2.12.2010

Menelanjangi Intelektualitas


Seorang Amerika pernah saya dengar mengomentari tentang mahasiswa Indonesia, ia berkata begini:'orang indonesia itu pemalu dan sering malu-malu mengemukakan pendapat atau untuk maju kedepan'

dilain waktu saya pernah juga mendengar seorang dosen mengatakan :'mahasiswa di Amerika itu kalo diberi kesempatan buat bertanya, semua nya angkat tangan, sampai dosennya kewalahan menjawab'

Kemudian apa benar begitu???


Assalamualaikum wr wb, kawan2 apa kabar? lama nian tak jumpa :) maaf belum sempat BW soalnya inipun update2nya sesempatnya nyempil2 diantara ngerjain tugas dsb.. maksud kalimat2 pembuka diatas bukan sama sekali untuk mengatakan bahwa kita, orang Indonesia ini tidak seberkualitas orang Amerika, tidak sama sekali, sama sekali bukan itu!

Tapi paling tidak kawan2 sendiri mungkin sudah sering mengalami keadaan dimana saat kalian akan mengajukan pertanyaan, sering dilanda rasa malu, tidak percaya diri atau perasaan takut dibilang ini itu dan bla bla bla...

Saya pernah, sering, setiap saat malah.. mungkin itu normal, wajar dan menjadi semacam budaya yang tertanam dalam jiwa kita semenjak kecil karena atmosfir dan sistem pendidikan kita mungkin yang kurang mendukung atau terlalu represif, dimana beberapa guru akan berperan seperti tukang pembagi sembako yang berhak menentukan sampai sebanyak apa porsi yang akan diberikan tanpa mempedulikan kebutuhan nyata sang penerima bantuan.. atau mungkin beberapa dosen akan berperan seperti pilot yang tidak akan khawatir jika pesawat delay sementara mahasiswa adalah penumpang yang dengan 'tunduk' menuruti jadwal yang delay itu..

Menjadi aktif dalam menggali ilmu itu bagi saya adalah kewajiban, keharusan dan seperti syarat pokok agar perolehan ilmu yang digali bisa makin banyak, meski memang ada etika yang harus diperhatikan didalamnya, misalnya jangan sampai keaktifan kita membuat kita menghilangkan kesempatan bagi orang lain yang mungkin ingin juga berperan. sehingga sampai sejauh mana kita harus menjadi aktif itu ya.. hanya kita yang tahu.. paing tidak kita harus peka dan bijak saat pelan2 keaktifan itu telah bergeser niatnya dari yang tadinya murni untuk belajar perlahan menjadi semacam amunisi untuk mengedepankan ambisi.. jangan begitu.. jangan begitu.. sekali lagi jangan begitu!!!

Ada saat dimana kita harus maju dan ada saatnya pula kita harus kembali membawa hasil kemajuan itu untuk kita bagikan.. ini sejatinya adalah wahana untuk menanamkan lebih dalam pemahaman yang telah kita dapatkan, tapi dengan dengan cara yang mendidik , bukan dengan semakin membodohi anak kecil dengan memberikannya ikan tangkapan tanpa ia tahu bahwa ia bisa melakukannya sendiri bila diberi kail, karena tak tepat menjadi pahlawan kesiangan yang selalu digelayuti rengekan sang anak..

*lanjut makan siang ahh :)

Wassalamualaikum

3 komentar:

  • Fly^Pucino says:
    15 February 2010 at 10:20

    Seingatku.. Aku dulu klo hanya sekedar pemahaman tentang sebuah distribusi aku berani angkat tangan. Tapi kalo suruh nurunkan rumus.. mungkin hanya fifi (teman kau sekantor itu) yang berani angkat tangan.. hahahaha//

  • Erikson says:
    15 February 2010 at 10:39

    @AD: makasih AD :) hehehhe.. nurun2kan rumus? statistik memang panjang rumusannya..

  • Elsa says:
    15 February 2010 at 16:28

    salut nih sama kamu Son... tetap bersemangat mencari ilmu....

    aku sih, mencari uang saja

Post a Comment

Jangan ragu untuk komentar.. :) Dan untuk menjaga komentar spam, mohon isi dulu kode verifikasi nya.. Trims.