, walau godaan dengan kata 'jika saja', 'seandainya', 'apabila' selalu datang meminta untuk kuturuti, tapi untungnya tidak. Karena aku diberi akal yang harus aku gunakan untuk berpikir bukan untuk merasa, karena rasa tempatnya di hati. Dua tahun ini 2010-2011 seperti menjadi kesempatan ku untuk mengenali diri sendiri dengan lebih baik. Dan tanpa sadar hal ini membentuk aku yang sekarang. Terima kasih ya ALLAH sudah menuntun ku menjalani jalur ini. Aku senang karena keputusan ku untuk menjadi ketua angkatan dan dua tahun menjadi ketua kelas di bangku kuliah mengantarkan pada pengalaman dan pemahaman yang sangat berguna. Tentang sabar, berbuat baik, bergaul dan bersikap positif. Beberapa kali aku jatuh karena emosi dan artinya aku gagal, namun b...

J E D A & H E L A

Image
Kalimat, seindah apapun itu, tidak akan indah jika ditulis tanpa jeda, dibaca tanpa hela. Iya jeda, bukan titik atau koma, tapi jeda. Sekali lagi, jeda. Jeda memberi kesempatan otak untuk mencerna informasi, memungkinkan hati merasai makna dan menuntun pada pemahaman utuh yang bermanfaat. Bukan sekedar sebaris kalimat tanpa nilai yang menguap bersama angin, lepas hilang tanpa bekas sepersekian detik setelah ia dilemparkan. Semua karena tidak ada jeda. Lalu hela, sama halnya seperti jeda, namun hela beda karena tidak ada tanda tertulis dan semuanya masih tersimpan di memori kepala, berontak keras ingin keluar beradu tangguh dengan alam sadar bahwa semua ada giliranya, tanpa hela, semua informasi akan menghambur keluar tak berkesan, percuma. Penting untuk mengontrol ucapan agar tidak keluar terlalu lancar dan yang keluar kemudian tidak menjadi ucapan kosong yang dikangkangi emosi, tanpa bekas yang bisa disimpan di memori. Hidup bagai membaca, harus ada jeda supaya maksudnya dapat dipaha...

Who Pays Tax - The Buyer or the Seller?

Image
Pajak memang merusak pergerakan pasar, itu kenapa banyak orang enggan membayar pajak, sementara nasionalisme tanpa imbalan langsung belum cukup menggugah jutaan penduduk negeri ini untuk gotong royong membangun negeri melalui pajak. Banyak faktor, bisa karena belum percaya dengan pemerintah atau memang alasan pribadi lain. Sebut saja Udin si pemilik baju di negeri Entah Dimana, biasanya Udin menjual per potong kaos oblong dari lapaknya dengan harga Rp 20.000,- dan rata- rata setiap hari terjual 6 potong, itu jadinya si Udin membawa uang Rp 120.000,- tiap hari dari hasil jualan bajunya, sampai suatu hari Udin menggerutu karena ada kebijakan dari pemerintah yang lagi kekurangan uang untuk mengenakan pajak sebesar Rp 5.000,- pada setiap potong bajunya, itu berarti Udin harus menjual bajunya seharga Rp 25.000,- kecuali Udin mau menanggung sendiri beban pajak ini. Namun dengan memasang harga baru sebesar Rp 25.000,- Udin sedang mengalihkan semua beban pajak ke calon pembeli dan resikonya U...

UMR: Buah si Malakama

Image
UMR, Upah Minimum Regional di negara kita Indonesia konon kabarnya adalah termasuk yang terendah, itu mengapa banyak perusahaan luar negeri yang mendirikan pabriknya disini karena tersedia tenaga kerja yang banyak dengan biaya murah, terlepas apapun niatnya. Namun setidaknya ini telah membantu negeri ini memberikan lapangan pekerjaan, investasi dan pembelajaran ihwal teknologi dari negara maju. Mengenai UMR, menjadi negara dengan UMR yang rendah telah mendatangkan konsekuensi sebagaimana sudah disebutkan diatas, tetapi yang menjadi pertanyaan kemudian adalah, seberapa besar dampak positif itu dapat kita nikmati kebermanfaatannya? Bagaimana dengan trade-off yang bisa jadi muncul sebagai dampak jangka panjang penerapan UMR rendah itu. Lapangan pekerjaan dan tenaga kerja ibarat dua hal dalam mekanisme pasar membentuk kedudukan masing-masing sebagai penawaran dan permintaan, lebih detilnya: Lapangan pekerjaan menawarkan pekerjaan dan tenaga kerja melakukan permintaan lapangan pekerjaan te...

Touring ke Puncak.

Image
Bulan lalu aku touring ke Puncak, 17 September tepatnya. Tidak ada alasan yang pasti, hanya sekedar dorongan saja, rasa ingin semata. Tujuannya sederhana, menggunakan waktu yang ada sebelum nanti menjadi keinginan yang tertunda, apa lagi dendam tak sudah, jangan sampai. Bahaya, karena katanya terus menerus menyimpan dendam itu tidak baik. Aku dan tiga kawanku: Yoga , Arif NR , dan Furqan menyusuri jalur Ciputat- Bogor- Ciawi- Tajur- Puncak, meninggalkan Bintaro sejak pagi pukul 09.00 WIB. Sejak pagi aku sudah bersiap dengan jaket kulit hitam (pemberian Bapak waktu mudik kemarin), sepatu, sarung tangan, kaca mata hitam dan memanaskan Kalajengking Kesayangan Kita untuk dibawa melaju jauh. Setelah saling menunggu, kami berangkat dan kawasan Bintaro seperti sudah sibuk dengan aktivitasnya, namun belum ramai. Berbelok menuju arah Ciputat, perjalanan lancar melewati kampus UIN, fly over terus hingga sampai kedaerah Pondok Cabe lalu tiba diujung perbatasan Kabupaten Bogor- Ciputat. Disini ...

Sensus Pajak Nasional, Bukan Sensus Biasa

Image
Kini sebuah langkah tengah diambil Ditjen Pajak dalam bentuk Sensus Pajak Nasional, SPN sering disingkatnya. Dimulai dari Oktober hingga 31 Desember 2011. Ada yang menarik untuk dibahas ihwal Sensus Pajak Nasional ini. Apa maksudnya? Untuk apa dan siapa? Tujuannya apa? dan apa-mengapa yang lainnya lagi. Aku browsing internet dengan keyword Sensus Pajak Nasional, ada begitu banyak halaman yang memuat kabar ini. Kemudian aku coba simpulkan dan menulisnya dalam postingan ini. Apa itu Sensus Pajak Nasional? Sejak dulu aku yakin kita sudah cukup familiar dengan istilah sensus atau cacah jiwa, sensus penduduk begitu istilahnya yang ditujukan untuk menghitung jumlah dan memberi gambaran demografi penduduk secara lebih akurat dan aktual dalam skala nasional. Kemudian kalau sekarang Pajak pun melakukan sensus, tentu saja tujuannya terkait dengan dunia perpajakan negeri ini. Jemput bola begitu istilahnya, mungkin metode melalui sosialisasi dan advertensi sudah dianggap cukup sehingga tidak sal...