8.17.2013

Dicari: Kejujuran!

Kejujuran. Satu hal yang makin terlihat absurd di jaman sekarang ini. Menjadi jujur sudah makin identik dengan menjadi bodoh. Pergeseran pemikiran semacam ini makin membuat kejujuran terdesak dan terasa asing, sebab memang menjadi jujur itu sulit, apalagi ditengah gempuran godaan duniawi dan kompetisi materi yang kerap ditonjolkan lingkungan sekitar.

Semua dimulai dari hal kecil. Termasuk kejujuran. Jujur pada satu hal akan membuahkan sikap jujur pada hal yang lain. Tapi menjalankanya bukanlah tanpa resiko, perlu keberanian. Sebab sikap berani itu adalah benteng terakhir pertahanan prinsip kejujuran. Saat kita menyerah dan berhenti untuk jujur, maka saat itu pula kita mulai merasakan pertentangan dari nurani yang memberontak.

Resiko menjadi jujur didunia ini adalah dicap bodoh, ketinggalan jaman dan jauh dari hidup mewah. Namun tidak ada rasa yang menandingi rasa kelegaan usai berbuat jujur. Tidak bisa ditampik, rasa itu melambungkan bahagia karena bisa mengalahkan dunia. Lebih jauh lagi, prinsip kejujuran akan selalu diiringi tempaan untuk menjadi sabar dalam banyak hal. Sabar melihat mereka yang tunaintegritas akan lebih lapang materi. Sabar mendengar opini miring yang disasar tanpa alasan. Serta sabar dalam memelihara keyakinan bahwa ALLAH tidak akan menyia- nyiakan.

Kita ada dari tiada. Lahir, tumbuh besar, menua dan kemudian wafat. Kembali pada yang telah menciptakan kita. ALLAH. KuasaNya tidak kenal zaman sebab Ia tak terikat waktu. Menjadi jujur mungkin akan membuat pelakunya seperti lugu dan terpinggirkan didunia. Karena keserakahan dunia sudah makin tidak memberi ruang bagi kejujuran. Tapi semoga keteguhan dalam kejujuran akan membantu kita menjadi layak menerima pertolonganNYA kelak di akhirat.

Pangkal Pinang. Agustus 2013
Malam Kemerdakaan RI ke 68.

2 komentar:

Post a Comment

Jangan ragu untuk komentar.. :) Dan untuk menjaga komentar spam, mohon isi dulu kode verifikasi nya.. Trims.