5.06.2011

Life: Its Up and Down


Everything in life has its up and down... itu adalah kata seorang kawan yang diucapkannya via sms beberapa hari lalu ketika saya bertanya apa kabar dan bagaimana sekolahnya.. Jawaban yang biasa namun tidak biasa karena telah membuat saya kembali sadar dan seharusnya selalu sadar bahwa ritme kehidupan is never flat...

Kita adalah diri kita sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya, bisa beda atau bisa jadi juga sama dengan orang disekitar kita, namun sebanyak apapun persamaan itu, ia tidak boleh membuat seorang menjadi orang lain, seseorang harus menjadi dirinya sendiri tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain hanya karena ingin diterima atau perasaan takut ditolak dalam suatu kelompok atau komunitas. Sekecil apapun itu.

Beberapa minggu belakangan ini saya merasa berada dalam lintasan saya sendiri melaju sementara yang lain saya lihat juga sedang dalam lintasan nya sendiri-sendiri sibuk melaju kencang. Ah itu biasa.. kadang disuatu waktu yang tidak pernah saya tahu, kami berjumpa lagi masuk dalam lintasan yang sama, melaju bersama dan tertawa dalam kenangan bersama. Begitulah hidup ini rupanya, semuanya ada naik turunya. Tidak mungkin air akan selalu mengalir deras, ada kalanya ia menjadi tenang karena lagi pasang mungkin, atau ada juga suatu waktu dia menjadi begitu kencang mungkin karena lagi pas volume alirannya.

Mungkin lebih baiknya kalau sedang menghadapi up and down dalam hidup ini kita belajar dari aliran sungai yang sebetulnya sedang menuju lautan. Dalam proses lintasan yang dialiri air itu kadang sangat deras dan kadang cukup tenang bahkan sesekali jatuh ke bawah menjadi cucuran air terjun, tapi begitu sudah sampai ke lautan maka ia menjadi sekumpulan air yang tenang, karena itulah tujuan akhirnya. Berat memang, dalam kehidupan sehari-hari kita melintas dalam jalur kita masing-masing, tapi kita sebetulnya tidak benar-benar sendiri, karena kita bersama dengan banyak orang lain yang juga sedang melaju namun dalam lintasan mereka, sesekali kita berjumpa maka disitu kita menyesuaikan diri agar tetap dapat mengalir dan tidak berpindah ke arus yang salah atau malah berhenti mengalir, tidak boleh seperti itu, itu salah, karena walau berbeda-beda tujuannya tetap sama yaitu lautan yang luas.

Kita hidup untuk suatu hal nanti di masa depan, kapan itu memangnya masa depan? minggu depan,bulan depan, tahun depan pun adalah masa depan. Tapi di masa depan itu kita akan hidup dengan orang-orang yang dengan mereka kita pantas habiskan sisa hidup, mungkin mereka sudah ada dilautan yang luas sana menunggu kita melengkapi satu sama lain kebahagiaan diantara kita dan mereka. Lalu kenapa kita harus berhenti mengalir melaju menuju lautan itu? Kita harus berani melangkah mengambil keputusan.

5 komentar:

  • Isti says:
    7 May 2011 at 08:22

    saya sampe pangling....kirain facebook saya kok bentuknya begini? hehe...nice template!

  • Putri Baiti Hamzah says:
    7 May 2011 at 09:32

    Manteppp analoginya bang erik^^

    Oh..aplikasi pengambilan keputusan untuk memperbaharui diri bisa terlihat dari template baru ini kali yaaa?hehehe

  • Erikson Bin Asli Aziz says:
    9 May 2011 at 07:15

    @Isti: ini download dari googling nemu template ini enak juga hehhee.. makasi Isti..

  • Erikson Bin Asli Aziz says:
    9 May 2011 at 07:16

    @PBH: oya? trims Put.. hahahah bisa dibilang gitu juga :D

  • Anonymous says:
    9 May 2011 at 21:02

    nice..
    terkadang kita dapat maju hanya dengan keberanian untuk memilih dan memulai..

Post a Comment

Jangan ragu untuk komentar.. :) Dan untuk menjaga komentar spam, mohon isi dulu kode verifikasi nya.. Trims.